Apa Yang Dilihat Capung?

August 1, 2010 at 8:55 am | Posted in iseng, katarsis | 14 Comments
Tags: ,

Yang dilihat capung adalah kebodohan bocah yang hendak menangkapnya diam-diam. Mestinya saya menyadari ini dulu – lebih dua dekade lalu  – bahwa tidak ada gunanya berjingkat-jingkat, apalagi bergerak lambat-lambat hendak menyergapnya dari belakang. Capung tidak pernah lengah. Matanya ada lima, l-i-m-a! Dan bukan cuma itu. Dari kelima matanya ada 30 ribu lensa (bisa dibayangkan?) yang siap menyerap lekat-lekat ketololan saya dari arah mana saja: depan, belakang, samping kiri, samping kanan; pendeknya, ini capung bisa melihat 360 derajat! Dan sebilanya pun saya nekat hendak menangkapnya juga capung itu tidak bakal kesulitan pula untuk mengelak. Mereka punya empat sayap yang lebarnya bisa sampai 20 sentimeter. Mereka bisa terbang dengan kecepatan sekitar 60 mil per jam atau kira-kira 26 meter per detik! Apa lagi yang dilihat capung? Kecukukan manusia pada alam? Kehendak mereka untuk menguasainya? Entahlah. Yang jelas dua dekade lalu capung mewakili dunia ideal yang ada di kepala bocah kampung seperti saya; sebuah dunia yang elok di mana ada serangga berwarna-warna berterbangan di atas bunga-bunga; seperti capung biru yang satu kali pernah saya lihat melayang-layang di kali dekat rumah dulu; sayapnya berkilauan disapu matari; hinggap di antara ilalang sebentaran, lalu terbang. Saya waktu itu sepertinya tahu bahwa saya tidak bisa dan tak ingin menangkapnya. Well, yah, setidaknya capung ini bisa ditangkap dalam sajak; norak atau tidak.

capungterbangjauh: lebih jauh dari tepian senja

capungterbangjauh: lebih jauh dari bunyi genta

/halahalah…

14 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Di masa kecil, capung itu serupa helikopter mini. anak2 menangkapnya, mengikat ekornya dg tali.
    capung itu cantik, tubuhnya tdk mirip monster aneh menjijikkan kyk kecoa atw laba2..*tlalu bnyk liat pilem

  2. Di masa kecil, capung itu serupa helikopter mini. anak2 menangkapnya, mengikat ekornya dg tali. capung itu cantik, tubuhnya tdk mirip monster aneh menjijikkan kyk kecoa atw laba2..*tlalu bnyk liat pilem

  3. @emina: wah, kejam.

  4. Geez, insects. I never fancy insects.😐

  5. ^ i hate reptiles.

  6. Saya hanya tahu dua buah matanya. Yang tiga lagi belum pernah lihat ada dimana.

  7. aku juga belum liat: mungkin ini bisa bantu: http://www.bestfunfacts.com/dragonflies.html

  8. ih capung!

  9. Kenyataan Pertama
    Saya——waktu masih bocah dan jahiliyah dulu——sering menangkap capung di sawah-sawah, dan tak ada kesulitan. Mengendap-endap khusyuk dan perlahan menyeret jemari tangan dari belakang, lalu… hop! Kena!
     
    Jika saya lagi waras, saya lepaskan kembali capung tersebut, sebab sudah bisa menangkapnya pun sudah menjadi suatu kebanggaan bagi seorang bocah seusia saya waktu itu. Kalau lagi sinting, saya siksa capung tersebut dengan tanpa dosa, biasanya dengan memegang kedua sayap kecilnya dengan kedua tangan satu sama lain, merenggangkannya, krrtt… brett!——capung itu terbelah dua, tekstur daging-dagingnya terlihat jelas, saya jatuhkan ke tanah, saya lihat sayapnya kian melemah, lalu tersapu angin, dan saya kembali bermain. *Semoga Allah mengampuni dosa si saya waktu itu*
     
     
    Kenyataan Kedua
    Kalaupun sulit menangkap capung, dan ini memang sering pula terjadi, maka saya biasa menggunakan alat khusus yang biasa dipakai buat mencari ikan, di daerah kami biasa disebut lamit——orang kota tak akan hafal yang beginian.
     
     
    Kenyataan Ketiga
    Benarlah, “pengetahuan” itu (sebagian) merugikan, sedangkan ignorance ternyata bliss sungguhan. Lihatlah saudara Gentole ini, hanya lantaran capung——secara penelitian——memiliki lima mata dengan puluhan ribu lensa, beliau langsung mundur. Coba, andai postingan ini ada waktu saya bocah dulu, dan saya membaca postingan ini kala itu juga, bisa dipastikan saya juga bakal pesimis duluan sebelum mencoba benar-benar menangkapnya, sampai saya gede seperti sekarang. Thanks God, lantaran saya waktu bocah dulu belum sempat mengunyah Sains dan fakta tentang mata capung, saya dengan tanpa ragu apalagi takut gagal, bisa menangkap capung sebanyak-banyaknya, hanya dengan modal kesabaran 1-2 menit dan dengan tangan kosong.
     
     
    Kenyataan Keempat
    Saya lebih hobi berburu (menangkap) belalang sembah™ ketimbang capung😀

  10. @ghe: iya, capung!
    @frozen: wah, hebat! mencerahkan!

  11. Bung ali gak tau ya, biar capung matanya banyak, tapi dia doyan tidur siang..!

  12. saya waktu kecil terbiasa nyari ikan buntal.. buat mainan.. *g penting*

  13. @ibeng: capung yang hendak saya tangkap dulu lincah, pintar dan suka begadang. *ngawur*:mrgreen:
    @kenz: ya ampun ikannya diapain?

  14. dibikin jd bengkak.. mnggelembung.. halah, pokoknya kacau bgt. *melanggar HAI (hak asasi ikan)*


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: