Pembunuh Rasa Sakit

March 11, 2009 at 4:18 am | Posted in ngoceh | 26 Comments
Tags: ,

Saya sakit gigi [lagi alias kumat] kemarin. Sakit bukan main. Dan banyak kawan kasih saran saya baiknya minum panadol atau apapun itu yang bisa disebut painkiller — pembunuh rasa sakit. Awalnya saya ragu. Karena saya tidak biasa minum obat, apapun itu. Tapi saya minum juga karena sudah keterlaluan sakitnya. Tidak bisa tidur. Sadis, sakitnya. Dulu saya sering pakai teori “cuekin aja sakitnya” dan sering berhasil — rasa sakit itu jadi masa lalu. Jadi, semalam itu untuk kali pertama saya menelan yang namanya painkiller untuk meredakan rasa sakit [saya bahkan hampir gak pernah minum obat sakit kepala]. Dan rasanya nyaman sekali; sakitnya hilang. Hidup saya jadi berwarna lagi. Tapi orang malah wanti-wanti: hati-hati nanti ketagihan. Katanya painkiller itu ibarat narkotik, bisa bikin nagih! Loh, jadi pembunuh rasa sakit ini ternyata bisa jadi pembunuh kehidupan juga! Saya kesal. Tiba-tiba saya kesal. Saya jadi menaruh harapan kepada ilmuwan agar bisa bikin rasa sakit hilang untuk selamanya, agar bisa bikin orang tidak lagi menderita, agar bisa bikin orang hidup — atau mati — bahagia; untuk selamanya, atau untuk seberapapun waktu yang kita mau. Saya tidak berharap dokter bisa bikin orang mati hidup lagi, tetapi bisalah bikin obat penghilang rasa sakit, yang tidak berbahaya, yang benar-benar hanya membunuh rasa sakit. Belum apa-apa, saya sudah merasa ketagihan. Gimana nih pak dokter.

Advertisements

26 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Mmmm…pain killer itu diciptakan hanya untuk sementara karena pada dasarnya setiap penyakit yang menciptakan rasa sakit (makanya namanya penyakit) harus dihilangkan (baca : disembuhkan). Tapi kebanyakan orang berlindung di balik rasa nyaman yang dihasilkan pain killer. Rasa nyaman itu kamuflase Bung, karena penyakit tambah parah dan Bung akan semakin meningkatkan asupan sang pembunuh rasa sakit. Makanya pain killer masuk dalam golongan adiktif alis memberikan rasa candu, kaya agama yang candu…Seinget saya, agama juga menjadi bagian pain killer yang memberikan kamuflase rasa nyaman…hihihihihihi….

  2. Saya jadi menaruh harapan kepada ilmuwan agar bisa bikin rasa sakit hilang untuk selamanya, agar bisa bikin orang tidak lagi menderita,

    Sudah ada itu… setahu saya namanya Arsenik. πŸ˜›

  3. btw, arsenik tidak akan membuat ketagihan kok… Cukup sekali minum seumur hidup dengan dosis yang tepat.

  4. @butterflycircle
    .
    Iya, Mbak.
    .
    @dnial
    .
    Yakin bisa mikin mati bahagia?

  5. Dan rasanya nyaman sekali; sakitnya hilang. Hidup saya jadi berwarna lagi.

    Aahh… senang sekali mendengarnya πŸ˜€

    .

    tapi jangan hanya bergantung pada obat, ke dokter gigi sono mas, berani ndak, ha? πŸ˜›

    .
    *lemparbumerang ™*

  6. Kelihatannya sudah sering sakit gigi ya? Sana, ke dokter! Jangan malah niru2 fr***n yang takut dokter! πŸ˜›

  7. ke dokter kan ditanggung kantor. 😎

  8. Obatnya apa? Vicodin?

  9. Eh, komentar saya yang sebelumnya nyangkut. Tolong dibalikin ya, thanks.

  10. @frozen
    .
    Nanti pas balik ke Jakarta.
    .
    @jensen
    .
    Iya, nanti. Udah banyak yang nyuruh.
    .
    @sj
    .
    Masalahnya saya lagi cuti, plus gak di RI. Gak tau diganti apa enggak.
    .
    @nenda
    .
    Nurefen. Ibuprofen.

  11. Bukannya normal pake asuransi kesehatan kalo lagi jalan ke luar negeri? Biar bisa cover keadaan darurat.
    .
    Rasa sakit tidak bisa dihilangkan, karena itu bagian dari hidup :mrgreen: (eh, saya ga berniat buat Gentole jadi depresif lho!). Yang bisa diubah, cara memaknai/ merasakan sakit tsb.

  12. @ jensen
    Saya bukannya takut, cuma belum pede aja.
    *ngeleskuadrat*
    *siyul2*
    .
    @ gentole

    Nanti pas balik ke Jakarta.

    Mas, jangan lupa kasih tau saya kalo dah selesai dicabut giginya.(tm)

    bikin post khusus yah. ™

    terima kasih. ™
    .
    πŸ˜†

  13. Wah, kita sama. Saya ga pernah minum obat. Kalo sakit ya dibawa tidur seharian, besoknya biasanya sembuh. Ternyata enak juga toh pake painkiller?

    BTW, Anda dan Frozen sebaiknya segera ke dokter gigi.

  14. Gimana kalau pakai ‘penghilang rasa takut’?

    Bisa diminum sebelum melangkah ke dokter gigi πŸ˜€

  15. 😯
    .
    Geddoe said:

    …kita sama. Saya ga pernah minum obat. Kalo sakit ya dibawa tidur seharian, besoknya biasanya sembuh.

    .
    and Gentole said:

    …saya tidak biasa minum obat, apapun itu.

    .
    Sebenere tubuh anda-anda ini terbuat dari apa sih? πŸ˜•
    *keren banget, dibawa tidur bisa langsung sembuh* πŸ˜•

  16. @frozen
    Sepertinya dalam Geddoe ada sel2 nanites yang meregenerasi diri sendiri saat dia dalam keadaan tidak sadar.

    OK, no more sci-fi. πŸ˜›

  17. sebernya sih..ga ada unsur yg adiktif dalam obat macam ibuprofen etc.
    kecuali masbro minum ibuprofen bareng alkohol hahahak.

  18. *baca komen dnial*
    “dalam Geddoe…” πŸ˜†
    .
    Kalau Gentole? πŸ˜›
    .
    malahOOT/

  19. @illuminationis
    .
    Kan saya cuti. Ini bukan biaya kantor.
    .

    Yang bisa diubah, cara memaknai/ merasakan sakit tsb.

    So, jadi kita harus memaknai ulang rasa sakit. Jadi menyenangkan, begitu? Ato bersikap nrimo begitu?
    .
    @frozen
    .
    Iya.
    .
    @abu geddoe
    .
    Biasanya bangun tidur kondisi berubah. Tapi gara2 minum painkiller jadinya kayak gak pergi2 tuh rasa sakit; weh, mestinya namanya bukan painkiller dong; for it didn’t really kill the pain!!!
    .
    @agamaitucandu
    .
    Saya bisa beli di mana itu obat?
    .
    @frozen
    .
    Dari besi. πŸ˜€
    .
    @dnial
    .
    Hoho…
    .
    @irene
    .
    Wah benarkah? Cool! Saya liat wikipedia sih katanya aman; tapi yah secara saya ini jebolan STM yang kuliah di IAIN, yang kagak ngerti biologi — apalagi ilmu kedokteran — dan sering menganggap teknologi dan sihir sama incomprehensible-nya, maka saya hanya bisa percaya dengan “katanya” teman, atau katanya dokter. Katanya sih adiktif. πŸ˜€
    .
    @frozen
    .
    Hus!

  20. @gentole
    Ada obat pembunuh rasa takut, namanya EFT (Emotional Freedom Technique), semacam parapsikologi dan sering dituduh sebagai pseudoscience. Ebooknya (dan bejibun artikel) bisa ditengok di http://www.emofree.com/

    Kontraindikasi:
    Tidak cocok untuk Pentakosta atau Karismatik, karena parapsikologi sering dianggap berbau gnostik. Namun versi Islamnya ada di Indonesia, diberi nama Spiritual-EFT. Ada bukunya di gramed. Seminarnya seharga 3jutaan.

    NB.
    Saya berhenti merokok setelah diobati pakai EFT ini (walau cuma dengar dari radio). Malah pernah ada teman yang saya ‘sembuhkan’ dari rokok cuma dengan EFT via SMS.

    Agak ngeri kalau EFT digunakan di militer. Kalau untuk penanganan pasca trauma sih bagus. Tapi kalau digunakan sebelum berangkat perang? Serdadu bebas emosi? Serem juga :D.

  21. Precaution:
    Pada tahap awal EFT memang cuma soal menyembuhkan penyakit (dari migrain sampai diabetes, dari phobia kecoa sampai berhenti merokok). Tapi pada tahap lanjutnya ada latihan memecahkan papan dari jarak jauh cuma dengan kekuatan pikiran.
    .
    Sebelum mendalami parapsikologi macam EFT, ada baiknya membaca ini dulu: http://paskasius.rumahkoe.com/index.php?option=com_content&view=article&catid=27:kesaksian&id=114:menjadi-katolik-paul-thigpen&Itemid=50
    .
    Saya belum tahu apakah ada contoh kasus untuk muslim. Tapi yg di link itu tentang seorang humanis yang belajar parapsikologi, dan akhirnya jadi percaya Tuhan. Bagi orang susah untuk percaya Tuhan, ada bagusnya berhadapan langsung dengan Setan. Kalau sudah ngerasain face to face with the devil, biasanya akan ber-Tuhan secara total-totalan :mrgreen:

  22. saya juga ga suka minum obat. Kalau sakit semacam flu biasa sih ga pernah minum obat, apalagi yang dibeli secara bebas, bukan dari dokter. Biasanya saya pingin sembuh alami sih..banyak istirahat, minum, dan makan.

    tapiiiiiii untuk kasus sakit gigi…Masya Alloh…tobat ga mau lagiiiiiiiii πŸ‘Ώ
    saya pernah sakit gigi dan benar2 kapok seumur hidup. ternyata mendingan sakit hati daripada sakit gigi :mrgreen:
    sakit gigi itu amit2 deh..bisa sampe ke kepala, migrain ga ketulungan..
    snuuuut..snuuuut…
    sabar ya mas..sabar..saya bisa membayangkan kok gimana sakitnya.
    oiya, coba deh pake obat semacam minyak yang diteteskan ke kapas terus di gosok/dioles/disumpel ke gigi yang sakit…eh giginya bolong ga?
    semoga engga ya.
    ituh klo ga salah….apa ya..obat cap burung kakatua gitu deh..dah lupa…lumayan manjur alhamdulillah..tapi deng bisa bikin gigi agak keropos gitu klo bolong2…
    jadi sementara pake itu bisa buat ngilangin sakitnya, atau kumur2 pakai air garam aja sementara.
    trus ke dokter deh…ga akan dicabut kok, klo sakit kan ga akan dicabut :mrgreen:

  23. i shouldn’t have told you bout the addiction part. sorry.. πŸ™‚

  24. @agamaitucandu
    .
    Rrrrr…liat2 gramedia dulu deh nanti. πŸ˜€
    .
    @emina
    .
    Air garam. Yang paling simple.
    .
    @lonelywanderer
    .
    You’re not the only one.

  25. pada dasarnya rasa sakit itu perlu, yang dilakukan dokter hanya mengendalikannya atau menguranginya πŸ™‚
    Jangan lupa yang kemarin, btw sejak kapan saya jadi Pak dokter :mrgreen:
    *sok tahu mode on*

  26. @atas
    .
    Oke, sip.

    Jangan lupa yang kemarin, btw sejak kapan saya jadi Pak dokter

    Emang ada Mas Dokter, atau Bang Dokter, atau Da Dokter?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: