Dunia Yang Tidak Adil

January 8, 2009 at 4:53 am | Posted in katarsis, refleksi | 40 Comments
Tags: , , , , , , ,
inkasymmetry

Asimetri

ADIL – seandainya kata itu tidak pernah ada; sejarah mungkin tidak akan sehitam kali Sunter. Qabil mungkin tidak akan membunuh Habil hanya karena Allah dan Adam lebih mencintai saudaranya yang tidak memiliki syahwat curang dan senantiasa ingin hidup lurus seperti penggaris. Qabil hanyalah korban dari favoritisme Yahweh. Ia merasa dianaktirikan. Ia mau keadilan, tidak perduli bila pihak yang digugatnya adalah Allah, yang katanya Maha Adil. Darah yang pertama kali tumpah ke tanah adalah darah kemarahan dari harga diri yang terluka. Karena manusia begitu mencintai keadilan, Allah menciptakan kejahatan! Saya pun teringat cerita Iblis. Tidakkah Iblis berhak untuk marah, karena sudah diperlakukan tidak-adil? Iblis sudah ada sebelum Adam dijadikan ada oleh Kunfayakun Allah. Lalu, untuk apa Allah memintanya bersujud kepada Adam? Iblis pastilah protes keras. Bisa dibilang Iblis adalah makhluk Tuhan yang pertama kali memperjuangkan keadilan. Karena Iblis begitu mencintai keadilan, Allah membiarkan Iblis menjadi makhluknya yang terlaknat.

Selama saya hidup, saya sering merasa tidak diperlakukan adil. Karenanya, saya memahami betul kepedihan Qabil dan Iblis. Keluh kesah manusia, saya haqul yakin, hampir semuanya lahir dari rasa keadilan yang tergores. Saya ingat ketika saya berumur sekitar tujuh atau delapan tahun ayah saya meninggalkan saya pergi piknik. Ampun, saya sedih bercampur murka! Entah bagaimana tiba-tiba muncul rasa permusuhan, bukan hanya kepada ayah saya, tetapi juga kepada kakak saya. Untung waktu sudah lama menghapus luka-hati itu. Meskipun peristiwa itu terjadi ketika saya masih kanak-kanak, kemarahan yang saya alami tidak sepenuhnya kekanak-kanakan. Lihat saja di televisi atau dengarkan saja curhat kawan Anda, semua orang — anak kecil, anak muda dan orang tua – hendak mengatakan kepada dunia bahwa meraka adalah orang yang paling menderita, yang masalahnya paling banyak, yang paling terbuang, yang paling diperlakukan secara tidak adil. Dus, mereka merasa berhak atas kompensasi. Mereka butuh vendetta. Ada banyak kambing hitam di sini: Allah, takdir, kenyataan, dunia, konspirasi AS, mimpi buruk atau diri Anda sendiri.

Amrozi dan Imam Samudra ditembak mati oleh negara secara legal karena dunia menghendaki keadilan. Tragis dan ironis, menurut saya, karena kehendak akan keadilan adalah sebab utama mereka merasa berhak membinasakan ratusan orang di Pulau Dewata. Seperti yang saya alami dulu. Rasa keadilan yang terluka pasti melahirkan permusuhan. Wajar bila Amrozi dan Imam Samudra memusuhi AS yang menjajah saudara Muslim mereka di Afghanistan dan Iraq, dan wajar pula bila keluarga korban bom bali menghendaki kematian kedua orang itu. Ini semua karena kita menghendaki keadilan. Hal yang sama terjadi di Jalur Gaza saat ini. Israel menginginkan keadilan dan membalas roket HAMAS dengan serangan militer besar-besaran. Untuk alasan yang sama, HAMAS lebih dulu melemparkan roket mereka ke Israel. Dunia murka. Kata mereka perang di Gaza adalah perang yang tidak adil, an unjust war, seperti pertarungan antara Daud dan Jalut dalam cerita Kitab Suci. Sayangnya, tidak jelas siapa Daud dalam konflik Timur Tengah, apakah Israel atau Palestina. Daud itu orang Yahudi dan Israel jelas bukan raksasa di lautan bangsa Arab. Tetapi, jangan lupa, anak-anak Palestina hanya bermodal batu melawan senapan modern dan tank-tank Israel. Dan, yang lebih penting, derita mereka tidak terlalu mengusik bangsa Arab lainnya untuk berdiri dan membela mereka! Kitab Suci mengatakan Daud memenangkan pertarungan, tetapi bagaimana dengan konflik Israel-Palestina? Ah, yah, mungkin tidak semua hal bisa dijawab Kitab Suci. Kita mesti camkan itu.

Saya tidak tahu betul apa artinya Keadilan, yang begitu dipuja oleh banyak orang dalam sejarah kemanusiaan. Bisa jadi Keadilan itu sebuah gagasan teologis atau sebuah prinsip humanisme yang perlu diperjuangkan, seperti yang dicontohkan Musa, Yesus, Muhammad, Thomas Jefferson, Robin Hood, Pitung, Zorro, Superman dan Subcomandante Marcos. Tapi bisa jadi Keadilan tidak lebih dari nafsu kuasa, atau dengki belaka. Apakah Allah itu Keadilan? Kaum ateis dan mereka yang putus asa sudah lama melucuti gelar ke-Maha Adil-an Allah, dengan logika atau murka. Apakah Keadilan itu sebuah konsep universal? Apakah Keadilan itu mamematis? Apakah keadilan itu inheren dan imperatif? Apakah Keadilan hanya ada dalam KUHP dan Lembaga Peradilan? Entahlah, yang jelas Keadilan, seperti Tuhan dan juga Cinta, adalah gagasan yang luar biasa destruktif.

I won’t tell you how horrible the world is. All that is wrong from this world, the only world we have, has spoken clearly for itself. I wish I could understand why the world is as I see it today. Bleak. Worthless.

*menyulut rokok*

40 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Sepertinya kita kehilangan sesuatu dalam pencarian keadilan ini. Keadilan sendiri juga nggak bisa mutlak, adil bagimu belum tentu adil bagiku.

    Love, Redemption, Forgiveness, Acceptance, Tolerance has lost along the way. What remain is justice and violence.

    Scary…

  2. loh, bukannya Trebuchet, ini kok postingannya bisa pake font Times?😯
    .
    si Matt tidak adil😕

  3. @gentole
    You got sucked, man. They meant nothing personal. You were just being at the wrong place at the wrong time. It was not about you. You just got sucked, man. But unfortunately to balance the score, you feel the need to suck someone olse.:mrgreen:
    .
    Kalau harga diri kita sedikit, begitu dihisap, langsung kering dan terasa sakitnya. Cara gampangnya adalah membuka saluran pribadi dengan Tuhan. Sehingga bila ada orang rame-rame nyedot isi batin kita… Seberapa banyakpun mereka menyedot, kita tidak akan merasa kekurangan. Ada Tuhan yang nombokin. Anjing menggonggong kafilah berlalu. Sayang kafilah sudah lama berlalu, jadinya begitu digonggong anjing, orang malah berkelahi gigit-gigitan dengan si anjing.

  4. @gentole
    Daud muda itu penggembala. Ia sudah biasa memimpin (memimpin domba) dan dia sudah biasa meremukkan serigala dan mematahkan rahang singa. Saat berhadapan dengan Goliat, reaksi tentara Israel adalah: “He is too big to defeat.” Sementara Daud yang bersenjata katapel berkata: “He is too big to miss.” Perspektif Daud beda dengan orang Israel lain.
    .
    Kemenangan Daud adalah kemenangan Tuhan karena kalau pakai perhitungan manusiawi, Goliatlah yang mestinya menang. Ini yang jadi dasar kemenangan Daud. Daud punya hubungan pribadi yang khas dengan Tuhan Yang MAHAKUASA.
    .
    Hamas pakai roket, seperti Daud menggunakan katapel. Agak mirip, sama-sama jarak jauh. Bedanya yang punya hubungan dengan negara ADIKUASA justru Israel, bukan Hamas.
    .
    “Kalau ga ada Amerika, kami pasti menang”, kata musuh Israel. Sama seperti goliat mungkin menggerutu: “kalau Tuhan tidak menyertai Daud, pasti saya yang menang.”
    .
    Kafilah harus berhenti menggigiti anjing-anjing yang menggonggonginya.:mrgreen: Kalau ngga, ya ga maju-maju.

  5. naluri manusia itu kalo digigit nyamuk, hampir pasti nyamuknya dibunuh. kalo perlu memburu nyamuk-nyamuk lain sampek sarangnya. hajar habis bleh… kalo Sidharta ya mungkin lain lagi…

  6. orang itu butuh mengambil lebih banyak sebisa dan seoptimal mungkin. adil itu posisi setimbangnya

    ** emang waktu kecil ditinggal tamasya kemana sih, om gentole? situ waktu kecilnya pcicilan kalee hehe piss

  7. Keadilan Itu Ada, dan pembahasannya akan sangat panjang🙂
    Yah keadilan terkadang jadi paradoks juga
    Ketidakadilan Dibalas Dengan Melakukan Ketidakadilan pula dengan dalih Itulah Keadilan😦

  8. @dnial
    .
    Justice or forgiveness? Which is better?
    .
    @frozen
    .
    Emang enggak bisa?
    .
    @rudi
    .
    It is not about me. It is about other people, many people, who think they can do anything in the name justice. I never knew that such an idea could be so violent.
    .
    Btw, saya tidak menggigiti anjing. Tapi menggigiti jari.😀
    .
    @sitijenang
    .
    Jadi, maksudnya kalo kita masang obat nyamuk artinya kita sama gendengnya dengan Israel. Loh, nyamuk kan cuma gigit, kenapa kita bunuh, secara preemptive lagih! Nyalain obat nyamuk itu “disproportional, excessive and indiscriminate”. Semua orang di bumi ini Israel?
    .
    @leo
    .
    Iya juga yah. Saya dulu kecil kayak apa yah?
    .
    @sp
    .
    Mas J lebih pakar lah dalam menyelesaikan paradoks.

  9. @gentole
    Sori lupa. “You got sucked” itu kalimat dari film atau apa gitu. Maksudnya ya buat semua orang yang merasa dizolimi.:mrgreen:

  10. Justice or forgiveness? Which is better?

    .
    Sama kayak nanya, daging sama sayuran mana yang lebih baik?
    .
    Ada yang bilang keadilan cukup, ada yang bilang pengampunan cukup, ada yang bilang dua-duanya harus ada.
    .
    Kadang seseorang seharusnya diampuni karena menyesal dan tidak akan mengulangi perbuatannya, kadang keadilan diberlakukan.
    .
    Tapi pusing juga nyari tahu kapan harus adil kapan harus memaafkan. Karena memaafkan jelas nggak adil, dan dalam keadilan nggak ada maaf.

  11. @ gentole
    maksud saya, secara naluri balasan israel bisa dianalogikan perlakuan manusia kepada nyamuk yg menggigitnya (bisa terjangkit DBD dan terbunuh juga). kalo roket hamas mungkin kayak kalajengking yg diinjek, pasti nyatek dan beracun pula. *gak tau juga apa analoginya tepat*

  12. keadilan! kalau dilihat dari akarnya, keadilan timbul dari hak dan kewajiban. Jika hak telah disinggung maka secara otomatis kewajiban membela [menjaga] hak akan muncul, bisa dengan cara baik-baik, kekerasan, dan perang.
    .
    tetapi yang menimbulkan terjadinya angkara atau tak kunjung selesainya masalah mungkin karena batas antara hak dan kewajiban itu yang gak jelas [dibikin gak jelas]. masing-masing pihak melontarkan alasan untuk bisa dibenarkan bertindak. siapa yang lebih dahulu menindas?
    .

    *menyulut rokok*

    *membayangkan bibir hitam terbakar :mrgreen: *

    sepertinya rokok telah menjadi salah satu ciri khas wartawan laki-laki di Indonesia..

  13. walah, quotenya kok berantakan gini.. tolong dong, pak gentole..🙂

  14. @atasnya atas
    15 kedagingan menurut Galatia 5:19-21: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora.
    .
    Ada satu aja dilakukan, maka tidak akan dapat bagian dalam Kerajaan Sorga.
    .
    Jadi berhentilah merokok😀 biar hati damai sejahtera bak di sorga:mrgreen:

    (Saya sudah hampir 2 tahun berhenti lho)

  15. Dunia blog tidak adil!
    Kenapa blog gentole dikunjungi banyak orang, justru blog ku dikit pengunjungnya?

    (sambil pegang mouse seperti daud memegang ketapel nyari sasaran amukan)

  16. @atas
    Betul mas. Saya pun musti hati-hati kalau ngutak-ngatik HP buka blognya gentole via WAP. Pacar saya sudah berapa kali ngambek.

  17. @rudi
    .
    Oh, iya, saya pikir artinya juga begitu. Meski agak kurang yakin sedikit.😀
    .
    @sitijenang
    .
    Bisa jadi. Tapi, namanya juga analogi. Hampir pasti enggak nyambung semuanya. Orang kan pake common sense aja. Mumbai kejam, Israel kejam. Apapun alasannya.
    .
    @peristiwa
    .
    Tidak semua wartawan merokok. Perlu dicatat ituh. Saya sih kalo lagi stres aja. Bukan perokok sungguhan.
    .
    @rudi lagi
    .
    Saya sudah berhenti berkali-kali.
    .
    @yusahrizal
    .
    Lah, Mas, kan bisa dimulai dari pasang link ke blog kalo komentar. Lagipula, kayaknya enggak banyak2 juga yang datang ke blog ini. Hanya orang-orang aneh saja yang mampir ke blog saya.
    .
    *dilempar, digoreng mas rudi*
    .
    @rudi lagi
    .
    Lah, kenapa?
    .
    *Kok kita senasib?*

  18. @atas
    Karena merasa tersaingi. Email aja ga dibuka tiap hari, tp blog beginian sampe ada bookmarknya di WAP :)) Dia keki.

    @atas agak ketengah
    berhentinya seperti bis kota sih ya.. jadi setelah penumpang turun, ya lanjut lagi.

  19. Masalah persengketaan tanah antara warga Muslim & Yahudi di Pelestin bermula pada saat Daulah Khilafah Usmaniyah di Turki mengalami kehancuran akibat propaganda kafir Barat.
    Hal tersebut kemudian dimanfaatkan oleh Teodhore Hertz dkk yang menghasut warga Yahudi agar menguasai tanah Palestin.
    Cara paling efektif untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah mengembalikan hak pengelolaan tanah tersebut kepada pemilik terakhir yang sah, yaitu Daulah Khilafah.
    Tanah Palestin adalah tanah wakaf yang diserahkan secara ikhlas dari pemilik sebelumnya kepada Khalifah Umar ra. & kemudian dibebaskan kembali dari tangan penjajah oleh Khalifah Muhammad al Fatih.
    Bisa saja saudara Muslim kita di Pelestin lari & mengungsi ke negara lain agar selamat, namun hal itu tidak mereka lakukan, karena mereka telah bersumpah untuk merelakan jiwa mereka guna melindungi tanah wakaf milik Daulah Khilafah, hingga Daulah Khilafah bangkit kembali.
    Wahai Saudara Muslim di manapun juga, relakah kalian berlama-lama membiarkan penderitaan saudara muslim kita di Palestin terus berlarut-larut?
    Wahai Saudara Muslim di manapun juga, marilah kita tegakkan Khilafah sekarang juga!
    Agar Saudara kita, baik umat Muslim maupun Yahudi, dapat kembali berdamai seperti sedia kala!
    Agar berbagai masalah yang melanda kita saat ini dapat teratasi!
    Dan yang terpenting, agar hukum Allah dapat ditegakkan kembali di muka bumi ini!

  20. @dir88gun
    Setuju. Muslim Palestina mendapat semua wilayah yg dulu dikuasai Turki. Begitu pula dengan orang Yahudi. Mereka bisa memperoleh semua daerah yang dulunya milik nenek moyang mereka pada jaman Daud dan Sulaiman. Lalu Kristen Palestina bisa dibuatkan pulau baru di laut internasional:mrgreen: Yg penting sama potensialnya untuk pariwisata rohani. Mungkin deket-deket pulau Patmos atau Sisilia.

  21. Hmmmm Khilafah?
    Hmmmm … Oh, HTI yah.

    Gimana kalau Indonesia jualan pulau buat mereka berdua. Untuk yahudi yg notabene lebih berduit, sebaiknya dikasih harga asli. Untuk orang palestina yang susah, pemerintah harus ngasih korting gede2an.

    Paling tidak supaya mereka nggak rebutan tanah lagi. Toh masih banyak tanah (pulau) di Indonesia yang sepi penduduk.

  22. @dir88gun
    .
    Khilafah? Anda perjuangkan sajalah sendiri. Saya lihat-lihat dulu perkembangannya gimana. Sampai saat ini sih masih skeptis.
    .
    @yusahrizal
    .
    Ide bagus!

  23. @gentole
    Minta ijin mentaut
    (ijin berarti bisa boleh bisa nggak dong)

  24. @ gentole

    Khilafah? Anda perjuangkan sajalah sendiri. Saya lihat-lihat dulu perkembangannya gimana. Sampai saat ini sih masih skeptis.

    *ngakak*

    Sama. Saya juga miris dengan istilah yang satu itu. Ap…ap…apalagi karena “berpusat” ke arab. Lha utk Palestina saja mereka diam cam batu!😕

  25. Mangkanya baca buku TWILIGHT dong!!

    “Hasn’t anyone ever told you? Life isn’t fair.”

    (“Twilight”, Stephenie Meyer, page 42)

  26. Kalau kata Derrida keadilan adalah differance. (aku jadi bingung jangan2 di Derrida cuma ngaco aja, lah semuanya dia sebut jadi differance).
    Aku sempat membahas konsep keadilan Derrida di
    http://onisur.wordpress.com/2008/07/08/dekonstruksi-keadilan-menurut-derrida/
    Aku sendiri gak tau apa itu keadilan. Tapi kalau boleh pendapat ngasal, adil tidak akan pernah ada di dunia, tapi kita harus terus mencarinya, kalau tidak, kenapa kita capek-capek hidup.

  27. Penderitaan dan ketidak adilan muncul karena adanya keinginan. Kalau manusia tidak terikat dan bisa menguasai keinginan maka akan merasa adil dan bahagia…

  28. @alex
    .
    Hehehe…well, saya dapat informasi dari Deplu yang akan bikin kau tambah geram dengan negara Arab, Lex.
    .
    @yusahrizal
    .
    Iya, nanti saya baca.
    .
    @oni
    .
    Ah, makasih lagi, Mas. Btw, mas ini mahasiswa (atau dosen) filsafat?
    .
    @cy
    .
    Betul itu. Saya sudha lama menginginkan saya tidak punya keinginan.😀
    .
    *wejangankhrisnamurtituh*

  29. Hehehe…well, saya dapat informasi dari Deplu yang akan bikin kau tambah geram dengan negara Arab, Lex.

    Silaken diposting😛

    siap2corat-coretlistcacimaki

  30. […] sepertinya saya dan muslim-muslim yang dimarjinalkan dalam tatanan global abad 21 ini, hidup di dunia yang tak adil, seperti komentar Gentole di postingan saya […]

  31. @cy
    Keadilan dan kebahagiaan menjadi penting jika kita memang mau berbetah-betah di suatu tempat.
    Misalnya ketika sedang makan atau belanja di tempat wisata, sebagian dari kita akan relatif kurang sensitif terhadap keadilan harga, dibandingkan saat ke pasar untuk membeli kebutuhan hari ini. Ketika kita sedang bertamu, atau sedang di rantau orang, kita pun relatif kurang sensitif terhadap kebahagiaan. (Kangmas baso dan mbakyu jamu mampu berhimpit di kontrakan kumuh demi pembangunan rumah gedong idaman anak-suami-istri-ortu-mertua di kampung).
    .
    Bukan berarti hidup harus sewenang-wenang ataupun harus sengsara. Namun keadilan dan kebahagiaan akan berkurang kemendesakannya, bila kita sedang menabung untuk rumah di dunia yang lain. Sementara rumah di dunia yang lain itu pun tidak harus jadi idaman semua orang.
    .

  32. Keadilan itu ada, tapi susah dimengerti jika bertolak dari dogma agama samawi. Dari dulu saya juga cari-cari tapi ga pernah nemu jawaban memuaskan dalam tradisi agama langit.
    .
    Kata pepatah “Siapa menabur siapa menuai” itu soal keadilan. Kalau ada peristiwa yang kita lihat sebagai “tidak adil”, sebenarnya karena kita cuma (bisa) lihat hasil panen saat ini tapi ga tahu soal benih yang ditabur.
    .
    Kalau semua orang sehat, bahagia, malah jadi tidak adil, karena tiap orang menanam bibit berbeda. Masak ada yang nanam mangga, ada yang nanam pisang, ada yang nanam singkong, trus pas panen jadi duren semua?
    .
    Kalo tertarik coba baca artikel “Volition: An Introduction of the Law of Kamma” – by Sayadaw U Silanada. Cari di Buddhanet (bagian ebooks), ada tautnya di bawah “Links” blog saya.
    .
    Penjelasan Siddharta lebih logis daripada jawaban standar “Itu rahasia Tuhan” di tradisi samawi kalo saya protes kenapa Si A, B atau C mengalami ini atau itu.

  33. semua orang hendak mengatakan kepada dunia bahwa meraka adalah orang yang paling menderita

    hehehe, pengamatan yang jeli, semua orang punya cerita, “this story about me”
    .
    I, my, mine
    .
    the most important, the center of My world:mrgreen:
    .

    Saya sudha lama menginginkan saya tidak punya keinginan

    pergi belajar meditasi dong, belajar kenal diferensiasi mana keinginan mana kebutuhan, nanti kan pelan-pelan sembuh

    Keadilan, seperti Tuhan dan juga Cinta, adalah gagasan yang luar biasa destruktif.

    wah apa ga ngeri resiko dimarahin pacar ngomong kayak gini di blog?😎

  34. @illuminationis
    Lha sewaktu saya bahas tabur-tuai tempo hari itu dari Alkitab. Dunia berjalan menurut suatu hukum yg adil, yaitu hukum tabur tuai itu. Hukum tabur tuai ini sudah dan sedang berjalan. Nggak usah ada polisi jaksa dan hakim, hukum itu sudah menghajar tiap-tiap orang. Nggak usah ditegakkan, dia sudah berjalan sendiri dengan sendirinya.
    .
    Mungkin Anda susah menemukan keadilan itu bukan dalam agama samawi tapi dalam gentoleisme.
    .
    *makanya kita musti rajin ke sini nengokin perkembangannya*:mrgreen: kaburr

  35. si rudi ooo hal baru buat saya, gentoleisme😎
    .
    karena sering-sering nengok jadi dibilang “orang aneh” sama yang punya blog lho!

  36. @Gentole

    Saya sudha lama menginginkan saya tidak punya keinginan.

    Bukan tidak punya keinginan bro, tapi tak terikat oleh nafsu keinginan

    @si Rudi

    ketika sedang makan atau belanja di tempat wisata, sebagian dari kita akan relatif kurang sensitif terhadap keadilan harga

    Nah, disitu kuncinya… kita kurang sensitif thd keadilan harga krn kita tak punya keinginan utk itu. Coba kalo punya, pasti ga jadi beli.

    atau sedang di rantau orang, kita pun relatif kurang sensitif terhadap kebahagiaan

    Siapa bilang mereka tidak sensitif, apa mereka lapor pada org2 kalo pas malam sepi mau tidur pikiran mereka menerawang memikirkan nasib tragis mereka?? Mereka merantau dan bersusah payah cari duit itu ya krn mau bahagia. Mana ada sih org cari duit tanpa tujuan hehehe…

    @iluminationis
    Keadilan susah dimengerti dari sisi agama samawi krn kata2 “siapa menabur siapa menuai” dikutip langsung dengan menghilangkan doktrin “reinkarnasi”. Coba disisipkan pemahaman ttg adanya tumimbal lahir, dijamin langsung klop.
    Seingat saya dlm kitab suci agama samawi ada ayat yg menyinggung ttg tumimbal lahir, hanya saja itu ditafsirkan lain oleh ulama2-nya. Kalau tumimbal lahir diikut sertakan maka doktrin pengampunan dosa akan jadi mentah. 😀

  37. CY
    Oh ada ya konsep tumimbal lahir di kitab sucinya agama langit?
    .
    Gentole, Rudi, tolong cari dong *halah, kitab samawi di rumah saya sekedar buat koleksi tok*

  38. @si rudi, illuminationist, CY
    .
    Ah, saya kira perlu ada posting khusus soal “kehendak” dan derita tidak diperlakukan adil. Ada dua isu di sini: karma atau you reap what you sow dan keinginan sebagai sumber derita. Entah gimana, saya tidak into Buddhism: mungkin karena terlalu matematis, sementara hidup ini mensong, sehingga jalan percaya model agama langit lebih “masuk akal” buat saya. Tapi nanti saya elaborasi lagi.
    .
    Soal tumimbal lahir saya enggak tahu betul itu. Agama langit itu lumayan lentur karena ada tradisi eksegesis, tapi yah setiap orang pendekatannya kan beda2. Mungkin Mas Rudi bisa jawab.
    .
    *lagicutijadigakolseharianlg*

  39. Apa maksudnya matematis? *bingung*
    Mungkin maksudnya pendekatannya ga mistis?
    .
    Senengnya model Rumi yah?
    .
    Di Indo kan banyak yg mistis-mistis, tinggal pilih saja :-))

  40. semua hanya tentang AKU, AKU & AKU & tuhan yang menari & tuhan yang memberi
    tidak pernah ada tuhan yang berbagi & solider
    akhirnya adil cuma imajinasi harapan dari seberang lautan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: