Pelabuhannya Chairil

March 31, 2009 at 1:39 am | Posted in gak jelas | 1 Comment
Tags: ,
senja-singapura

Taman Pesisir Barat Singapura

Buat: Sri Ajati

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut

Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.

Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap

1946

Suatu hari saya berjumpa penyair Taufik Ismail dan beliau bercerita tentang sajak Chairil yang saya kopas di atas. Katanya beliau berjalan menyusuri pantai di Jakarta untuk mencari “Pelabuhan Kecil”-nya Chairil. Saya lupa beliau berhasil menemukannya atau tidak. Katanya itu sajak pelabuhan paling indah yang pernah beliau baca, dan pastilah pelabuhan itu setara indahnya sajak Chairil. Sajak, senja dan pelabuhan. Indahnya.

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Sajak, senja, pelabuhan / pantai. Hmm.. Jadi teringat pada kisah-kisah Sukab-nya Seno Gumira A.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: