Karen dan Layla

October 19, 2009 at 2:37 am | Posted in berbagi cerita, Catatan, ngoceh | 10 Comments
Tags: , , ,

Ibu Karen — maksudnya Karen Armstrong — mungkin tidak secantik Ratu Rania, tetapi saya lebih suka Ibu Karen daripada Ratu Rania dari Yordania yang sepertinya sangat narsisistik itu (I wonder why Lambrtz adores her so much). Ibu Karen sepertinya orang yang baik hati dan pengertian. Ibu ini memang lebih cocok menjadi ustajah pengajian Kamisan atau Reboan ibu-ibu komplek perumahan ketimbang akademisi yang siap adu debat sama ilmuwan macam Sam Harris. Meski demikian, saudara-saudara pasti sudah dengar kabarnya, akhirnya si ibu itu menerbitkan juga buku yang konon ditulis untuk menangkis serangan Pak Harris dkk. Judulnya The Case for God. Sepertinya belum ada di Indonesia. Menyebalkan. Kudu pesan kalau mau beli. Saya sudah baca review-nya di jagad internet. Argumentasinya masih sama, cuma diparafrase saja. Masih tentang Tuhan yang tidak bisa dimengerti. Atau tentang agama yang tidak bisa dipahami hanya dengan mengandalkan logos/nalar dll. Tentang rasa, dan banyak hal lainnya yang memang tidak bisa diperdebatkan. Dan, ya, namanya juga apologi. Ujung-ujungnya ngeles juga. Atau, paling tidak, Ibu Karen hendak menunjukkan melalui buku barunya bahwa Bapak Dawkins dkk itu salah sasaran. Singkat kata, Ibu Karen menganggap Dawkins tidak tahu apa itu agama, dan yang pasti tidak tahu bagaimana orang beriman memandang Tuhan. Dari dulu sepertinya sudah begitu. Semua perdebatan antara pemikir bebas dan orang beriman itu seperti perdebatan orang tuli, atau perdebatan antara orang Cina yang tidak bisa berbahasa Arab dan orang Arab yang berfikir bahwa all Chinese look the same. Yang satu ke selatan, yang lain ke utara.

karen armstrong cr

Tidak yakin sih. Tapi ini mungkin Ibu Karen waktu muda? Manis juga.

Apakah bukunya Ibu Karen layak dibeli? Tentu saja masih. Hanya saja mungkin saya sudah tak lagi merasa perlu untuk mati-matian pesen di Aksara atau Kinokuniya dan bayar ongkos shipping. Toh, nanti jadi populer juga. Dan dijual dengan harga yang lebih murah di toko kecil macam Periplus. Nah, waktu browsing buku barunya Ibu Karen, saya malah nyasar ke situsย  Richard Dawkins. Di situ saya bertemu lagi dengan Layla Nasreddin a.k.a Lisa Bauer, seorang perempuan ‘Barat’ yang masuk Islam dan kemudian keluar lagi. Awal-awalnya sih, beberapa bulan lalu lah, saya rada terpesona gituh dengan komentar-komentarnya di forum Richarddawkins.Net. Kesannya keren aja. Khas penulis internet yang sangat berbakat tetapi sepertinya tidak bakal terkenal karena..yah, begitu, internet kan negeri Mediokristan; sehebat apapun tulisan Anda, paling mentok jadi bloger seleb. Setelah revolusiitu tidak ada lagi. Palingan jadi pembuat film tentang artis film dewasa dari Jepang. Nah, si Layla ini tidak suka sama Ibu Karen. Dicomotlah beberapa pernyataan Ibu Karen, dan kemudian dijadikan bahan tertawaan. Internet sucks indeed. Saya tidak menganggap Layla jahat, tetapi karena di Internet orang bisa copy-paste sembarangan, salah tafsir itu menjadi tak terhindarkan. Lah, wong, we don’t actually communicate. Kita hanya bermain-main saja dengan teks, dengan keyboard laptop/PC kita. Ah, maaf, jadi ngawur. Mari kembali ke Layla. Saya kira perempuan ini seperti siapa tuh penulis Infidel? *nanya Google* Oh, iya, Ayaan Hirsi Ali yang sepertinya sudah benci sekali sama Islam. Setaraf lah sama si Ibn Warraq itu. Tetapi ternyata tidak. Layla ini sepertinya masih menyisakan kekaguman pada Islam. Pada akun Goodreads-nya, beliau masih banyak membaca buku-buku tentang Islam, termasuk tentang arsitektur Islam yang di-rate lima bintang sama dia. Al-Qur’an terjemahan Mohammad Asad juga diaย  rate lima bintang. Sayangnya satu hal ini mengganggu saya. Layla menulis kan cerita bagaimana dia tersiksa menjadi Muslim. Ini tentu sah-sah saja. Apalagi untuk intelektual sekaliber dia. Tetapi kok penuturannya rada gimana gituh — terlalu perempuan, tak sedingin kritiknya pada Armstrong. Ditambah lagi dengan cover dan judul pres rilis dari tulisan dia, Women Details Dramatic Encounter with Radical Islam, yang diterbitkan majalah Free Inquiry, dengan gambar perempuan bercadar hitam. Klise. Setiap kali saya melihat gambar muslimah bercadar di majalah prestisius Barat, yang terbayang bukan para mullah dan imam-imam bajingan, tetapi orang-orang Barat yang xenophobic, rasis, bodoh, naif, penakut, brengsek dan menyebalkan! Ah, ya, tapi Layla belum tentu menyukai cover majalah itu.

Karen dan Layla. Yang satu mantan Katolik, yang lain mantan Muslim. Yang satu masih membela agama, yang lain berada di kubu Dawkins. Ah, dunia ini ada-ada saja. Saya sih tidak begitu tertarik dengan argumentasi Layla tentang Tuhan, Islam dll. Yang menjadi perhatian saya itu cerita beliau bahwa dia merasa tidak cantik dan akhirnya jatuh ke tangan imam yang jahat dan gila perempuan. Halah. Huaneh. Kalau melihat avatarnya sih, si Layla ini cuantik. Kenapa kok malah jadi ribet hidupnya sampai menikah dengan si imam sial itu? Ibu Karen tidak menikah biasa saja, tuh? Doh, begitulah, hidup tidak terbuat dari argumentasi -argumentasi dan postulat-postulat anti-falasi dll. Life is just that. It sucks.

NB:

35977

Avatarnya Layla

Di atas itu fotonya Layla atau Lisa. Saya tidak tahu apakah saya melanggar privasi orang dengan mengupload fotonya di blog saya. Entahlah. Kalo ada yang menyarankan saya untuk remove itu foto, akan saya remove.

Advertisements

10 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. nunggu laskar anime ngamuk anarkis :mrgreen:

    .
    .
    .

    * duduk di pojok sambil ngemil *

  2. Kalo saya mah nggak menyarankan foto itu diremove. Biarken sajalah. ๐Ÿ™‚

    Debat ateis vs agama lagi. Kadang asik kadang capek. Yah begitulah hidup. semua bergerak dan berproses. Jadi apa endingnya hanya waktu yang tahu .

  3. Apa yang mau diharap dari perdebatan para penganut Pokoknya!™? :mrgreen:
     
    BTW, apa ada tanggapan dari ibu Karen tentang omelan Layla?

  4. @g3mbel
    .
    Kayaknya tidak ada troll untuk tulisan ini. Kan fokus tulisannya bukan soal Tuhan dkk.
    .
    @lovepassword
    .
    Yah, biar sajalah. Membosankan memang. :mrgreen:
    .
    @jensen99
    .
    Kayaknya tidak ada dan tidak akan pernah ada tanggapan dari Karen. Si Layla tuh ketiban sial aja. She could have been like Karen if she had not met the ‘wrong’ Muslims. Hehehe….

  5. “Agama dan umatnya itu seimbang Tuan Gentole. Barangsiapa hanya memandang sisi baiknya saja, maka ia terbuai. Barangsiapa memandang sisi buruknya saja, maka ia depresi.” ๐Ÿ˜€
     
    /anybody got the reference?
    //not obscure

    Tentang rasa, dan banyak hal lainnya yang memang tidak bisa diperdebatkan.

    *ketawa-tawa teringat perdebatan 1-2 tahun lalu* ๐Ÿ˜†

  6. eh itu bener potonya bunda Karen yah? kok mirip Drew Barrymore ya ๐Ÿ˜• dan betewe, aku udah hunting itu Case for God sedari minggu lalu, dan hasilnya nihil! padahal aku udah ngidam2. menyebalkan! *curhat*

  7. @sora9n

    *ikutan ketawa-tawa*

    @lumiere

    She does look like Drew. ๐Ÿ˜• Aku gak yakin sih itu Ibu Karen. Mungkin perlu ditelusuri lagi. Soal buku beliau. Mending tanya orang yang lagi di Singapura aja. Kinokuniya di sana lengkap.

  8. Serious plug, though. I think internet atheists are among those of the most douche? Rasanya jarang betul ada forum yang isinya dominan “your everyday, friendly atheist”. ๐Ÿ˜• Tapi, ya, berhubung mereka kiblatnya ke Dawkins-Hitchens-Harris, nggak aneh juga.
     
    Saya sendiri lebih respek pada ateis generasi sebelumnya, e.g. Sagan, Hawking, atau Gould. Dalam artian mereka lebih simpatik dan tidak grasa-grusu mengedepankan converting mentality. Barangkali kalau para netter ateis lebih berguru pada Sagan, kutipan Bu Karen tidak akan diperlakukan sampai segitunya. But that may be just me.

  9. ^^
    .
    You mean friendly atheists like you? :mrgreen:
    .
    *ngumpet*

  10. ^

    Wut? I think everybody here knows that I am “agnostik tanpa embel-embel™”…? ๐Ÿ˜• :mrgreen:


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: