Hunian Nyaman Di Sekitar Jakarta?

September 25, 2009 at 3:57 am | Posted in curhat | 27 Comments
Tags: , , , , ,

*Postingan OOT*

Tadinya saya bingung mau curhat di blog saya yang mana mengenai hal ini maklum pecandu Internet blognya banyak. Tapi mungkin di sini lebih produktif sedikit. Ceritanya saya ini sudah lelah sekali hidup nomaden dari satu kosan ke kosan lainnya di kota Jakarta yang semakin tidak rasional, reduktif, depresif, artifisial, dan bahkan kejam dan bengis ini. Saya mau tidak mau harus kredit rumah, yakni memanjatkan permohonan kepada kapitalis-kapitalis bajingan dalam jejaring perbankan nasional, yang saya tahu bakal meraup keuntungan besar dari upaya saya mencari ketenangan hidup bersama pasangan hidup di pinggiran kota. Masalahnya, satu, saya ini, meski kritis dan gak mudah diyakinkan, buta sama sekali soal KPR dan juga properti; dua, saya bukan Bill Gates atau juragan minyak Timteng, tapi cuma baut di sebuah perusahaan kelas menengah. Duh, seandainya memilih rumah semudah mereka yang mengatakan “semua agama [baca: perumahan dan bank] benar” atau mereka yang mengatakan “hanya Islam [perumahan A dan bank B] yang benar!” Sayangnya tidak. 😦

27 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Squatting! Pertahankan idealisme! Squatting! *berapi-api*

  2. Bogor bro, bogor…

  3. Ke Jogja aja! Jakarta sucks!
     
    Atau tinggal di kantor, beli sleeping bag. 😀

  4. @geddoe, lambrtz
    .
    Yang besar di luar Jakarta dan mungkin cuma sekali atau bahkan tidak pernah ke Jakarta seumur hidupnya dan sekarang jadi expat pengkhianat nusa dan bangsa di negeri tetangga musuh Indonesia sebaiknya tidak usah komentar.
    .
    😎
    .

    Atau tinggal di kantor, beli sleeping bag.

    .
    👿
    .
    @dana
    .
    Iya itu masuk itungan. Nama perumahannya apa bro? Ada info ndak?

  5. Kepulau seribu aja.nyaman dan tentram.
    *visit 1000 island*
    dalam rangka mempromosìkan wisata kepulauan jakarta.

  6. Bekasi mungkin bisa jadi pertimbangan tapi macet dan panasnya gila-gilaan sih.

  7. cibubur. tp hrs beli mobil dulu. tp suasananya msh dingin dan nyaman.

  8. @wan
    .
    Jaooooh. Masak kerja kudu nyebrang pulo.
    .
    @frea
    .
    Bekasi maap tidak masuk pertimbangan. Tinggal di Bekasi ya?
    .
    @arie
    .

    cibubur. tp hrs beli mobil dulu.

    Kan udah saya bilang:

    saya bukan Bill Gates atau juragan minyak Timteng

  9. Dana berapa? Punya uang berapa banyak untuk DP dan penghasilan per bulan berapa, soalnya nyicil itu kalau menurut penasihat keuangan baiknya maksimal 1/3 dari penghasilan.

    Di BSD gimana? Ada stasiun kereta. Harga rumah 300 juta ke atas (Kalau BSD sonoan dikit bisa lebih murah). Mesti ada rincian maunya kayak gimana (rumah besar/kecil, gated community atau bukan). Lokasi kantor dimana, dll.

  10. Kalo kantornya di Jakarta Selatan, daerah Tangerang bisa jadi alternatif IMO. Ciputat dan sekitarnya cukup feasible. Kalo agak jauh, Pamulang atau Serpong. tapi gempor juga kalo ga punya kendaraan
     
    Tapi, ya, saya ga bisa bantu soal KPR dsb.-nya. Cuma tahu daerah saja. 😛

  11. @nenda
    .
    Nah informasi itu yang aku cari. Aku sih bisanya DP di bawah 30 dan range harga rumahnya 100 sampai 200. Tapi kalau ada yang 300-san bagus banget yah mungkin bisa dipaksain. 😕
    .
    BSD emang ada yang baru? Bukannya udah over-kredit semua atau sudah direnovasi dan dijual lagi? Kalo harganya reasonable sih mau aja. Tipe rumahnya sederhana sajalah; asal decent.
    .
    Sebenarnya saya butuh info di mana perumahan baru yang decent dan anti banjir dengan harga sekian, DP sekian dan cicilan sekian. Browsing di Internet susah juga; overloaded informasinya. Ada banyak juga ternyata blog yang bicara soal rumah. Kirain blog cuma buat debat teori evolusi. :mrgreen:
    .
    @sora9n
    .
    Niatnya memang di pinggiran selatan Jakarta.

  12. Wah kalo ini mah nggak bisa bantu. Jauh dari jakarta aku mah

  13. walah, kalo info perumahannya sih saya nggak ada. Tapi yang pasti bogor belah manapun rasanya cukup asri buat ditinggali.

  14. Hmm, kalau maunya Selatan Jakarta, daerah yang bagus dari segi akses itu ya Ciputat, Bintaro, dan Serpong. Ketiga daerah ini bisa diakses pake kereta api soalnya (pecinta kereta api). Btw, punya kendaraan pribadi tidak? Ke kantor pakai apa?

    Kalau max 300 juta, masih bisa beli rumah di BSD tapi yang daerah lamanya kayak Sektor 1 gtlah, Tipe 36 tapi udah renov.

    Oh, ya kemarin nyokap beli rumah tipe 36 (luas tanah 72m) di Serpong Terrace. Harganya 200 juta-an gt. Lagi dibangun, akses kesana lagi dibagusin, btw. Bisa dilihat disini: http://www.cowelldev.com/index.php?option=com_content&task=category&sectionid=2&id=7&Itemid=78
    Walaupun lagi dibangun, kebanyakan sudah habis rumahnya kecuali kalau ada launching lagi. Perumahan di daerah Serpong rata2 habis terjual pas launching, dibeli ama orang yang mau invest dan yang emang pengen rumah beneran.

    Kalau mau yang masih lebih murah lagi, coba dicari di daerah BATAN Indah. Deket Pasar Serpong dan Stasiun Serpong dan syukur2 punya tetangga yang ahli nuklir, hihihihi.

  15. […] komentator pertama di post saya sebelumnya mengungkit gagasan tentang squatting dan tinggal di kantor. Mereka bergurau tentunya. Tapi kedua […]

  16. Oh, ya tambahan. Punya kartu kredit gak? Kalau punya dan catatan kreditnya bagus (bayar tepat waktu selalu) biasanya lebih mudah dapet KPR.

  17. Ja, saya memang tinggal di daerah Bekasi :mrgreen:
    Ga masuk pertimbangan ya? Padahal lumayan sih, cuma ya itu, mungkin akan banyak makan hati nya 😛

  18. @lovepassword
    .
    Tidak apa-apa, Mas.
    .
    @nenda

    Btw, punya kendaraan pribadi tidak? Ke kantor pakai apa?

    Supra fit! Hehe…masih nabung-nabung ini. 😀 Sekalian buka mata buka telinga bila ada pekerjaan yang berkenan menggandakan gaji yang sekarang saya dapatkan.
    .

    Oh, ya kemarin nyokap beli rumah tipe 36 (luas tanah 72m) di Serpong Terrace. Harganya 200 juta-an gt. Lagi dibangun, akses kesana lagi dibagusin, btw. Bisa dilihat disini

    Ini lmumayan menarik. Nanti saya tanya-tanya deh. Barusan aja saya ke Graha Raya daerah sekitar Bintaro; ada yang baru dibangun, 72m juga. Di spanduknya sih sale; 219 jutaa, bunga KPR 10 persen. Eh pas ditanyain KP-nya ternyata kudu “cash keras” alias bayar lunas selama sebulan. Kalo mau jalur KPR biasa 250 jutaan, dp 50 jutaan, angsuran 2 jutaan. Bunga KPR 20 persen!! Sebenarnya tak apa sih; namanya juga kekuatan pasar, gak bisa dilawan. Tapi rumahnya tak terlalu menarik hati.
    .

    Kalau mau yang masih lebih murah lagi, coba dicari di daerah BATAN Indah. Deket Pasar Serpong dan Stasiun Serpong dan syukur2 punya tetangga yang ahli nuklir, hihihihi.

    Tetanggaan sama mutan?
    .

    Oh, ya tambahan. Punya kartu kredit gak?

    Kagak. Tidak pernah minat. Tapi kawan saya nawarin KPR BRI syariah; masih keder.
    .
    @frea
    .
    Saya kerjanya di jaksel perbatasan jakbar. Kayaknya kejauhan deh.

  19. Sudah mempertimbangkan alternatif selain rumah?
    Apartemen bersubsidi atau apartemen biasa misalnya?

  20. ^

    Apartemen bersubsidi atau apartemen biasa misalnya?

    Sudah. Dan jawabannya tidak berminat. Say mau tinggal di atas tanah; bukan bangunan bertingkat.

  21. Gue rasa tangerang layak di pertimbangkan..!
    *tapi gue juga gak tau bagian mana*

  22. Kalau gak sreg mendingan cari2 dulu.
    Btw, kalau punya motor itu bagus supaya range jarak rumah dan kendaraan umum bisa makin jauh. Tapi btw, kalau misalkan mau naik motor saja ke kantor situ sih mendingan cari di daerah Bintaro atau Ciputat, Ciledug gak recomended soalnya banjir.

  23. range jarak rumah dan kendaraan umum bisa makin jauh.
    => ini maksudnya jarak dari rumah ke stasiun atau terminal bisa lebih jauh dibandingkan kalau tidak punya kendaraan sendiri.

  24. Hendak beli rumah? Ohh.. Berarti sudah mantap mau menikah 😎

  25. *menunggu undangan perkawinan*

  26. @ibeng
    .
    Iya. Ini lagi dicari.
    .
    @nenda
    .
    Iya ini prioritas memang di situ; daerah tangerang.
    .
    @zephyr
    .
    Ya betul. Tapi alasannya lebih karena saya capek ngekos.

  27. Hati hati membeli rumah di Serpong Terrace
    Developer tidak serius membangun, saya adalah pembeli tahap I saat peluncuran perdana di bulan Agustus 2008, (jadwal penyerahan seharusnya Agustus 2009) hingga bulan Nopember 2009 ini rumah belum jadi, (udah 6 bulan macet) kami hanya dapat pondasi dan dinding saja,
    Kami sudah tanyakan ke developer, jawabannya hanya janji saja tetapi tidak pernah ditepati.
    Padahal rumah sudah kami bayar cash, konsumen di blok D dan B, juga mengalami hal yang sama, sudah akad kredit dan membayar cicilan tetapi rumah tidak juga dibangun. Selain itu perumahan ini tidak punya aliran pembuangan air keluar lokasi karena pengembang ternyata tidak membebaskan lahan untuk got keluar sehingga air terkumpul di perumahan (potensi banjir). Maka silakan lihat di lokasi dulu, jangan percaya janji manis marketing.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: