Tentang Don Kisot, Godot dan Abege Labil

June 20, 2010 at 3:16 am | Posted in katarsis, ngoceh, refleksi | 12 Comments
Tags: , , ,

Baiklah. Saya emang kayak kurang kerjaan ini. But, anyway.

Mereka adalah Don, Don Kisot!

Baju mereka Don Kisot. Kemeja dan sepatu mereka juga Don Kisot. Dunianya juga fantasi Don Kisot. Don, Don Kisot. Yang bertempur melawan Kincir Angin, yang dipikirnya seekor Naga. Orang semacam ini banyak di tempat Anda bekerja. Dua, tiga atau empat orang — mereka pikir mereka Mozart, atau Eistein! Kata orang, Kamu adalah apa yang kamu pikir tentang Kamu. Kata saya, one is never who he thinks he is. Dalam modapikir Kantian, ‘diri sendiri’ pada dirinya sendiri adalah sebuah entah: ‘diri’ yang Anda kenal adalah ‘diri’ yang Anda pikirkan di kepala. Tetapi apakah itu Anda? Tidak ada medioker atau prodigi di dunia ini: Yang ada Don Kisot. Don, Don Kisot!

Tuhan Anda Bukan Tuhan Saya

Katakan, Orang Kafir itu sebelas-duabelas dengan Ahli Kitab, dan juga orang Islam. Abu Lahab memuja apa yang disangkanya Tuhan. Anda juga, meninggikan apa yang Anda sangka dewataraya: Allahnya saya tidak sama dengan Allahnya Anda. Di kepalanya Habib Riziq ada Allah yang tidak suka Inul Daratista, di kepalanya Rumi ada Allah yang gila puisi. Di kepala Anda ada kursi, di kepala saya, meja. Itu sebabnya dalam al-Qur’an disebutkan, “saya tidak menyembah apa yang kalian sembah.”

Bagimu Tuhanmu, Bagiku Tuhanku.

Takdir

meant for each other...

Apa hubungannya? Kereta tua yang sedang melaju kencang di sebuah kabupaten antah-berantah di Jawa Tengah dengan ibu rumah tangga yang lagi sengit menawar harga di Tanah Abang. Apakah TAKDIR? Apa itu sepuluh detik keraguan ketika Anda berpapasan dengan seorang gebetan dekat rumah? Ketika Anda berkata seru pada sahabat dekat, “Saya bisa saja berangkat kerja sepuluh menit lebih awal. Atau dia, misalnya, jatuh sakit dan bolos kerja hari ini. Itu semua tidak akan terjadi!”

Tapi kesempatan itu lewat begitu saja. Anda pun mengutuk kebodohan sendiri, seolah takdir sudah tidak lagi bekerja, tidak lagi bertanggungjawab. Anda pernah kepikiran hubungan botol aqua bekas dan plastik kresek merah di TPA Bantar Gebang? Apakah mereka memang ditakdirkan untuk bersama? Laiknya bulan yang memuja bumi, atau bumi yang memuja matahari, seperti kisah cinta yang menggores hati dalam cerita dongeng. Ah, tidak. Takdir itu peristiwa besar dan berarti; kebetulan itu peristiwa remeh, seperti dua daun yang jatuh pada malam yang sama di pekarangan.

Burung Abege Labil?


Bahkan sahabat Nabi pun tidak mengerti. Apakah ababil? Dalam benak orang Islam di Indonesia, burung ababil adalah apa yang ditulis Ahmad Dhani: Sebarkanlah burung ababil yang pernah turun ke dunia/Lemparkanlah batu api batu api dari neraka/Hujamkanlah semuanya kepada penguasa lalim/Hujamkanlah semuanya kepada penguasa lalim. Dalam sebuah imel spam yang tidak jelas juntrungannya: ada orang Islam yang meminta saudara seiman membaca surat al-Fil bersama-sama, agar Allah mengirim burung ababil ke Gaza dan menghancurkan tentara Israel yang lalim. Dan, tidak terjadi apa-apa. Mungkin yang membaca kurang banyak. Atau bacanya kurang ikhlas. Atau, burung ababil memang tidak pernah ada. Seorang orientalis menduga ababil adalah kata asing yang dipinjam bahasa Arab al-Qur’an. Bisa jadi ababil/abalah adalah penyakit cacar dalam bahasa Persia. Atau “burung ababil” sebenarnya anak-panah Babilonia yang menghancurkan pasukan Abrahah. Ah, kenapa terjemahan Depag tidak pernah memberi perspektif ini? Terjemahan Depag memang bagus, meski banyak yang patut dipertanyakan ketepatan dan kewajarannya. Tapi terjemahan, kata Ibu Susan Sontag, bagaimanapun adalah kematian; seperti reinkarnasi, sebuah proses rekreasi. Apakah burung ababil? Burung Abege labil?

Waiting for Godot’s Show

Where the f**k is Godot?

Di mana kah saya bisa melihat pertunjukan Waiting For Godot? Ah, seandainya saya dilahirkan sebelum Perang Dunia Kedua. Atau tinggal di Sarajevo ketika Ibu Susan Sontag ada di sana: menyutradarai Godot.

NB: Foto ngerampok semua. Yang burung ababil ada linknya. That big black ugly bird.

12 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. *baiklah saya kayak gak tahu mau komentar apa*
    Saya seolah dibawa kembali pada jalan yang pernah atau seperti pernah saya lalui, kembali, entah pada jalan apa itu. atau ini adalah perulangan itu, seperti pernah seperti ini.
    .
    ah, belom, ini adalah resep baru, terimakasih🙂

  2. keduax!
    .
    .
    .
    *beduk-isya’* druk duk duk, duk… duk…
    *amankan dulu posisi* B-“

  3. — one is never who he thinks he is. —

    jadi inget argumen asyariyah ttg Tuhan “ma huwa hiya.. (lupa lagi, haha..) tapi aku aku suka don kisot itu..

  4. Dalam sebuah imel spam yang tidak jelas juntrungannya: ada orang Islam yang meminta saudara seiman membaca surat al-Fil bersama-sama, agar Allah mengirim burung ababil ke Gaza dan menghancurkan tentara Israel yang lalim. Dan, tidak terjadi apa-apa. Mungkin yang membaca kurang banyak. Atau bacanya kurang ikhlas.

    *senyam-senyum baca paragraf di atas*🙂 :mrgreen: 🙂 :mrgreen:

  5. @peristiwa: dejavu yah?
    @pak pulisi: Anda ngetrol. Anda ditilang!
    @ken: saya juga suka Don Kisot. tapi saya ndak suka don kisot2 dalam kehidupan saya. hehehe
    @sora9n: wah kok senyam-senyum sih. ikut baca ndak?

  6. Omong-omong soal Ababil, saya ada note bagus dari yang biasa saya bilang tempo dulu itu, Mas. Ini, saya simpan di [ sini ]. Eksposisi berikut tafsir personalnya memikat——menurut saya. Dibaca saja jika senggang.
     

    @pak pulisi: Anda ngetrol. Anda ditilang!

    Hwe?! Tukang tilang ditilang, apa kata duniaO_o

  7. OOT:

    mmm…nonton Waiting for Godot-nya ga mesti arahan Susan Sontag? kalau begitu, Bung Gentole bisa liburan ke New Zealand saja sambil menikmati pertunjukan Godot -nya . biar berkurang ituh aroma kelam🙂

    so

    what you waiting for?

    🙂

  8. @pak pulisi: belum baca habis.
    @zeph: oh seandainya bisa main ke new zealand.

  9. Bagi yang butuh translate software yang anti online untuk kerjaan anda bisa klik link saya nih….

  10. ^
    Di blog situ tertera, Translator XP adalah BEST OF THE BEST. Lha tapi… kok screenshot hasil terjemahannya sendiri membikin saya bengong ya?
     
    Ini, saya sortir bagian-bagian “menariknya” –> [ KLIK ]
     🙄

  11. ^
    jangan keras-keras menghantamnya lah

  12. Jd inget humor ala kampoeng
    “Batur seuri urang oge seuri, te nyaho mah nu di sengserikeun nya urang..” der lah


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: