Tujuh Tipe Pendengar Musik

April 6, 2009 at 9:37 am | Posted in iseng | 26 Comments
Tags: ,

Musik memang tidak seperti karya seni lainnya yang sering dianggap eksklusif. Musik itu dekat dengan kehidupan sehari-hari. Musik membumi, membebaskan! *lebai, i know* Saingannya mungkin hanya film sekarang. Nah, karena sering online, saya jadi sering mampir ke Youtube. Di situ saya semakin mengenal tipe-tipe penikmat musik. Berdasarkan pengalaman pribadi, dan terutama setelah membaca komentar-komentar di Youtube, saya melihat tujuh kategori penikmat musik di Indonesia. Saya uraikan di bawah ini.

  • Orang Kebanyakan

Menyukai musik apa saja. Tidak pandang bulu. Asal enak didengar, didengerin. Tulang punggung industri musik [paling banyak beli produk musik!], tetapi sering dihina sebagai orang yang tidak tahu musik, karena tidak bisa membedakan, misalnya, ST12 dan U2, dengan menempatkan kedua band tersebut dalam keranjang yang sama di IPod atau MP3 player murah asal Cina mereka. Tidak bisa menjelaskan mengapa meraka menyukai sebuah lagu. Jawaban standar mereka: “Gak tau. Suka aja.” Saya suka orang dalam kelompok ini, karena biasanya membantu saya menikmati musik yang sudah terlanjur dilabeli norak oleh Orang Gengsian dan Orang Snob (Lihat penjelasannya di bawah).

  • Orang Primordial

Menganggap musik Indonesia itu paling bagus sedunia dan harus didukung meskipun musik negara lain jauh lebih bagus. Pernah ada di tahun 1970-an dan 1980-an ketika musik Indonesia sepertinya berkiblat ke India, namun tergerus arus MTV yang berhasil menjadikan musik Indonesia sepenuhnya Barat dan “modern” pada 1990-an. Sekarang beredar di Youtube; biasanya korban celaan mereka adalah penikmat musik dari negeri jiran. Ini kategori baru. Tadinya saya gak mau masukin. Tapi nyebelin. Lah, apa hubungannya musik dengan nasionalisme?

  • Orang Sok Tau

Memiliki komentar andalan: “Wah, ini lagu jiplakan nih! Gue tahu ini lagu mirip lagu si Fulan bin Fulan. Taelah cuma ganti lirik doang. Gue juga bisa kali kalo cuma ngejiplak. Mereka ini sama begonya sama kita. Payah. Jiplak!” Menganggap pembuktian sebuah lagu itu jiplakan sebagai sebuah pencapaian; layaknya penyidik KPK yang berhasil mengungkap sebuah kasus. Merasa bangga karena telah menyelamatkan publik pendengar dari kebohongan besar yang dilakukan musisi yang diduga ngejiplak tersebut, meskipun mereka (publik pendengar) tidak peduli apakah lagu tersebut jiplakan atau bukan (Lihat karakter “Orang Kebanyakan” di atas) Saya gondok sama orang semacam ini, apalagi yang beredar di Youtube.

  • Orang Gengsian

Tidak suka musik dangdut. Tidak suka musik yang diputar di pasar basah. Menganggap selera musik ada kaitannya dengan status sosial. Suka lagu-lagu Top 40, jazz ngepop dan semua lagu-lagu baru dari Barat. Dibenci pecinta musik tertentu karena tidak bisa membedakan Freddy Mercury, Prince dan Mika. Diam-diam menyukai lagu dangdut atau pop murahan tertentu, dan tersiksa karena tidak bisa mendendangkan lagu tersebut karena tekanan sosial. Tidak mau disebut kampungan!

  • Orang “Gue Banget”

Agak mirip dengan orang kebanyakan. Bedanya mereka setia pada musisi tertentu karena alasan-alasan historis dan psikologis. Tidak ada kaitannya sama sekali dengan kualitas musik dari musisi yang mereka suka. Komentar standar: “Ini lagu gue banget!” Tidak peduli apakah lagunya jelek dan jiplakan, asal nyambung dengan kehidupannya atau fanatik sama musisinya, lagu itu bakal bertengger di playlist selamanya. Biasa ditemukan pada mereka yang sedang patah hati, jatuh cinta dan depresi. Atau orang yang baru pulang piknik dari mana gitu; lagu yang didengar dianggap sebagai soundtrack perjalanan, atau hidup mereka.

  • Orang Snob

Menganggap orang kebanyakan sebagai awam yang tidak tahu soal musik. Punya bahasa sendiri. Koleksi kaset bejibun. Ups, Vinyl! Bukan kaset. Biasanya album band-band atau musisi jadul; dari zaman ayah-dan-bunda-naik-vespa-pergi-bertamasya-ke-taman-ria. Suka mencela band baru, atau musik murahan yang lagi ngetrend, entah karena terlalu ngepop, liriknya norak, tidak insightful atau karena tidak orijinal. Komentar standar: “Ini album terbaik sepanjang masa!” Wawasan luas. Tahu banyak asbabun nuzul sebuah lagu plus konteks ketika lagu itu dikeluarkan. Namun sayang. Sepertinya beranggapan sejarah dunia hanya berputar di Inggris dan Amerika pada abad ke-20, khususnya paska Perang Dunia ke-2. Ada kalanya saya suka orang semacam ini, adakalanya saya gondok.

  • Orang Seni

Mirip dengan orang snob, tetapi bedanya mereka tidak membedakan musik kelas tinggi dan musik kelas rendah. — secara estetis maupun sosiologis. Biasanya kaya banget. Beneran kaya, kaya harta. Atau berasal dari sekolah seni. Seni apa saja, tidak harus musik. Menempatkan, misalnya, gamelan Jawa dan musik kamar Eropa dalam keranjang yang sama, meskipun sadar betul keduanya berbeda. Tidak suka komentar di Youtube. Kebanyakan berusia di atas 50!! Atau anti-teknologi. :mrgreen:

  • Anda Punya Kategori Lain?
Advertisements

26 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Eh, anda orang seperti apa? Adakah saya sebut di atas?

  2. Saya suka orang dalam kelompok ini, karena biasanya membantu saya menikmati musik yang sudah terlanjur dilabeli norak oleh kelompok lain.

    Misal?

  3. ST12 dan D’Massive :mrgreen:

  4. Kalau campuran dari semua tipe itu, namanya orang apa?

  5. saya gak masuk ke mana-mana… anomali berarti :mrgreen:

  6. Saya tipe yang mana ya ????
    ada yang mau bantu saya, yang mana ya ?????

    http://www.Menjaring-Pengunjung-Blog.blogspot.com

  7. @rasyeed
    .
    Tipe campuran? Emang campuran mana saja?
    .
    @sitijenang
    .
    Bikin tipe baru dong. Apakah itu?
    .
    @dan
    .
    Lah?

  8. Kayanya saya masup tipe kebanyakan (soalnya playlist saya isinya nyampur aduk mulai dari korea mellow sampai metallica), atau tipe moody-an.. saya bukan fans berat genre tertentu, mendengarkan lagu ya selama enak buat saya ya saya suka..dan kadang2 tergantung mood aja, contoh baru2 ini, saya yang biasanya ga pernah dengerin lagu klasik, tiba2 kepengen banget dengerin itu. dan saya pun ended up mendownload lagu2 klasik. walaupun ujung2nya juga akhirnya sebatas suka dengerin aja (ga sampai hapal ini gubahan siapa dan symphony apa) πŸ˜€

  9. wah saya juga ga masuk daftar… πŸ˜₯

  10. usulan deh:

    tipe orang yg hanya menikmati musik dan orang yg bisa memainkan alat musik. ini menurut pengalaman sangat berpengaruh. kalo gitar cukup dominan dan menarik misalnya, seringkali saya gak peduli genre. dengerin aja… alasan: “maen gitarnya asik” *halah* 😎

  11. Aku pilih jadi orang kebanyakan yang gue banget dan nyeni.
    .
    Suka semua jenis musik, beberapa karena mood, contoh J-pop, Jazz dan J-rock karena lagi mood, ntar ganti Rock atau alternatif kalau lagi mood. Tidak terlalu suka mencela selera musik lain, paling tanggapan cuman, “Bukan seleraku”.
    .
    Seninya? Ya aku kan snob sih… sok nyeni.

  12. Thanks for the compliment

    Taufiq
    http://www.jakartabeat.net

  13. Kayaknya saya tipe blasteran dari segala tipe yang Anda sebut. Soalnya saya nggak suka mengkotak-kotakkan musik, apalagi fansnya..

  14. D’Massive!! 😯
    *panggil Sora*
    .
    =====
    .
    Saya tipe saya aja deh, mencibir musisi ini itu (K***** B***, S**2, dkk) tapi banyak aliran, mulai dari yang dianggap orang kampungan sampai kelas dll. Musik klasik ga bisa didenger telinga saya. :mrgreen:
    .
    Primordial…kadang. UK and Japan FTW (lo????)
    .
    Gengsian…jelas :mrgreen:
    Saya kerep ogah main lagu yang diusulin temen band dulu. Bisa jatuh pasaran saya. Hidup elitis!
    .
    “Gue banget”, kadang. Misalnya ketika mendengarkan Muse – Exo-Politics atau The Beatles – Revolution *ngaco*
    .
    Snob, separuh. Suka Koes Plus? Tahu Jefferson Airplane? The Radio Dept? Band terkenal yang kurang terdengar saat ini, IMO CMIIW.
    Tapi saya ga pernah bilang apapun tentang “album terbaik”. Dan dunia diciptakan sebelum WWII. Sejarah dunia tidak dibentuk hanya oleh UK dan USA.
    .
    BTW kok kurang gawean menthelengi komentar di Youtube, jelas-jelas di sana panas / banyak flamingnya πŸ˜›
    .
    *lihat scroll*
    Busetpanjangnya!! 😯

  15. Errata: kelas dll –> kelas atas (salah delete)

  16. Lha… Anda sendiri masuk kategori apa?

  17. Errata pt II
    .
    tapi banyak aliran –> tapi mendengarkan lagu dari banyak aliran

  18. tipe orang situasional
    suka dengerin musik yang sesuai situasi
    gambus waktu melankolis
    klenengan waktu ngantuk
    rock ‘n roll saat happy
    betharia sonata bila diputusin pacar

  19. @grace
    .
    Kayaknya Anda masuk tipe kebanyakan.
    .
    @illuminationis
    .
    Lah, bikin kategori sendirilah. Saya demokratis kok. πŸ˜€
    .
    @sitijenang
    .
    Hmmm…kayaknya masuh dua tipe: orang kebanyakan dan orang nyeni.
    .
    @dnial
    .
    Kayaknya tipe mood perlu dipisahkan sendiri. Btw, bukan seleraku tetap terdengar elitis dna anti-masa loh. πŸ˜€
    .
    @taufiq
    .
    Is it a compliment? :mrgreen:
    .
    @Vicky
    .
    Silahkan Mbak.
    .
    @lambrtz
    .
    Walah ini tipe campuran!
    .
    @hilda
    .
    Saya tipe orang kebanyakan yang “gue banget” dan nyeni. Mirip sama Mas Dnial.
    .
    @tomy
    .
    Nah, itu. Tipe moody itu tipe situasional. Ini agak mirip dengan tipe orang kebanyakan. Tapi kayaknya layak dijadikan tipe tersendiri. πŸ˜€

  20. […] musik dan menemukan artikel soal sosiologi musik versi Theodor W. Adorno. Bagi yang tidak menyukai kategori asal-asalan saya di post sebelumnya, mungkin merasa lebih terwakili dalam daftar tujuh tipe pendengar musik yang dibuat oleh filsuf […]

  21. Saya ini pragmatis, oportunis, skeptis, sinis, fanatis, demokratis, liberalis, dan segala is-is apapun soal musik… Berapa banyak koleksi kata isme yang ada, silakan tambahkan… 😳
    .
    Dari daftar itu saya bisa masuk yang mana pun. Misalnya dengan saya menganggap Mr. Big adalah (salah satu) band terbaik dengan Paul Gilbert-nya, dan bisa bangga mengatakan itu dan menyodorkan lagu-lagu terhebat dari mereka. Atau sekali waktu jadi pendengar musik yang sok gaek, sok tuwir, dengan memberitahu pada angkatan di bawah saya bahwa dulu ada Rafika Duri dengan bossa nova-nya dan ada lagu ACI kalo perlu lengkap dengan video klip-video klip jadul, sebagai kenangan doktrinasi kecintaan pada NKRI di masa kecil πŸ˜†
    .
    Soundtrack hidup? Oh jelas! Saya dan (saya sok yakin) banyak penggemar musik yang suka suatu musik karena menyentuh ingatan mereka, gampang dikenang, cocok dengan suasana hati, atau menyentil alam bawah sadar.
    .
    Hehehe… kategori penikmat musik… :mrgreen:

  22. blasteran orang kebanyakan dan snob

    orang kebanyakan coz selera musik gw tergantung orang-orang sekitar gw, itupun genrenya milih2. dan emang sejak gak ketemu sama elo gen gw jarang dengerin extreme lg coz gak ada yg ngebahas πŸ˜€

    snob coz gak mau dengerin musik masa kini yg lagi in dan sering diputer di mall. jadi kurang nyambung kalo orang2 ngomongin nidji dan ST12 (ST 12 itu yg mana ya?:o)

    hey lambrtz, i know The Radio Dept! dan gw suka jefferson starship yg we built this city. sampai gw baca wiki dan tnyt itu lagu pernah dinobatkan sbg worst song ever di blender magazine (http://www.blender.com/lists/67473/run-for-your-life-it146s-50-worst-songs-ever.html). sempat kader jg, tapi setelah ngelihat kaya apa best song-nya blender mag, gw jadi lega, soalnya backstreet boys aja masuk :p

    (snob gak si)

  23. Buat saya musik itu cuma tiga:
    1] layak dikoleksi mp3 bajakannya: terdiri dari genre rock yang sudah diseleksi dan beberapa musisi lain genre tertentu (dari Yngwie Malmsteen ke Norah Jones)
    2] layak dinikmati, tapi tidak prioritas dikoleksi: klasik, jazz dan trance (mulai dari Bach ke Dash Berlin)
    3] tidak layak dinikmati. (dari Rhoma Irama sampai d’Masiv)
    .
    Sepertinya deket ke tipe snob ya? πŸ˜€

  24. kadang-kadang saya jadi orang kebanyakan :mrgreen:

  25. @alex
    .
    Lah kok penikmat musik?
    .
    @alia
    .
    The Radio Dept kagak pernah denger.
    .
    @jensen
    .
    Snob. πŸ˜€
    .
    @sp
    .
    Kalo sering-sering?

  26. Saya orang kebanyakan.
    Hidup orang kebanyakan!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: