Tujuh Tipe Pendengar Musik Versi Adorno

April 7, 2009 at 8:00 am | Posted in iseng | 24 Comments
Tags: ,

Saya iseng-iseng browsing soal tipe pendengar musik dan menemukan sebuah artikel yang mengutip pendapat Theodor W. Adorno. Mereka yang tidak menyukai kategori asal-asalan saya di post sebelumnya kali merasa lebih terwakili dalam daftar tujuh tipe pendengar musik yang dibuat oleh filsuf Mazhab Frankfurt ini. Sumber: blog Mas Indra Aziz (Saya tidak kenal siapa beliau, kebetulan nyasar ke blognya aja. Tulisan beliau saya kopas kemudian saya edit semau saya sedikit).

adorno5

Bapak Adorno

1. Expert Listener (Pendengar Ahli): Mengikuti perkembangan musik. Mampu menjelaskan berbagai unsur sebuah karya musik dalam istilah teknis; memahami bangunan, keterhubungan, keterkaitan serta hubungan harmonik yang ada di dalamnya. Profesional. Jarang ditemui. (Red: Saya menemukan situs lain yang menjelaskan soal “expert listener” ini. Saya tidak pakai kutipan Mas Indra dalam penjelasan ini. Kira-kira begitulah maksudnya)

2. Good Listener (Pendengar Yang Baik): Mampu mendengarkan elemen-elemen yang tersebut di atas, namun tidak memiliki kesadaran tentang keterlibatan teknis dan struktural dari sebuah karya.

3. Cultural Listener (Pendengar Kultural): Menghargai musik sebagai suatu aset kebudayaan.

4. Emotional Listener (Pendengar Emosional): Tidak didefinisikan oleh objek yang mereka dengarkan tetapi keadaan mental yang timbul dari objek yang didengarkan.

5. Resentment Listener (Pendengar Fanatik): Sangat setia kepada satu jenis musik tertentu, sehingga tidak menerima segala bentuk penyimpangan kepada norma dan peraturan jenis musik tersebut.

6. Entertainment Listener (Pendengar Untuk Hiburan): Adalah tipe pendengar yang menjadi target industri; musik dianggap sebagai “selingan yang nyaman”.

7. Anti-Musical (Anti-Musik): Karena masyarakat terdiri dari orang yang mendengarkan musik dan yang tidak, maka Adorno mengklasifikasikan mereka sebagai sebuah tipe Anti-Musical.

Saya tidak pernah membaca kategorisasi ini sebelumnya. Kok bisa sama-sama berfikir ada tujuh tipe pendengar yah? Agak mirip pula. Hmmm…jangan-jangan Adorno punya mesin waktu untuk pergi ke abad 21 dan melihat blog saya dan memutuskan untuk mencuri gagasan saya!! Adorno ngejiplak tulisan saya. Saya akan melakukan verifikasi dan investigasi terhadap kasus ini!

Advertisements

24 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. *baca paragraf terakhir*
    Hidup konspirasi!

  2. hey, great minds think alike..hehe naon deui..

    tapi ada gitu yg anti musik?

  3. @Irene
    .
    Nih. 😛

  4. @lambrtz (1)
    .
    :mrgreen:
    .
    @lambrtz
    .
    Ada dong. Mau bukti?
    .
    @irene
    .
    Thank you. 😀

  5. Komentar di atas terbalik. Yang buat Irene malah buat Lambrtz. Fasilitas edit komentar WordPress henk wullem kayaknya.

  6. Henk Wullem?? 😕
    .
    Pake Internet Explorer bisa kok. Tauk nih, akhir-akhir ini error fitur itu.

  7. Ah…. pasti ada lah kaum anti musik yang menganggap musik itu haram.
    *memori buruk masa kuliah :P*

  8. @lambrtz
    .
    Maksudnya rusak.
    .
    @dnial
    .
    Kalo gak denger musik; apa bisa disebut “pendengar musik”? 😕

  9. wahahk oyaya taliban…
    jadi inget quakers. mereka juga dilarang (kalo ga dilarang, dianjurkan untuk tdk) denger musik, tapi mungkin not as strictly as the Taliban. bedanya mereka ga bawa senjata :D.

  10. Dan dari tujuh tipe menurut Adorno itu, jelas ia merasa posisinya sendiri ada di posisi pertama. Itu orang ‘kan sedikit elit dan egosentris orangnya. Seni adalah sesuatu yang mahal baginya. Mungkin jika hidup di zaman sekarang, ia akan mencibiri Paul Gilbert dan Joe Satriani yang tak sepadan dengan Bethoveen atau Bach yang dipelajarinya saat masih kanak-kanak 😆
    .
    Musik, adalah sesuatu yang subjektif, seperti halnya penilaian saya pada Adorno di atas itu. Memercayai kategori Adorno, Gentole atau Abuya Teungku Alex© adalah konyol, bukan? :mrgreen:

    Karena…


    Can a man who’s warm understand one who’s freezing?
    Alexander Solzhenitsyn, “One Day in the Life of Ivan Denisovich”

    🙄

  11. saya tetap sinkretis. btw, temen saya pernah cerita temennya anti musik. dia pernah bilang gini, “ngapain sih denger musik, buang-buang waktu aja…” weleh-weleh… :mrgreen:

  12. saya no 4 & kadang no 6

  13. sitijenang
    .
    Buat saya malah musik itu untuk memperbaiki mood. Kalo mood lagi ancur, denger musik tertentu jadi semangat lagi :mrgreen:
    ____

    Mas gentole, ada teori yang mengatakan bahwa saat kita sedang memikirkan sesuatu sebenarnya kita sedang memancarkan gelombang elektromagnetik ke seluruh penjuru dalam posisi Quantum. Dan gelombang itu akan meresonansi pada frekwensi yang sama.
    .
    So jangan heran kalo kita menemukan orang yang memiliki pikiran yang sama dengan kita. bahkan yang dari zaman jauh sebelum atau sesudah kita.

  14. Sepertinya saya Expert Listener kalo God Bless; Good Listener kalo Slank, Cultural Listener kalo Black Brothers; Emotional Listener kalo EdanE; Resentment Listener kalo Gigi; Entertainment Listener gak mungkin, karena penikmat bajakan (merugikan industri musik); Anti-Musical kalo ST 12. :mrgreen:

    *diinjek gentole*

  15. wah saya gado-gado, 1,2,3,4,5,6 campur aduk semua 🙄

  16. Saya nomor 8.

    Lho, kok gak ada nomor 8? 😕

  17. @irene
    .
    Amish?
    .
    @alex
    .
    Betul lex. Setuju. Jadi kamu ada di kategori mana? :mrgreen:
    .
    @sj
    .
    Temannya punya musik sendiri kali?
    .
    @tomy
    .
    Hoo
    .
    @snowie
    .
    Wah, betulkah Mbak Snowie? Jadi sapa yang nyontek nih? 😕
    .
    @jensen
    .
    Hohoho. Hey saya cuma “gue banget” sama Dewa 19 karena saya ini Manusia Biasa, ada Hitam Putih-nya. ST12 mah cuma apresiasi aja; lagunya lucu yang “I am sorry” itu. :mrgreen:
    .
    @illuminationis
    .
    😯
    .
    @disc-co
    .
    Aslinya ada sebelas. Google aja Adorno. Males yak? 😕

  18. Bah, ada Adorno! 😡
    BTW, kelihatannya saya ada di antara 3 dan 4.

    Kok bisa sama-sama berfikir ada tujuh tipe pendengar yah? Agak mirip pula. Hmmm…jangan-jangan Adorno punya mesin waktu untuk pergi ke abad 21 dan melihat blog saya dan memutuskan untuk mencuri gagasan saya!! Adorno ngejiplak tulisan saya. Saya akan melakukan verifikasi dan investigasi terhadap kasus ini!

    Kalau menurut jargon Ryan North, itu namanya ‘pre-emptive plagiarism’! Orang zaman sekarang memang seringkali mengalami ini. 😀

  19. @ Abuya Tgk. Alex©

    Most people are other people. Their thoughts are someone else’s opinions, their lives a mimicry, their passions a quotation. :mrgreen:
    .
    *basi*

  20. @gentole:
    bukan amish. mirip sih. cuman quakers ga memisahkan diri dari masyarakat/dunia modern.

  21. @ Irene

    Hah, Quakers itu ada elemen asketiknya juga toh?

  22. @irene, geddoe
    .
    Iya saya juga gak tau. Kayaknya yang pasti gak dengerin musik yah Amish karena pendekatan tradisi anti teknologi mereka. The Quakers, the Church of the Brethren, the Mennonites, etc. Saya tidak tahu. Saya pernah ketemu Arthur Gish, peacemaker dari Palestina yang berasal dari masyarakat Amish. Dia gak punya HP, tapi masih punya imel. Tidak mau tinggal di hotel, tapi tidak keberatan naik pesawat. 😀

  23. Pastinya saya juga nggak tau, namun banyak dari buku-buku yang belakangan saya baca mengindikasikan hal itu. Hal-hal semacam itu sering terjadi.
    .
    Pernah nggak ngalamin ketika ingin mengatakan sesuatu, tiba-tiba sudah keduluan oleh orang lain dengan kata-kata yang hampir tepat sama? membuat kita merasa seolah-olah dia telah menyabotase pikiran kita?
    .
    Saya sering. Bahkan di skala Blogosphere. Pernah saya membaca komen yang bunyinya hampir tepat dengan apa yang pernah saya katakan. Atau tulisan seorang blogger yang isinya mirip dengan apa yang sedang saya pikirkan. Awalnya saya pikir, jangan-jangan orang ini diam-diam pernah baca komen/blog saya atau yang sejenis,… tapi setelah dipikir secara cermat, kemungkinan itu kecil. Nggak ada bukti soale dan juga sering terjadi dengan orang-orang yang berbeda. 😛
    .
    So, kemungkinan terbesarnya memang dia memiliki pemikiran yang sama dengan saya. Bukan saling mencontek. atau terinspirasi. karena banyak kasus dimana antara saya dan mereka bahkan tidak pernah ada kontak secara nyata dalam bentuk apapun sebelumnya.

  24. @snowie
    .
    😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: