Konfrontasi

July 27, 2009 at 12:55 pm | Posted in berbagi cerita | 11 Comments
Tags: , ,

Kejadiannya begitu cepat. Yang saya ingat besi-besi dingin menerobos mulut saya. Ini kali kedua tangan-tangan asing melakukan invasi ke daerah pribadi sahaya. Tiba-tiba saja saya menjadi perawan. Takut. Malu. Tak berdaya! Dalam hati saya berdoa, “please, be gentle, be gentle.” Dan, belum apa-apa udah: tuk tuk tuk tuk tuk tuk. Wtf!! Sakit enggak, Mas, tanya Bu Dokter – rhetorically, sepertinya. Karena yang dipukul gigi yang bolong! “Dicabut dua-duanya aja ya, Mas.” Glek. Saya membisu, memandang si Mbak asistennya Ibu Dokter yang begitu muda dan polos, seperti sudah terbiasa melihat wajah takut dalam ruang bawah tanah yang gelap dan lembab itu. Besi. Cairan. Kapas. Besi lagi. Kapas lagi. Cairan lagi. Mulut saya diobok-obok lagi. Sedikit bergetar saya bilang: “Jangan dicabut, Bu. Kalo bisa ditambel, ditambel aja.” Si Ibu itu mikir. Dan…permohonan saya dikabulkan. Alhamdulillah. Tetapi teror belum berakhir. Untuk memastikan bisa ditambal, Bu Dokter melakukan semacam pengujian. Dan, saya melihat bor! “Ngiiiiiiing! Ngiiiiiiing! Ngiiiiiiing!” Saya melihat asap dari mulut saya, tapi tidak yakin apakah itu asap panas atau serpihan gigi saya. Ego semakin kecut sesaat sebelum Ibu Dokter bilang: “Oke, udah selesai. Nanti dua minggu lagi ke sini lagi yah.” Saya mengumpat diam-diam: Sial. It’s not over yet.

PS: Baru pulang dari dokter gigi. Tulisannya agak hiperbolik, but I’m telling the truth.😀

11 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Pertamax dululah. Lanjut baca …

  2. Tulisannya sangat hiperbolik

    Fixed.

  3. Perasaan seingatku kamu punya penderitaan yang sama dengan Kang Aris di Esensi itu. Jangan-jangan kalian gigit gigitan😉

  4. Ini kali kedua tangan-tangan asing melakukan invasi ke daerah pribadi sahaya. Tiba-tiba saja saya menjadi perawan. Takut. Malu. Tak berdaya! Dalam hati saya berdoa, “please, be gentle, be gentle.” Dan, belum apa-apa…

    Tadinya saya mengira, blog ini ganti haluan jadi penyedia konten ehem-ehem. Eh, tahunya cuma cerita ke dokter gigi. Kecewa saya.😐
     
    *dilempar sandal*
     
    BTW, udah lama nggak main ke warung kecap gentole. Ada menu baru?😛

  5. Agustus giliran saya yang dikerjain dokter gigi😥

  6. …..
    Dan saya masih takut sama dokter gigi…
    *mencoba terus denial bahwa gigi mulai senut-senut dan gak jelas*

  7. Apapun kejadiannya, yang jelas, saya turut berbahagia😀
    .
    .
    .
    … *Agustus geraham kanan musti dicopot pulak, bah!*
    *Cabut Gigi Jilid 2*

  8. saya malah suka denger suara bornya. rasanya menggelitik, hohoho…
    arghhh…saya belum operasi geraham saya. biayanya 3 juta, soale😀

  9. ^
    3 juta??!!o_O

  10. @joe
    Kalau di FKG lebih murah lho…
    Ketemu sama calon drg lagi ;))

    Masalahnya… calon… mulut kok dibuat coba2…😛

  11. @lambrtz
    .
    Hehehehe…suka begitu nih, Mas Labmrtz. Gimana kantin A? Aku jadi kangen bus NTU dn MRT negeri jiran.
    .
    @lovepassword
    .
    Gigit Esensi langsung sakit gigi.
    .
    @sora9n
    .
    Hehehe…gimana? Saya bakat yah?:mrgreen:
    .
    @illuminationis
    .
    Wah untuk seorang pengikut Sidharta, tidak masalah toh pergi ke doker gigi?
    .
    @frea
    .
    Harus dilawan, Mbak. Dikonfrontasi obyek rasa takutnya.
    .
    @Andre
    .
    Makasih. Lah, masih ada lagi? Kenapa gak sekalian?
    .
    @joesatch
    .
    Serius tiga juta. Pake gigi emas?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: