Garuda Indonesia dan Matematika Tukang Tambal Ban

December 17, 2009 at 5:32 am | Posted in iseng | 12 Comments
Tags: , ,

Hadirin sidang Gentoleisme yang berbahagia.

Mari kita tinggalkan sejenak puisi, filsafat dan anak-cucu tafsirnya yang tiada akan pernah habis itu. Ada beberapa soal yang mesti saya sampaikan sebelum saya pergi lagi meninggalkan blog ini beberapa hari.

Yang Pertama, Garuda Indonesia

Kemarin saya naik pesawat Garuda Indonesia dari Bali. Pesawatnya masih baru. Masih kinclong. Dan, yang lebih penting, punya fasilitas yang lebih hebat dari Singapore Airlines!! Konon katanya SQ a.k.a Singapore Airlines itu satu-satunya maskapai penerbangan yang untung di dunia. Fasilitas kelas ekonominya pun mewah. Saya kebetulan sempat beberapa kali naik SQ. Dibiayin sponsor liputan dan Temasek. Duit sendiri? Ndak mampu. Kantor? Ndak sudilah bayar tiket mahal buat pegawainya! Nah, ternyata pesawat Garuda yang baru itu sama seperti SQ, ada layarnya di depan kursi kita; di situ ada info perjalanan, film-film terbaru, game, iklan, musik, dan beberapa fitur lain yang saya lupa. Yang lebih kerennya lagi: layarnya itu loh, touchscreen. Jadi tidak kaya SQ yang masih kayak main PS itu. Yah saya tidak tahu SQ kelas eksekutif; ini bandingannya kelas ekonomi saja.

Yang Kedua, Matematika Tukang Tambal Ban

Singkat saja ya. Ban depan motor saya kena paku dua pekan lalu. Saya hampir jatuh.ย  Saya benar-benar tidak tahu bagaimana caranya, dari sekian banyak pengendara motor; kenapa saya yang dipilih paku itu!!? Saya kesal. Tetapi, saya mau adil. Mungkin dalam pandangan si paku di jalan begini, “dari sekian banyak paku di jalan, mengapa kok Anda memilih saya!!! ?”Anda tentu tahu betapa panasnya Jakarta akhir-akhir ini. Panas menggila. Jadilah saya emosi waktu itu. Udah panas. Ban bocor. Mau kerja. Kemeja lepek. Kaki pegel. Akhirnya saya ingin sekali mengumpat. Saya harus mengumpat: tetapi, mengumpat kepada siapa? Mengumpati siapa? Nasib? Paku? Saya sendiri? Tidak. Tidak. Sudah bosan juga mengumpati nasib, diri dan paku di jalan. Akhirnya saya makan saja teori konspirasi itu: tukang tambal ban pasti menyebar paku di jalan!!! Dan benar, tidak jauh dari lokasi kejadian, ada tukang tambal ban. Ngantri pula saudara-saudara!! Nah, saya butuh bantuan Anda, daripada saya berburuksangka yang tidak-tidak, lebih baik saya menghitung peluang prasangka saya benar. Jadi, berdasarkan pengalaman saya:

Diketahui:

Luas Jakarta: 661,52 km2

Menurut Kompas jumlah sepeda motor dari 3.5 juta unit pada 2008.

Dalam setahun saya bisa lebih 10 kali ban bocor kena paku.

Setiap kena sial, tukang tambal ban selalu siap membantu sekitar 200 sampai 300 meter.

Tidak pernah saya mesti gandeng motor lebih 1 kilometer untuk mencai tukang tambal ban.

Pertanyaaannya:

Ada berapakah jumlah tukang tambal ban di Jakarta?

Berapa penghasilan mereka dalam sebulan?

Dan apakah mereka benar menebar paku di jalan?

Berapa banyak dari mereka yang kira-kira bekerja dengan jujur?

Tolong dijawab secara ilmiah.

Terima kasih.

12 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Kalo ilmiah jelas bukan bagian saya … ๐Ÿ˜ฆ

  2. Itu belum seberapa.!
    Yang lebih sial lagi tetangga sebelah saya.
    Jalan dengan santainya,tidak lupa dengan senyumnya yang ramah.
    Tentunya tidak sampai senyum-senyum sendirian kaya’ orang gila.
    Eh…masih ada aja yang ngejambret tas bawaannya.
    Entah karna tetangga saya yang kurang waspada,atau penjahat itu yang cukup ahli dalam kejahatannya.
    Yang lebih kejam lagi kucing saya,memangsa tikus dengan rakusnya.

    .
    *ikutan ngawur*
    *dari pada pusing berhitung*

  3. Memang Jakartanya sebelah mana mas? ๐Ÿ˜• Dulu saya sama temen sering naik motor di seputar Blok M-Pondok Indah-Kebayoran, tapi (seingat saya) ga pernah ban mendadak bocor. ^^’
     
    On related note, di dekat rumah saya dulu sempat ada sas-sus yg mirip, tapi korbannya lampu lalu-lintas. Konon katanya — konon lho ya ๐Ÿ˜› — lampu ybs ‘dikerjai’ supaya polisi cepek bisa beroperasi (jadi lampunya sering mati). Tapi sekarang udah enggak sih.

    Setiap kena sial, tukang tambal ban selalu siap membantu sekitar 200 sampai 300 meter.

    Tidak pernah saya mesti gandeng motor lebih 1 kilometer untuk mencai tukang tambal ban.

    Hmmmmmm… ๐Ÿ˜•

  4. Makanya, naik bus aja. :-”
     
    BTW, mau kopdar lagi? ๐Ÿ˜€

  5. no comment on garuda? ๐Ÿ˜ฎ

    wew, bad news is good news, yak…

  6. Asal jangan tebar paku di landasan Garuda! {/absurd}

  7. “jangan terlalu minggir kalau naik motor”, kata temen saya ๐Ÿ˜€

  8. dari sekian banyak pengendara motor; kenapa saya yang dipilih paku itu

    destiny? :-/
    .
    Sudah, ambil positifnya saja. Untunglah setiap ban bocor selalu ada tukang tambal ban yang siap menambal. Tidak usah terlalu berprasangka. ๐Ÿ˜€

  9. Kauw itu emang sedang sial, Gen…
    Sesial nasib kalo menjagokan salah satu klub sepak bola tapi kalah…

    *lirik postingan pilpres* ๐Ÿ˜Ž

  10. Tak ada yang menjawab pertanyaan saya ini. ๐Ÿ˜•
    .
    @lovepassword
    .
    Yo wis. Btw, OOT nih, Mas, saya dah lama mau tanya ini. Bisa ndak buka file dokumen/word yang dulu dipasword dan lupa passwordnya?
    .
    @ibeng
    .
    Iya ibeng. Itu emang belum seberapa.
    .
    @sora9n
    .
    Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan lah. Rumahmu di mana? :mrgreen:
    .
    @lambrtz
    .
    I can’t believe I just met you again; for the second time. ๐Ÿ˜€
    .
    @alia
    .
    Pembaca blog ini kayaknya tidak perduli. ๐Ÿ˜ฆ
    .
    @Kgeddoe
    .
    :mrgreen:
    .
    @watonist
    .
    Ah, tak valid itu wejangan. Di tengah jalan juga banyak paku!
    .
    @felicia
    .
    Ndak bisa. Negatifnya lebih layak diambil. ๐Ÿ˜€
    .
    @alex
    .
    Ya, nasib. Mau diapain lagi? Btw, postingan pilpres mana? Yang di rumahku yang satunya lagi?

  11. ^
    .
    Iya :mrgreen:

  12. Ya, saya ikut prihatin..
    Cuma saya gak bisa berhitung.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: