Pada Suatu Pagi Yang Hampir Siang di Restoran Pak Sapardi Saya Merasa Luar Biasa Lapar

November 30, 2009 at 4:42 am | Posted in gak jelas, ngoceh | 24 Comments
Tags: , ,

Mas, saya pesan sepiring ilalang panjang dan bunga rumput, yah. Minumnya es teh manis, atau es jeruk kelapa kalau ada. Kamu pesan apa? Ayo, cepet order. Mas, saya juga mau segelas batu di tengah sungai terjal yang deras. Yang segar, Mas. Yang masih basah. Eh, jadinya bagaimana? Mau pesan apa kamu? Mau pesan rasa sakit yang tak putus dan nyaring lengkingnya atau rasa lapar yang asing itu? Kamu jangan diam terus. Kamu ini bisu, apa!!?

Sudah jam sebelas lewat. Enam jam sudah berdua di Restoran Sapardi; makan ilalang panjang dan segelas batu di sungai terjal. Pak Sapardi. Saya mau tanya, Pak. Ke mana perginya ketupat sayur, nasi uduk atau bubur ayam menu rutin sarapan saya, Pak? Pak Sapardi, Anda ini gila apa!!? Puisi tidak bisa dikasih kecap! Tidak bisa dilahap sedap, Bapak!

Rasa lapar yang asing itu tidak enak rasanya.

Kita berdua saja, duduk. Aku memesan
ilalang panjang dan bunga rumput –
kau entah memesan apa. Aku memesan
batu di tengah sungai terjal yang deras –

kau entah memesan apa. Tapi kita berdua
saja, duduk. Aku memesan rasa sakit
yang tak putus dan nyaring lengkingnya,
memesan rasa lapar yang asing itu.

NB: Mereka benar, baca puisi gak bikin kenyang.

Advertisements

24 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. …kelewat puitis sampai-sampai akal sehat dikorbankan? Atau sampeyan aja yang sinis gara-gara lapar? πŸ˜€
    Dasar filsuf.

  2. Mas saya pesan jengkol semur,dengan lalap karang lautan kidul.
    Minumnya air sungai dari amazon.
    Ya,tunggu sebentar.
    Terdorong rasa lapar yang kejam,ku bentak pemilik warung makan,dan berkata.
    ‘mana pesanan saya,apa kamu tidak lihat saya hampir sekarat menahan lapar.
    Sebentar pak,pesanan bapak sudah saya pesan melalui jasa pengiriman.
    Rasa lapar yang kejam,menghilangkan kesabaranku tuk menunggu,kumakan meja sajianku dengan rakusnya.
    Kuteguk air hujan yang kebetulan hujan dengan hausnya.
    Dengan marahnya pemilik warung berkata’, paak…!, meja itu tidak untuk di jual…..!
    Gratis donk…!

  3. Terakhir saya singgah di restoran Sapardi, masih beraroma hujan 😎

  4. @nicholas
    .
    Saya betulan lapar. Jadi ngawur.
    .
    @ibenk
    .
    Wah, keren cerpennya! Better than mine. Gentole likes it.
    .
    @zephyr
    .
    Hanya Sapardi yang berfikir tidak ada yang lebih bijak dari hujan di bulan Juni. Haha…tak tau dia; ujan sekarang hampir di bulan apa saja. πŸ˜€

  5. Aku ingin…

  6. wah baca ini menjelang jam makan siang… bikin empati ikutan laper

  7. @mansup
    .
    Ya? Ingin apa? :mrgreen:
    .
    @illuminationis
    .
    Makan apa emangnya di Belanda?

  8. emang ada restoran sapardi ya?
    laper, sapardi, sastrawan,
    .
    jadinya kyk gini nih… πŸ˜•

  9. aku ingin…

    puisinya pak sapardi paling mumpuni buat nembak cewek… :mrgreen:

  10. @emina
    .
    Itu judul puisinya Sapardi: “Di Restoran”
    .
    @mansup
    .
    Tapi sudah terlalu terkenal puisi yang itu. Ada di kartu undangan kawinan segala. πŸ˜›

  11. @ mansup
    lha kalo puisi Aku Ingin buat nembak cewek, malah contradictio in terminis. Karena kata Sapardi tidak (sempat) diucapkan.
    .
    Kalo diucapkan jadinya gombal πŸ‘Ώ

  12. @ gentole
    Rata-rata makan siang roti, susu, keju, ham. Produk susu dan babi-oriented banget.

  13. @ illuminationis
    .
    tapi perempuan-perempuan yang saya bacakan puisi itu kan tidak tahu
    :mrgreen:

    Ah, sudahlah.. masa lalu πŸ˜†

    Bercinta Dengan Sederhana

    .
    aku ingin
    .
    aku ingin mencintaimu dengan membabi buta –
    dengan sebotol racun yang diteguk romeo
    tanpa sangsi yang membuat kematiannya jadi puisi
    .
    aku ingin kau mencintaiku dengan membabi buta –
    dengan sebilah belati yang ditikamkan juliet
    ke dada sendiri yang membuatnya jadi abadi
    .
    Saut Situmorang – 1999

  14. Kamu pikir,dengan segala pengorbanan dan ungkapan cintamu’.
    Dapat menarik hatiku.
    Maaf kawan,kamu terlalu jelek buatku dan terlalu bodoh tuk di bohongin.
    *sudah ku bilang,cewe itu matre,mengapa kamu masih nekat juga tuk merayu.
    Nampak jelas kebodohanmu,saat kau dengan bangga menggodanya di depanku.*

  15. Kita bahkan kehilangan senja ini
    Tak seorang pun melihat kita bergandengan tangan senja ini
    ketika malam yang biru turun ke bumi

    Aku menyaksikannya dari jendelaku
    pesta di mana senja tenggelam di puncak gunung-gunung yang jauh

    Sesekali sepotong mentari
    terbakar seperti sebuah koin di tanganku

    Aku mengenangmu dengan jiwa yang tergenggam
    dengan kesedihan yang tentu kau tahu itu

    Lalu di mana kamu waktu itu?
    Siapa lagi di sana?
    Bilang apa dia?
    Mengapa cinta menghampiriku tiba-tiba
    ketika perih dan dan merasa kamu begitu jauh adanya

    Buku yang selalu jatuh ketika senja tiba
    dan mantel biruku yang tergulung seperti anjing terluka di dekat kakiku

    Selalu saja, selalu saja kau mengabur lewat malam
    ke arah di mana senja pergi menghapus patung-patung

    [Pablo Neruda]

  16. Kamu pikir,segala pengorbanan dan ungkapan cintamu.
    Akan menarik hatinya.
    Maaf kawan,kamu terlalu jelek untuknya.
    Dan terlalu bodoh tuk di bohongi.
    Sudah kukatakan,cewe itu matre.
    Mengapa kamu masih saja nekat tuk merayunya.
    Nampak jelas kebodohanmu.
    Saat kau dengan bangga menggodanya di depanku.

    NB: supardi nampak bodoh.

  17. Akhir2 ini masbro sepertinya sering kelaparan. Kalo siang lupa makan, kalo malam rebus mie doang. Hanya kalo kencan makannya bagus. Duh…

  18. @illuminationis
    .
    Katanya vegetarian!??
    .
    @mansup
    .
    Haha si Saut akhirnya keluar juga.
    .
    @ibeng
    .
    Itu puisi siapa? Anda punya blog?
    .
    @frozen
    .
    I love Neruda’s poems.
    .
    @jensen
    .
    Tau aja bung Jensen ini.

  19. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
    dan penuh ketabahan hujan bulan Juni
    biarkan selembar daun ini terbaring sejenak di tamanmu
    sampai entah kapan kau bisa kutangkap

  20. Itu untuk temenku.
    Yang tiba2 nampak bodoh alias culun.
    Di kemas sedikit puitis,ngikuti tren pemilik blog.
    Tentunya anda tidak seperti teman saya bukan..!

  21. @ pemilik blog
    lha kan saya ga bilang itu menu makan siang pribadi. Itu menu orang lokal :mrgreen:

  22. @ Jensen
    .

    Akhir2 ini masbro sepertinya sering kelaparan. Kalo siang lupa makan, kalo malam rebus mie doang. Hanya kalo kencan makannya bagus. Duh…

    .
    *ngakak*
    .
    Nggak di blog Gunawan gak di sini, ada2 saja komenmu πŸ˜†

  23. @ Alex
     
    Eh, dah mulai rajin blogwalking brader satu ini. Baguslah! πŸ˜€

    Nggak di blog Gunawan gak di sini, ada2 saja komenmu πŸ˜†

    Halah, kaya’ baru kenal aja… :mrgreen:

  24. rasa sakit yang lengkingannya sampai melangit itu adalah nutrisi penuh giji dan vitamin serta mineral yang sangat di butuhkan tubuh pada masa2 pertumbuhan. πŸ˜€
    .
    pesanlah yang banyak dalam setiap menu makananmu πŸ˜‰


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: