senin pagi, 1994

May 4, 2010 at 4:18 am | Posted in katarsis, sastra | 5 Comments
Tags: , ,

SENIN PAGI, 1994

kamu yakin mereka melihatmu sedang berjalan sendirian di tengah lapang, dengan tas slempang merahmu yang ganjil, menjejak tanah belok bekas hujan semalam, menerabas ilalang, terus menjauh dari banyolan kerdil kawan sebaya, sampai akhirnya tubuh kecilmu hilang — ditelan entah batas cakrawala entah semak tebal.

kamu pikir waktu itu kamu Kurt Cobain.

Advertisements

5 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. apa dia pergi membawa mimpi besarnya ?

  2. Ada yang sedang memundurkan waktu.
    Ada yang sedang memantulkan realitas.
    Apa ada yang ingin menjadi di luar kemutlakan hari ini…

  3. @emina: tidak.
    @butterflycircle: hayo mana yang bener?

  4. Lah kok mana yang bener…itu puisi tau…emang kamu doang yang bisa hehehehehehe

  5. yang bengong gak dapet apa-apa.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: