Gagal Hidup

June 26, 2010 at 1:04 am | Posted in refleksi | 13 Comments
Tags: ,

Craig Raine bilang salah satu tema besar sajak-sajak T.S. Eliot adalah the failure to live. Ini artinya apa saya juga masih meraba gelap. Mungkin begini. Orang bisa bunuh diri dan otomatis hidupnya dianggap gagal. Dan ada orang memilih hidup, tapi hidupnya juga tetap  saja dianggap gagal!! Itu kali yang dimaksud Eliot. Hidup yang bukan hidup, juga bukan mati. Entahlah. Yang jelas, this is worse than being dead, more terrible than suicide. Do I fail to live? Do you? Ukurannya apa? Apakah hidup? Apakah gagal? Apakah gagal hidup? Hidup, hidup yang bagaimana? How can we fail to live?

Ini mungkin yang disebut “hidup segan mati tak mau”. Gejala eksistensial yang menjangkiti mereka yang, dalam istilah Annie Hall dalam film Annie Hall, incapable of enjoying life. Hah, ini postingan pagi-pagi kelam bener. Ini mungkin, seperti kata banyak orang, masalah persepsi aja. Atau, ini masalah kejiwaan. Yang nulis sakitjiwa. Tidak ada hubungannya dengan filsafat dan puisi. Meskipun, apalah puisi dan filsafat kalau bukan untuk melihat dengan seksama lekuk paling pribadi dari kehidupan?

The failure to live? WTF. This is suffocating.

13 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. kamu tambah hari tambah sakit.. 😀 (obatnya kawin di KUA brur, paling tidak, itu satu hal yang dulu tidak dilakukan oleh para eksistensialis utk mengobati keterasingan mereka..)

    Pisss…

  2. @ Kents
    Idem

  3. Kalau terus-terusan begini, Gentoleisme——bukan tidak mungkin——akan terancam bubar, jika tidak terpecah menjadi 73 golongan, di mana hanya 1 golongan yang selamat.
     
    Sudah saatnya suksesi kepemimpinan kursi partai Gentoleisme.

  4. ohh..saya mengerti sekarang, gila berarti yang ucapannya sudah tak bisa dikategorikan sebagai puisi atau filsafat.. hahaha..
    .
    oh, atau mungkin mengutip kata richard dawkins saja, bila seorang terkena waham maka dia akan disebut gila dan bila banyak orang terkena waham maka disebut agama, mungkin Anda terkena waham kali..
    eh..gak nyambung!
    .
    duh, saya idem ma kedua mas di atas itu aja deh, buruan nikah!!
    hehehe..

  5. ^
    Ada opsi lain, selain menikah?

  6. oh ya ampun. postingannya bikin saya jadi mikir.

  7. haha.. bagus juga tuh, suksesi tampuk kepemimpinan gentoleisme.. biar pimpinan skrg berobat dulu, karena rupanya mas gentole ini agak alergi dengan jabatan..

    *usul dari belakang, orangnya g kliatan mas*

  8. duuh postingan gentole makin hari makin kelam aja nih , mana semangat hidupmu brur….!!!
    .
    ya nikah itu ribet Gen, mendingan kawin saja deh , gak perlu ke KUA juga bisa. :mrgreen:
    .

    * ninja *

  9. @all: loh ini tulisan soal mati, soal hidup sebelum mati. kenapa jadi ngomongin kawin-mawin? emangnya segala soal hidup yang pelik begitu rupa ini ujung pangkalnya di bawah celana aja? itu reduktif itu.

  10. iya mas, knp tiba-tiba direduksi gitu..? sapa yg ngereduksi itu..? hayo ngaku! aku cari dulu orangnya mas, siapa yg sudah menelikung arah diskursus hidup mati menjadi kawin ini.. huhh!

    *ngeluyur*

  11. […] loh ini tulisan soal mati, soal hidup sebelum mati. kenapa jadi ngomongin kawin-mawin? emangnya segala soal hidup yang pelik begitu rupa ini ujung pangkalnya di bawah celana aja?

    Shadaqta wa bararta wa ana dzaalika minasyaahidiin, ya Abu Gentole. Thus, menjadikan kawin-mawin™ sebagai pelarian atas segala persoalan hidup, hanya akan membuat perkawinan menjadi sesuatu yang banal, dangkal, dan tidak lagi sakral.
     

    @all:

    Loh, kok dipukul-rata? Siapa bilang “all”?? Noh, G3mbel, Suryana, trus, tuh, dedengkotnya, komentator paling atas.

  12. sewaktu SD saya punya cupang aduan…
    kalo kalah musti kawin dulu supaya dia mau diadu lagi

    “kabur*

  13. Dalam bahasa Jawa tuh ada istilah urip sajroning mati dan mati sajroning urip…

    Hidup dalam kematian dan mati dalam kehidupan …

    Kalo disadari kayaknya bagus, tapi kalo kepepet, yang mepet2 itu yang gak bagus..:D


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: