Uneg-eneg

November 7, 2009 at 9:38 am | Posted in katarsis | 10 Comments
Tags: , ,

Untuk kesekian kalinya saya megunjungi pameran buku di JCC dan untuk kesekian kalinya juga yang saya temukan di sana adalah puluhan gerai buku yang tidak menjual buku; tetapi kertas yang dibuat tampak seperti ‘buku’. Dan, ya, ini harus saya sebut juga, untuk kesekian kalinya pula saya harus merasa risih dengan banyaknya ikhwan-akhwat di pameran buku; dengan janggut, kacamata dan jilbab besar mereka. Saya bukannya islamofobik atau sinis akut, hanya saja saya memang merasa terganggu sekali dengan berbagai perlambang kesalihan yang dipajang di muka umum. Entah mengapa saya kok jadi merasa seperti sedang mengunjungi sebuah kafe dengan banyak perempuan mengenakan tank top dan hot pants dan orang-orang sok keren.

Advertisements

10 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Ah, pertentangan soal simbol vs esensi lagi ya Om?

  2. Konon saya berjenggot panjang lo. Tinggal celana digulung dikit sampai di atas mata kaki :mrgreen:

  3. Simbolis maupun antisimbolis itu sama2 ngurusin simbol. Hi Hi Hi.

    Kalo saya mah tidak terlalu perduli , berusaha menyamankan diri dimanapun.

  4. Beli kaos hitam polos, sablon bendera Israel disitu, lalu pergilah ke tempat2 itu. Jangan lupa bawa golok tuk jaga2.

  5. tujuannya memang buat itu kan om? buat membedakan umat yang satu dengan umat yang lain? ada hadistnya kalau tidak salah….

  6. what wrong with that ?

  7. sori salah, gaya2an pake bs inggris, ternyata salah :mrgreen:

    what’s wrong with that ?

    bener ga ya~

  8. @amd
    .
    Gak juga sih. Ini sayanya aja yang bermasalah. Mungkin memang tidak harus dipertentangkan antara simbol dan esensi.
    .
    @mario
    .
    Kamu cocok Mar jadi militan.
    .
    @lovepasswod
    .
    Iya betul. Sebetulnya tak pelru dipersoalkan.
    .
    @jensen99
    .
    Itu ide yang bagus. Kayaknya saya kudu nyari baju berlambang palu arit dan bintang Daud. :mrgreen:
    .
    @mansup
    .
    Iya, khusus buat janggut memang ada haditsnya. Sudah tidak relevan lagi itu hadist. Tapi yah…
    .
    @ketiga
    .
    Duh, ampun Mbak, maap. 😀 Tidak ada yang salah kok. Sayanya aja nih yang suka kebayang masa lalu setiap kali melihat ikhwan-akhwat berkumpul.
    .
    Tapi bener deh, saya rada bingung, kenapa kok kalo urusan buku ikhwan-akhwat tuh selalu mendominasi, tetapi kok tak ada perubahan berarti yah dalam pandangan hidup mereka?
    .
    *dijitak*

  9. tidak ada perubahan berarti dlm pandangan hidup mereka?
    hm, coba mas gen tanya pada mereka langsung. mereka juga pasti akan berpikir hal sama terhadap mas gen bukan? 😀

    emg perubahan yang berarti itu menurut anda yang kyk gimana? apa yang anda pikir ttg ‘perubahan yg berarti dlm pandangan hidup’ itu sama dgn apa yang mereka pikirkan (dlm sudut pandang islam, tentunya, yg mereka anut). klo menurut sy itu sih relatif, krn secara umum, prinsip2 hidup yang sudah dipengaruhi keyakinan tertentu itu akan relatif.

    coba, bagaimana pikiran mas gen seandainya ada org yg blg ke mas gen : ‘mas gen ini hobi baca buku, mendominasi, pinter, filosofi, tapi kok menurut saya mas gen ga ada perubahan yang berarti lho…”. pdhl mas gen merasa yakin bhw ada perubahan luar biasa dlm diri mas gen sendiri.
    iya toh? :mrgreen:

    hehe

  10. @ketiga
    .
    Iya mbak betul sekali. Memang tidak adil lah menilai seseorang dari tampakan luar saja. Yah namanya juga manusia. 😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: