Aku Ingin Pulang…

August 16, 2009 at 1:46 am | Posted in refleksi | 18 Comments
Tags: , , , ,

Milan Kundera pernah bertanya; mana yang lebih baik, ringan atau berat? Ini tentu bukan soal fisika yang hendak dijawab mahasiswa MIPA. Kundera melontarkan pertanyaan itu karena ia hendak bercerita tentang Thomas yang mesti memilih antara hidup yang ringan seperti Sabina dan yang berat bersama Tereza. Hidup itu ringan bagi Sabina, karena baginya seks adalah kesenangan semata; tidak perlu dibikin ribet oleh yang namanya komitmen. Bagi Sabina, tidak ada itu kalimat: hidup ini tidak ada artinya tanpa dirimu…Lain halnya dengan Tereza; yang berfikir bahwa seks, seperti cinta, tidak bisa dibagi-bagi. Perempuan yang ini dikutuk untuk selalu merasa insecure, pokoknya cinta mati lah sama si Thomas, dan tidak pernah bisa membayangkan tambatan hatinya itu bermain cinta dengan perempuan lain. Bagi Tereza, lebih baik menusuk jemari dengan jarum ketimbang melihat Thomas bercinta dengan perempuan binal. Mana yang lebih baik; punya pacar bebas seperti Sabina atau posesif seperti Tereza? Ini menurut saya lebih dari persoalan psikologi semata yang bisa dikalkulasi untung dan ruginya; karena variabel utamanya tidak jelas; apakah Thomas punya cukup cinta untuk memikul beban hidup Tereza?

Tidak ada jawaban benar atau salah secara obyektif dari pertanyaan filosofis yang dilempar Kundera. Semuanya benar, dan juga salah, tergantung konteks kehidupan Anda. Pokoknya tidak bisa dibandingkan. Nah, soal ringan dan berat itu satu hal; ada hal lain yang beberapa hari ini menjadi pertanyaan saya dalam benak.

Pulang atau Pergi?

Bagaimana Anda memandang hidup Anda? Entah kenapa, saya selalu membenci pergi, bahkan untuk bertamasya sekalipun. Dua alasan mengapa saya berpergian: yakni, satu, saya hendak ke suatu tempat yang betul-betul mau saya kunjungi, dan, dua, saya tahu saya akan kembali. Jadi, saya tidak mau pergi ke tempat asing yang tak ingin saya kunjungi just for the sake of leaving, dan untuk selamanya. Ini mungkin karena saya orang Jawa; tidak punya jiwa rantau. Bagi saya hidup adalah perjalanan pulang. Bukan hanya pulang ke rumah di mana ayah dan ibu dan kenangan masa kecilΒ  berada; hidup itu sebuah perjalanan pulang secara keseluruhan. Katakanlah begini: Bila Tuhan ada, saya merasa sedang berjalan pulang menuju-Nya. Bagaimana dengan Anda? Anda merasa sedang pergi atau pulang?

PS: Saya tidak terinspirasi Lambrtz pasang lagu Ebiet.

18 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Kalo dibaca2 lagi prolognya gak penting dan gak perlu dibaca. Tapi mau dihapus sayang; udah terlanjur ketulis. πŸ˜•

  2. Pulang pergi naik angkot saja πŸ™‚

  3. Bagaimana Anda memandang hidup Anda?

    Merantau. Meneruskan garis keturunan di LN, membuat kampung halaman baru di sana, sambil sekali-sekali pulang ke Indonesia.
    Salah satu mimpi saya adalah adanya Indonesian diaspora, seperti halnya orang Cina dan India. Sekarang ini kayanya jumlahnya kurang banyak. πŸ˜•
    .
    Kalo masalah keTuhanan…well, entah saya “pergi” ke Tuhan atau “pulang” ke Tuhan. Emang rumah kita di mana sih? :mrgreen:
    .
    *liat video embedan*
    Ga baca PS
    Masang lagu Ebiet, nyontek sayah! πŸ‘Ώ

  4. saya sedang dalam perjalanan pulang πŸ™‚

  5. Ini menurut saya lebih dari persoalan psikologi semata yang bisa dikalkulasi untung dan ruginya; karena variabel utamanya tidak jelas; apakah Thomas punya cukup cinta untuk memikul beban hidup Tereza?

    Tidak ada jawaban benar atau salah secara obyektif dari pertanyaan filosofis yang dilempar Kundera. Semuanya benar, dan juga salah, tergantung konteks kehidupan Anda. Pokoknya tidak bisa dibandingkan.

    Sebab semua peristiwa hanya di rongga dada,
    Pergulatan yang panjang, dalam kesunyian…
     
    *genjrang-genjreng*

  6. @ lambrtz
     
    Wah, kalau mau diaspora Indonesia, sepertinya perlu bond yang tidak biasa. Diaspora Cina, India, Yahudi, AFAIK pengikat utamanya ras/suku bangsa. Sementara orang Indonesia sukunya tersebar dari Sumatra, Jawa, hingga Sulawesi dan Papua. ^^;
     
    Kalau pengikatnya ideologi (e.g. “Pancasila”), barangkali bisa berhasil. πŸ˜›

    [/sori OOT]

  7. ^
    Iya sih, itu yang repot. Tapi mau dibilang Javanese diaspora (mengingat saya orang Jawa) kok kayanya kurang mantep. Begitu juga dengan suku-suku yang lain.
    .
    Tapi bukannya katanya Indonesia itu negara yang nasionalis, yang Bhinneka Tunggal Ika, yang berbeda-beda tetapi satu jua? Dengan semangat Pancasila dan Gadjah Mada-ian Nusantara, kita sebarkan benih-benih bangsa di negara lain. πŸ˜€ *halah*
    .
    *nyadar*
    Kok bisa dipisah antar paragrafnya?? 😯

  8. Maunya sih pulang

  9. Mana yang lebih baik; punya pacar bebas seperti Sabina atau posesif seperti Tereza?

    Selama si dia gak reseh atau selingkuh saat saya hangout dengan teman2, ya Tereza-lah! πŸ˜†
    .

    Bagaimana Anda memandang hidup Anda?

    Pulang dunks!
    .
    @ lambrtz
    .
    AFAIK diaspora India mayoritas terjadi karena paksaan penjajah Inggris dulu, sementara orang China memang ada jiwa perantau. Kalo orang indo yang umumnya tiap tahun musti mudik gitu, di jaman merdeka gini susah banget-lah kalo diharapkan diaspora secara sukarela. πŸ™„
    Di Papua sini, daripada diaspora ya mending merdeka-lah! πŸ˜†

  10. AFAIK diaspora India mayoritas terjadi karena paksaan penjajah Inggris dulu,

    *tepuk jidat*
    .
    Dengan alasan itu saya batal menulis Yahudi, tapi kok India bisa masuk ya. πŸ˜•
    .
    Jadi OOT nih. :mrgreen:

  11. sedang menunggu untuk dijemput bang, Pulang.. :mrgreen:
    .
    Eh itu.. Tereza? Sabina? πŸ˜• kok familiar yah?
    itu unbearable lightness of being bukan?
    .
    well, sebentar lagi Ramadhan tiba πŸ˜€ selamat beribadah, maafin salah2 saya ya Bang (walau ndak yakin pernah punya salah πŸ˜› )

  12. pulang – pergi, apa harus diasosiasikan dengan tempat, lokasi?

    di film2 malah diasosiasikan dengan pasangan (anggaplah seperti pulang ke bapak ibu bagi orang indonesia hehehe). itu tuh, di film Munich, agen Mossad bilang sama istrinya; “you are my home”, waktu mereka harus pindah keluar negeri untuk alasan keamanan.

    gw sekarang pulang kampung, setelah bertahun-tahun pergi dan tinggal di kota-kota berbeda, kampung gak serasa “kampung” lagi. mungkin lingkungannya berubah, or i’m not the same person who left this place years ago.

    apa berarti gw orang yg pergi?

    (Thomas milih Tereza, dan dua2nya sama2 menderita πŸ˜€ )

    *curcol

    kayanya, pulang kepada-Nya ide bagus…

  13. @lovepassword
    .
    I know someone will say that.
    .
    @lambrtz (1)
    .
    Soal diaspora ini pernah saya bahas sama kawan dari Pakistan. Katanya memang orang Asia Tenggara tidak ada yang punya mental diaspora. Bahkan, orang Filipina sekalipun; yang bahasa Inggrisnya paling bagus, masih kepikiran pulang setelah lama pergi. Dugaan saya sih itu karena kita dianugrahi kekayaan alam yang berlimpah. Jadi gak ada desakan untuk pergi dan bikin peradaban baru di luar negeri’ TKW itu bukan diaspora. Karena, seperti saya, mereka pergi untuk kembali.
    .
    @sora9n
    .
    Nah, iya itu. Lagu Ebiet memang sangat nyastra and filosofis. *halah*
    .
    @lambrtz (2)
    .
    Javanese diaspora? Ke Suriname? Hehehe… Teori saya sih bukan ikatan kesukuan yah; sebuah bangsa itu harus menderita untuk bisa diaspora. India itu ledakan penduduknya gila-gilaan; meski perekonomiannya maju, income gap nya lumayan gede, sehingga banyak orang berjuang melawan kemiskinan. Cina juga demikian dari jaman dulu. Yahudi, kita tahu, kelamaan ditindas.
    .
    DAN YA SORA ITU GIMANA KO BISA ADA SPASINYA?
    .
    @dana
    .
    Mang pergi kemana Mas?
    .
    @jensen99
    .
    Hehehe Tereza itu reseh!
    .
    @lumiere
    .
    Ya betul novel itu. Mau puasa yah? Doh…
    .
    @alia
    .

    gw sekarang pulang kampung, setelah bertahun-tahun pergi dan tinggal di kota-kota berbeda, kampung gak serasa β€œkampung” lagi. mungkin lingkungannya berubah, or i’m not the same person who left this place years ago.

    That’s an issue indeed.

  14. @ lambrtz | gentole

    Kok bisa dipisah antar paragrafnya?? 😯

    DAN YA SORA ITU GIMANA KO BISA ADA SPASINYA?

    Hanya orang2 berhati bersih yg bisa melakukannya (=3=)/ Lah, saya malah kaget masbro2 ini baru sadar. Perasaan udah lama saya ngomen di blog mas gentole kayak begitu. ^^;
     
    BTW, triknya begini: setiap kali mau jeda paragraf, tambahkan “& nbsp; ” (tanpa spasi tanpa kutip). Nanti bakal diloncatin satu line sama blognya.
     
    Contoh:

    [Paragraf #1]
    & nbsp; (tanpa spasi)
    [Paragraf #2]

    Hasilnya:

    [Paragraf #1]
     
    [Paragraf #2]

    Begitu. ^^

  15. ^
    *catet metode Sora*
     
    *sekalian uji coba*

  16. wew… ^o^ berhasil! trims suhu.. ^:)^

  17. Saya mengucapkan SELAMAT menjalankan PUASA RAMADHAN.. sekaligus Mohon Maaf Lahir dan Bathin jika ada kata kata maupun omongan dan pendapat yang telah menyinggung atau melukai perasaan para sahabat dan saudaraku yang kucinta dan kusayangi.. semoga bulan puasa ini menjadi momentum yang baik dalam melangkah dan menghampiriNYA.. dan menjadikan kita manusia seutuhnya meliputi lahir dan bathin.. meraih kesadaran diri manusia utuh.. meraih Fitrah Diri dalam Jiwa Jiwa yang Tenang

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang β€˜tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

  18. Kalau aku ingin pergi, pergi ke rumah yang baru nan indah (rumah buyutku). Soalnya aku gak punya rumah disini, rumahku sebentar lagi kena gusur…..Kalau mau pulang juga pulang kemana, wong aku lahir disini dan hidup disini. Ada yang bilang aku harus pulang ke rumah buyutku, tapi aku bukan dilahirkan di rumah buyutku, jadi ya aku harus pergi ke rumah buyutku.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: