Dragonfly Effect

August 14, 2010 at 12:33 am | Posted in fiksi, sastra | 4 Comments
Tags: ,

DRAGONFLY EFFECT

aku diajarkan untuk tidak bertanya kepada jalan raya segalanya tentang bila; adakah bedanya, hidup sebelum dan sesudah aku lewati gapura tujuhbelasan itu; satu langkah sebelumnya, atau dua langkah sesudahnya; adakah langit bakal mendadak terbelah sebilanya kucing tadi tidak berjingkat seperti iblis di atap rumah orang sambil memunggungi rembulan? dari mula aku sudah diajarkan untuk tidak bertanya kepada pintu kamar segalanya tentang duka; adakah bulan yang kulihat malam ini sama dengan bola matamu yang pernah aku congkel dan simpan sebagai kenang-kenangan di ruangtamu kita yang sempit; matamu yang mungil dan sedikit terpejam; matamu yang bertuah seperti hantu di antara gelaktawa yang berguguran di meja makan kita pada waktu makan malam?

Advertisements

4 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Wah bagus….walaupun sedikit sadis ;D

    Untung dragonfly effect bukan butterfly effect ;D

  2. 😀 hahaha.

  3. Aku di ajarkan untuk tidak bertanya…..
    tanya kenapa !

  4. jadi ingat butterfly effect :mrgreen:


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: