Kata Tuhan Kata

April 13, 2010 at 10:31 pm | Posted in katarsis, refleksi, sastra | 5 Comments
Tags: , ,

TUHAN KATA, malam ini baru saja lewat seperti sajak yang buruk. Klise, tidak ada kejut, tidak ada keratahan yang berkedewataan – tak seperti ini, seperti bait puisi yang katanya begini: Demi Tuhan, bukan karena itu aku mencintaimu, bukan karena bajumu yang kusut-tak kaurapikan...TUHAN YANG KATA-KATANYA KEKAL, bila saja besok bukan lah besok dan malam ini Kau jadikan malam yang lain saja — malam apa saja lah asal bukan malam yang ini — Kesia-siaan Yang Agung itu sudah Kita rayakan besar-besaran, seramai-ramainya; mewah, meriah tiada banding! Tetapi tidak. Tidak ada yang boleh disalahkan; apabila kamar ini gelap, kamar ini sunyi — sempit dan pucat. Kerna jalan hidup bakal selamanya begitu; seperti kutang bekas, atau ikan asin. Ah, coba Kau tebak, coba lihat ini, azan subuh sudah lewat sebelum habis prosa ini ditulis! Apa dengan begitu Kau masih berfikir KATA yang salah bila hidup berubah mala tak berkesudahan?

Setiabudi, 14 April 2010

5 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. PERTAMAX!

    *amankan posisi*

    *ngaburrrrrr ke priok* πŸ˜€

  2. hehehehe jadi terasa lebih sepi nih post. πŸ˜€

  3. shite man, ure good…

  4. ^
    some people say so. :mrgreen:

  5. Kata Tuhan,, jaga dirimu baik2 di bumi..!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: