Tidak Menerima Karakter Anime

October 11, 2009 at 1:47 pm | Posted in gak jelas | 20 Comments
Tags: , ,
MBDGOWI EC013

ssssttttt... jangan berisik!

Bapak di atas adalah Rhett Butler, yang rela diperalat gadis berbisa seperti Scarlet O-Hara, agar bisa menidurinya, memaksanya jatuh cinta, dan kemudian meninggalkannya sendiri dalam sedu-sedan.

before-sunrise

Ehmmm....suit suiiiw!

Pria muda di atas adalah Jesse, yang tidak percaya cinta sejati itu ada. Yang ada hanya romantisme ala Eropa. Dan seorang teman wanita yang polos dan enak diajak ngobrol.

zizek_wed-784030

Wtf!!??

Om-om di atas itu Slavoj Zizek. Tidak usah ditirulah. Udah Marxist, Lacanian pula.

Gara-gara Lambrtz nih jadi males nulis. Posting gambar aja. Lagian, a picture pains a thousand words?

20 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Gara-gara Lambrtz nih jadi males nulis. Posting gambar aja. Lagian, a picture pains a thousand words?

    Lah kok saya disalahkan??? 😯
    Postingan terakhir saya aja cukup panjang. πŸ˜•
     
    Anyway, saya ga ngerti hubungan gambar-gambar yang ditampilkan dengan judul. πŸ˜•

  2. Cewe yang bawa seikat kembang itu , pacarnya Om Zizek ya..? πŸ˜• , coba kalau saya punya pacar kayak gitu, pasti asyik πŸ˜€

  3. ho oh,maksudnya apa ya judul itu di atas?
    Oya, istrinya zizek cantik 😳

  4. Tidak Menerima Karakter Anime

    Kalo animasi 3D mau nggak? :mrgreen:
     
    @ Frea
     

    Oya, istrinya zizek cantik 😳

    He? Iya gitu? πŸ˜•

  5. Saya yakin haqqul yaqin, maksud dari kalimat “tidak menerima karakter anime” itu seperti punya saya yang di Facebook, yang lebih bening, lebih smooth, lebih anggun, dan tentu saja cantik bukan kepalang! Link [ here ] πŸ˜›
    .
    .
    .
    » G3mbel

    coba kalau saya punya pacar kayak gitu, pasti asyik πŸ˜€

    Serius? πŸ˜•
    Atau perempuan yang seperti itu tipe sampeyan?
    .
    .
    .
    » Frea

    Oya, istrinya zizek cantik 😳

    Yang kek gitu dibilang cantik? πŸ˜•
    *sepertinya batasan dan kriteria “cantik” di kepala perempuan ada yang perlu dikaji ulang oleh para lelaki*

  6. @all yang mempertanyakan judul
    .
    Saya bingung kenapa anak-anak muda sekarang suka sekali dengan karakter anime yang menurut saya terlalu hiperbolik alias lebay; dari berbagai sisi tentunya. Menurut saya karakter yang sesungguhnya itu ada di dunia nyata; karakter yang benar-benar memiliki karakter, seperti Rhet Butler dan Scarlet O’Hara, Ethan Hawk dan Julie Delphie, dan…Zizek. Gara-gara ngeblog — baca blognya Geddoe — saya pernah beli CD bajakan Suzumiya. Malu nontonnya. Lebay. πŸ˜†
    .
    Jadi, gitu loh, karakter-karakter di atas itu real, tak seperti karakter anime model Candy-Candy yang lebay. Saya lebih suka karakter dalam buku sastra juga; itu juga jauh lebih real.
    .
    @lambrtz
    .
    Iya, maaf. Saya sedang mencari kambing hitam. Things did not go very well lately.
    .
    @frea, gembel
    .
    Itu foto pernikahan. Itu mantan istrinya, yang merupakan seorang sarjana dan anak profesor psikoanalisa. Sekarang sudah cerai, dan menikah lagi dengan perempuan yang konon lebih hot. Tapi saya gak dapet fotonya.
    .
    @sora9n
    .
    3D saya jauh lebih tidak suka; masih terlalu artifisial.
    .
    @frozen
    .
    Bagus, tapi tidak real itu pujaanmu.
    .
    Saya jatuh cinta sama Vivian Leigh, kamu jatuh cinta sama gambar!!!

  7. Saya bingung kenapa anak-anak muda sekarang suka sekali dengan karakter anime yang menurut saya terlalu hiperbolik alias lebay;

    Hoalah ini lagi. πŸ˜†
    Ini tentang cinta ya? Mungkin sampeyan perlu lihat 5 Centimeters Per Second. πŸ˜€
    Ah, tapi paling dibilang kaya sinetron juga. Susah memang menghadapi purist kaya sampeyan. πŸ˜•
    Dan, memangnya yang karakternya real itu yang kaya apa sih? Buat saya sih anime macam Neon Genesis Evangelion itu, walaupun bukan tentang cinta, sudah memiliki karakter yang kuat. Ya macam film-film action sci-fi lah. πŸ˜•
     
    Tapi saya ga nyangkal bahwa banyak anime yang menyebalkan, macam genre harem, loli. Makanya saya juga milih-milih kalau mau nonton anime / baca manga. Suzumiya jelas bukan tontonan saya. Entah kalau anak remaja macam Mbak Frea. :mrgreen:
     
    Ah, mungkin sampeyan mau nonton Kodomo no Jikan. Tentang primary schoolgirls with b*obs. :mrgreen:
    &nbsp
    @Frea

    Oya, istrinya zizek cantik

    Eh masa sih? πŸ˜•

  8. @lambrtz
    .
    Sepertinya ada generation gap.
    .
    Soal istrinya Zizek; itu soal selera, bung. Ada yang suka a-mild, dan ada yang suka djarum super.

  9. @ Ali Sastro

    Serius? πŸ˜•
    Atau perempuan yang seperti itu tipe sampeyan?

    .
    .

    πŸ˜† πŸ˜†

    untuk soal peyempuan sepertinya saya punya standar ganda . Untuk pacar ada kriterianya, kalau untuk istri lebih-lebih lagi πŸ˜›
    .

    itu si Om Zizek kok bisa kawin- cerai gituhh , kapasitas seorang filsuf sepertinya bukan sebuah jaminan sukses masalah beginian ya..? πŸ˜†
    bener kata mbah Sokrates atuh , kalau gak salah bunyi kek gini :

    .

    Suntinglah wanita yang sangat kamu cintai sebab jika kamu mendapat a god women you’ll be happy , tapi jika sebaliknya you got extrimely bad women you’ll become the greatest philosopher ever. Intinya jadi nothing to lose

    .

    saya cuma duga ada yang gak beres aja ama om Zizek itu. Karena menurut saya biasanya filsuf itu cuma merit sekali atau gak sama sekali. Tapi gak tau juga sihh πŸ˜•

  10. » Gentole/Ali Sastro

    Bagus, tapi tidak real itu pujaanmu.
    .
    Saya jatuh cinta sama Vivian Leigh, kamu jatuh cinta sama gambar!!!

    GRAAAA!!!
    Tak peduli real atau tidak, bukankah kita sama-sama melamunkan sosok yang jauh di atas awan, hah?! Hah?! Hah?! πŸ‘Ώ
    Apakah dengan crush on real creature, situ dengan sendirinya bisa mendapatkan hatinya dan mengawininya dengan mudah, ha?! πŸ‘Ώ
    .

    […] kamu jatuh cinta sama gambar!!!

    Biarinβ„’. Toh ndak ada dalam ayat al-Qur’an maupun hadist yang melarang seorang bocah jatuh cinta pada lukisan, beda dengan situuuu, jaga fandangan, ya akhi!

  11. » Lambrtz, The Founding Father of Front Pembela Anime

    Dan, memangnya yang karakternya real itu yang kaya apa sih? Buat saya sih anime macam Neon Genesis Evangelion itu, walaupun bukan tentang cinta, sudah memiliki karakter yang kuat. Ya macam film-film action sci-fi lah. πŸ˜•

    You are definitely right.
    .

    Susah memang menghadapi purist kaya sampeyan. πŸ˜•

    SAYA DI BELAKANG ANDA, KOMANDAN! \m/

  12. Udah komen tapi eror X(
    *komen ulang*

    @semua yang mempertanyakan janda Zizek :
    cantik kok, saya tanya teman-teman perempuan dan jawabannya adalah ; cantik. secara fisik lho, yang lainnya sih mana tahu :mrgreen:
    Mungkin memang benar ini cuma soal selera πŸ˜›

    @Mas Ali :
    Ga bisa di pungkiri, karakter anime itu memang banyak yang lebay (walaupun ada juga yang tidak). Buat saya, karakter anime itu menyenangkan sebab dia simpel dan ringan. Simpel dalam artian, relatif mudah mengenali sebuah karakter dengan tipe “Genki” atau “Tsundere” dsb. Thus karena kesimpelannya ini, mereka menyenangkan.
    Tapi ini bisa jadi menyebalkan. Karena simpelnya ini, sebuah karakter jadi terasa kurang menantang, kurang hidup, kurang nyata, kurang manusiawi(memang bukan manusia sih ya :P), kurang membingungkan, kurang rumit, kurang complicated, kurang menarik,dll. dan ini buat mas Ali yang menurut saya seorang humanis, pastilah ndak menarik
    Untuk saya pribadi sih, karakter anime itu menyenangkan karena ringan dan ga complicated. Tapi kalau di bandingkan dengan karakter real, masih menang karakter real lah. karakter anime kan di gilai karena ketidak nyataannya, IMO πŸ˜›

  13. @ Ali Sastroamidjojo

    Jadi, gitu loh, karakter-karakter di atas itu real, tak seperti karakter anime model Candy-Candy yang lebay. Saya lebih suka karakter dalam buku sastra juga; itu juga jauh lebih real.

    Sir. You may want to watch these:

    Grave of The Fireflies
    Spirited Away
    My Neighbor Totoro
    5 cm per second
    Toki o Kakeru Shoujo / “The Girl who Leapt Through Time”
    Ashita no Joe / “Tomorrow’s Joe”

    Atau yang genre-nya Sci-Fi, tapi rada serius:

    Neon Genesis Evangelion
    Ghost In The Shell
    Macross

    Jangan menilai dari Suzumiya, dong. Kalo itu mah, wajar aja situ gak dapet “nilai keseriusan anime”. πŸ˜†
     
    Etapi seperti kata lambrtz juga sih. Kalo emang dasarnya purist, ya, mau digimanain juga susah. (=3=)/
     
    *digebuk*

  14. @g3mbel

    saya cuma duga ada yang gak beres aja ama om Zizek itu. Karena menurut saya biasanya filsuf itu cuma merit sekali atau gak sama sekali.

    Hehe… emang itu orang kagak beres; banyak yang bilang dia itu cuma seleb dan tulisannya gak mutu. Nyleneh. Tapi lebih sakit Foucault yang nidurin mahasiswanya; gay pula.
    .
    @frozen

    Tak peduli real atau tidak, bukankah kita sama-sama melamunkan sosok yang jauh di atas awan, hah?! Hah?! Hah?!

    Saya melamunkan sesosok wajah dan juga tubuh; kamu gambar tok. :mrgreen:
    .
    @frea

    Untuk saya pribadi sih, karakter anime itu menyenangkan karena ringan dan ga complicated. Tapi kalau di bandingkan dengan karakter real, masih menang karakter real lah. karakter anime kan di gilai karena ketidak nyataannya, IMO

    Mungkin benar saya ini purist. Bukan karena simpelnya sih; tapi karena gak terasa real aja. Namanya juga kartun. πŸ˜€
    .
    @sora9n

    Jangan menilai dari Suzumiya, dong. Kalo itu mah, wajar aja situ gak dapet β€œnilai keseriusan anime”.

    Baik. Nanti saya coba yang lain.

  15. Kalau Live Action gimana? :p
    yang dipermasalahkan di sini tuh karena kurang kompleksnya karakter dalam anime atau karena bentuknya yang 2D ya? hehe…

  16. ^
    .
    Dua-duanya kali yak; yah simpel; yah 2D. Soalnya karakter novel lebih kuat aja; mungkin karena bayangannya 4D. πŸ˜€

  17. *Serius dulu*
    Memang sebetulnya reputasi Zizek itu bagaimana toh? Kalau yang saya lihat-lihat sepertinya dia banyak disarankan sebagai gerbang buat yang ingin icip-icip dunia filsuf berpipa saja? Apa dia memang tidak disukai oleh pemikir-pemikir yang lebih “legitimate”? πŸ˜•
    .
    Dan itu mantan istrinya memang cantik kan? πŸ˜• Standar kalian ini tinggi betul.
    .
    .
    .
    .
    .
    *Baru OOT*
    .
    Eh, saya kok dijadikan tolak ukur toh. Saya tidak bisa disebut penggemar anime kok β€” I have properly watched a grand total of 7 anime, a feat which a random fan might accomplish in a particularly bored holiday week. Apa dari luar memang kesannya saya geek begitu? πŸ˜• Tapi memang dulu saya menyukai Suzumiya, sebab dia digambarkan sebagai semacam Tuhan, dan saya yang sedang berontak (halah) dulu suka dengan satirisasi semacam itu. :mrgreen:
    .
    Tapi sejauh yang saya perhatikan sih memang menonton anime itu mengesalkan. Terlalu diidealisasi, terutama yang cinta-cintaan. Menontonnya kadang gemas sendiri. Barangkali karena ini medium berbudget tinggi, sehingga yang diproduksi pun mengikuti selera pasar. Komik biasanya lebih bagus, karena membikinnya murah. Kalau ini saya lumayan familiar, ada lebih banyak komik-komik yang saya anggap bermutu, kebanyakan berasal dari demografi “untuk dewasa” (dan tidak, bukan porno atau semacamnya), misalnya yang semacam Tezuka atau Urasawa.
    .
    Rasanya ada link di sini. Jadi sastra bakal selalu jadi yang terdepan dalam urusan kualitas (setidaknya memakai kacamata zeitgeist seni), sebab ia murah dan mudah dibuat?

  18. @Kgeddoe
    .
    Zizek memang kontroversial; ada yang menganggapnya serius, dan ada yang menganggapnya sebagai baut saja. Orangnya memang komikal komentarnya suka aneh; dia pernah bilang kalo orang vegetarian itu terbelakang dan bakal berubah menjadi monyet. Ya, filsuf kampus tak terlalu menyukai beliau.
    .
    Ya, mantan istrinya Zizek menurut saya cantik. Aris sama Lambrtz seleranya tinggi; demennya sama gambar-gambar orang Jepang mereka. Schoolgirls with b**bs, misalnya.
    .

    Rasanya ada link di sini. Jadi sastra bakal selalu jadi yang terdepan dalam urusan kualitas (setidaknya memakai kacamata zeitgeist seni), sebab ia murah dan mudah dibuat?

    Bisa jadi. Kan mereka lebih bebas, karena lebih murah.

  19. Schoolgirls with b**bs, misalnya.

    Enak aja. Saya ga demen kartun loli macam gituan! πŸ‘Ώ

  20. Tidak Menerima Karakter Anime

    Rasanya post ini menyindir ini… πŸ™„ :mrgreen:
     
    *Nanti komen lagi. Laper, ngantuk dan horny*


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: