Puisi #Entah

August 18, 2010 at 8:16 pm | Posted in fiksi, iseng | 4 Comments
Tags: ,

MENCURI PUISI DI KEPALAMU

sepertinya ada yang sedang mencuri puisi di dalam kepalamu;

sepertinya ada yang hendak menguliti kepalamu dengan puisi.

aku tidak tahu kamu suka berlari bersama hujan; kalau kamu suka bajumu yang sedikit basah karena hujan; kalau kamu suka buliran airhujan yang hinggap di antara dan selarambutmu; aku tidak tahu hujan bisa begitu tulus mencintaimu; entah bagaimana caranya hujan bisa mencintaimu; padahal bumi yang kau pijak enggan bergaduh kepada langit dan samudra betapa rindang cintamu yang diam-diam kepadanya. aku tidak tahu kamu sedang memasak masalalumu dalam segelas teh hangat di depan rumahmu pada malam gerimis di musim yang kemarau; aku juga tidak tahu kapan hujan di telapak tanganku bakal reda; aku ingin mengecap bibirmu sekali saja; aku sungguh tidak tahu siapa yang lebih mencintaimu hari ini: hujanmu yang dingin atau bibirku yang kini tandus?

Advertisements

4 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Salam buat hujan, kapan ia akan menyapa lagi?

  2. menyimak…

    gunakanlah lipgloss untuk bibir tandusmu, agar ia sedingin hujan….

  3. dalam cinta, lelaki hanya mencintai dirinya sendiri, menurut slavoj.
    hujan yang dingin, benar, sekarang lagi hujan, di sini..hehe :mrgreen:

  4. @zeph: haha tidak tahu. mungkin besok, kalo mendung.
    @hilda: itu ide yang brilian!
    @peristiwa: haddduh curcol inih.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: