Dua Prosa Panteistik

July 17, 2010 at 3:18 pm | Posted in fiksi, iseng | 4 Comments
Tags:

disklemer: bukan fiksimini, bukan maksud menista.

PANTEISME DALAM CERMIN

Kaulah ular yang menipu Hawa; Kaulah juga Hawa yang buahdadanya resam minta diremas. Kau Adam yang telah meniduri-Nya lebih dulu. Kau bahtera besar Nuh; laut merah yang dibelah Musa. Kau Yesus dan kayusalib-Nya. Kau alif, ba dan ta dalam Kitab Suci. Kau juga dia yang berselimut dan butaksara. Kau, adalah takbir yang digemakan mereka; seuntai doa yang dibisikkan mereka; di gereja yang terbakar, di masjid yang terbakar! Kaulah Matahari, bunga sedap malam, gembok yang menggantung di pagar belakang.

TERTANGKAP BASAH DALAM IDE PANTEISME

Dan teringat olehNya malam ketika Jibril berkelabat meninggalkan kayangan dalam kilatan cahaya yang berpendaran. Malam agung. Malam kelabu. Jibril menyelinap, dan mendapati Maria Yang Perawan sedang bercumbu di belakang rumahNya; “Oh, my Goood…” bisikNya takjub kepada angin. Sekejap saja Tuhan seperti meragu; benaknya bertanya siapa gerangan yang barusan memanggil nama-Nya: Jibril, Kaukah itu Maria?

4 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Fiksi mikro….hihihiihihihi….
    Mmmm…ngga berniat dibukukan mas…

  2. Dan Jibrilpun menyahut, “Bukan my Lord, akulah sang pengembara yang mencari manusia yang berkontemplasi dengan tulus untuk aku didik menjadi Nabi.”

  3. 😆
    Saya rasa Maria tidak mengerti Bahasa Inggris, apalagi yang modern

  4. Saya kok jadi ingat [ini].😆


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: