Kecoa Yang Paling Bahagia dan Kipas Angin Yang Melankolis

June 15, 2010 at 7:15 pm | Posted in fiksi, iseng, ngoceh | 5 Comments
Tags: , , ,

KECOA YANG PALING BAHAGIA

Kau adalah kecoa yang paling bahagia, Mei.

Ketika malam itu kau mencoba membunuhku, sekejap setelah lampu kamar kita dinyalakan, sebelum kau terperosok persis di depan pintu kamar mandi: telentang dan tidak bisa bangun lagi. Kau sungguh adalah kecoa yang paling bahagia, Mei. Ada yang lain dari kematianmu yang tragis pagi itu. Hanya saja, aku tidak bisa mengatakannya kepadamu; karena kau sudah mati; dan aku lupa di mana jasadmu sekarang.

KIPAS ANGIN YANG MELANKOLIS

Kenapa kau begitu murung? Aku ingat pertama kali melihatmu di Plaza Semanggi tahun lalu. Kau paling cerah di antara kipas angin lain; yang lama sudah dipajang tak jua dibeli. Aku ingat kipasmu yang berwarna biru seperti menyala; dan pelindungnya yang putih bersih. Kenapa sekarang kau selalu bersedih? Kenapa kau tidak pernah bicara? Kenapa kau menunduk? Kau ingin aku membersihkan segala debu di sekujur tubuhmu?

Advertisements

5 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Cool story, bro
    Wadduh 😕
    Eh, kosmologi apaan sih? 😀

  2. *tendangarisjauh-jauh*

  3. hehe ini perpaduan jokpin dan sapardi yang gagal. 😛

  4. Teu ngarti euy… Wkwkwk.

  5. ^ neither do i. 😕


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: