Rapsodi Malam

March 5, 2010 at 12:48 am | Posted in curhat, iseng, katarsis | 5 Comments
Tags: ,

di dunia yang kita kenal, puisi adalah tebing dan laut itu prosa; dan yang meleleh di sana itu, itu bintang kejora! di sana ada doa-doa, ada patah-asa; dari mereka yang tidak pernah bisa tidur, pada malam-malam seperti ini; malam yang tidak menjanjikan apa-apa kecuali pagi yang waras. lihat, lihat wajahmu di ufuk timur sana; dilukis cahaya mega! kawan, kalau kamu berkeras pergi, jangan lupa pada cium di kening kata; karena besok kita mesti jumpa; bersama gemilang pagi, berjalan di pekarangan, untuk yang terakhir kali, dan jangan kau lupa untuk ingatkan aku lagi bahwa hidup ini sebentar saja, bahwa tidak ada yang perlu disesali, kecuali sesal itu sendiri.

Advertisements

5 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. bahwa banyak hal berharga yang harus kita tinggalkan di belakang

  2. Apapun makanannya !
    minumnya; teh botol sosro…!

  3. kereeeeeeeeeeeeennnnnnnn….. komo sambil ngopi…mantaffffffff

  4. Love this poem/song lyric/pamphlet ? 🙂

  5. @mbak mina: kenapa ditinggalkan?
    @ibeng: yeah!!
    @metz: silahkan ngopi.
    @odi: it’s a…writing?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: