Puisi #2

December 23, 2009 at 6:52 am | Posted in iseng, katarsis, sastra | 8 Comments
Tags:

MAKNA SARAPAN PAGI

sarapan pagi adalah makan siang adalah makan malam adalah makan-makan adalah sesal adalah sedih adalah murka, murung, muram, durja, dendam! pagi-pagi sudah bunting – di mana malumu, kopral?

Setiabudi, 23 Desember 2009

8 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. sarapan pagi adalah makan siang adalah makan malam

    Jadi dalam satu hari makannya cuma sekali toh… πŸ˜•
    .
    *kesimpulan ngasal* πŸ˜›

  2. di mana malumu, kopral?

    Wah, kopral Geddoe dipanggil! 😯

  3. Gara-gara kencan di restoran mahal jadinya cuma bisa makan sekali sehari.. Habis itu, paska kencan, bunting? Trus ngadu ke geddoe…

    *semena-mena*

  4. @mizzy
    .
    Wah, mestinya sajak ini diberi judul: “sajak orang kere”.
    .
    @grace
    .
    Itu, mbak, sebenarnya maksudnya Kopral Grace. :mrgreen:
    .
    @mansup
    .
    πŸ˜•

  5. Dari dulu saya ngga mudeng dengan puisi yang pakai analogi seperti ini. Kesimpulan akhir, sarapan pagi adalah dendam dan bisa mengakibatkan bunting.
    Jadi jangan bunting biar bisa sarapan pagi. *makin OOT* :mrgreen:

  6. @lambang
    .
    Dibaca saja, tak usah ditafsir.

  7. kopral geddoe bunting?

  8. Setiabudi memang selalu menginspirasi mas. Apalagi kalo liat mbak2 yang baru berangkat kerja sekitar jam 8 malem. Segerrrrrr πŸ™‚ *pingin pindah kos yang campur*


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: