Jalur Gaza Ada Di Mana?

December 30, 2008 at 1:21 pm | Posted in agama, katarsis | 15 Comments
Tags: ,
west_bank__gaza_map_2007_settlements

Dipajang Saja Petanya Biar Gampang Menalar Jalur Gaza

Baiklah. Ini memalukan. Saya sudah membaca berita Israel-Palestina sejak saya masih sekolah pakai celana pendek merah. Kata-kata seperti Jalur Gaza dan Tepi Barat bukanlah kata yang asing buat saya. Sudah akrab. Tapi jujur saja, baru kali ini saya tahu di mana letaknya Jalur Gaza itu. Terima Kasih untuk Wikipedia. Sepertinya saya sudah harus benar-benar mendengarkan apa kata Pak Jimmy. Donate! Jalur Gaza itu ternyata wilayah kecil yang sangat terjepit, dan Tepi Barat itu dikelilingi oleh tembok yang dibangun oleh pemukim Israel. Saya benar-benar tidak tahu solusi macam apa untuk mengakhiri kekerasan di “tanah yang dijanjikan” itu. Mungkin saya perlu belajar geografi dulu, atau sejarah Israel-Palestina mungkin, atau politik Timur Tengah, atau masalah hubungan internasional, atau apalah, asal jangan sekedar belajar mengancam di jalan-jalan Jakarta.

Sudah lewat momennya memang, tapi saya merasa perlu  posting untuk menyatakan penyesalan saya atas terbunuhnya rakyat sipil dalam perang yang tidak adil di Palestina, terutama akibat serangan udara Israel yang masih berlangsung hingga saat ini.

PS : Ironis, saya tidak cepat menulis karena sibuk liburan dan tiba-tiba diminta wawancara Boyz II Men. Malas sekali menulisnya.

15 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. walah Boyz II Men di Hotel Mulia, yah? gile itu hotel… lagi krisis gini *gak nyambung*

  2. Dulu pernah ada Advisory Opinion (bukan kasus in a sense sengketa 2 pihak) soal pembangunan tembok oleh Israel: http://en.wikipedia.org/wiki/Israeli_West_Bank_barrier

    Menurut Advisory Opinion tersebut, pembangunan tembok tersebut ilegal karena tidak proporsional dan melanggar hak warga Palestina untuk bergerak. Freedom to travel ribet ya nerjemahinnya.

    Masalah Israel-Palestina ini sudah lama sekali terjadi. Seorang diplomat yang pernah saya temui bilang kalau kaum moderat dari kedua belah pihak sebenarnya bisa menyetujui proposal untuk membagi wilayah tersebut jadi 2. Tapi, yang garis kerasnya mana mau demikian. Yang Israel berpikir itu tanah yang dijanjikan yang Palestina berpikir kalau seluruh tanahnya itu masih milik mereka, masalah harga diri mereka. Namun kalau melihat keadaan sekarang saya jadi ragu kalau di daerah tersebut bisa terjadi perdamaian.

    Oh, ya; btw saya paling enggak mau disuruh nulis masalah Israel-Palestina dari segi hukum internasional. Ribet soalnya.

  3. Iya di Hotel Mulia. Ah, saya hopeless mikirin Israel-Palestina. Gimana yah? Ini ada komentar Obama yang bikin saya kesel.

    “If somebody was sending rockets into my house, where my two daughters sleep at night, I’m going to do everything in my power to stop that,” he told reporters in Sderot, a small city on the edge of Gaza that has been hit repeatedly by rocket fire. “And I would expect Israelis to do the same thing.”

    WTF, ini sama aja dengan bilang kalo si Badu suka mukulin anak saya, karena itu Badu beserta keluarga dan tetangganya harus saya pukul juga. Gak sebanding lah. Gak adil.

  4. Dalam self defense itu ada 2 unsur yang harus dipenuhi, yaitu: necessity dan proportionality. Secara teori sih, necessity itu sepenting apa kejadian yang ada sehingga self-defense tersebut harus dilakukan, sementara proportionality itu adalah sepantas apa tindakan self-defense tersebut dilakukan untuk membalas serangan yang ada.

    Isu proportionality adalah isu yang paling didebatkan dalam masalah Israel-Palestina. Semua orang bisa setujulah kalau kedua belah pihak punya keterdesakan yang kurang lebih sama untuk membalas serangan. Namun, sejauh apa Israel proporsional dalam membalas tindakan tersebut? Rule of thumb-nya seperti jangan membakar satu gudang beras untuk membunuh tikus. Namun, enggak segampang itu juga proportionality itu dilihat dalam prakteknya.

    Ada yang menulis analisis hukumnya kalau berminat baca: http://www.ejiltalk.org/israeli-raids-in-gaza-proportionality-and-the-status-of-hamas-policemen/

  5. Menurut Advisory Opinion tersebut, pembangunan tembok tersebut ilegal karena tidak proporsional dan melanggar hak warga Palestina untuk bergerak.

    Ini yang menyebabkan anak-anak Palestina tidak bisa sekolah bukan?

    Namun kalau melihat keadaan sekarang saya jadi ragu kalau di daerah tersebut bisa terjadi perdamaian.

    Sama. Salah satu mungkin harus pergi. Masalahnya, siapa juga yang mau nerima Israel? Siapa juga yang mau nerima Palestina? Katanya bangsa Palestina tidak disukai oleh bangsa Arab lainnya. Aneh memang.

    Oh, ya; btw saya paling enggak mau disuruh nulis masalah Israel-Palestina dari segi hukum internasional. Ribet soalnya.

    Coba dong. Saya emang enggak ngerti-ngerti banget. Kebanyakan perjanjian, road map, etc. Geddoe mau coba tuh katanya.

  6. @nenda

    Oh, begitu toh bahasa resminya. Wah tulis dong. Biar yang lain juga ngerti. Dan biar isunya enggak melulu soal agama.

  7. @ gentole

    WTF, ini sama aja dengan bilang kalo si Badu suka mukulin anak saya, karena itu Badu beserta keluarga dan tetangganya harus saya pukul juga. Gak sebanding lah. Gak adil.

    masalah dua bangsa ini, saya makin lama makin gak bisa memberi pandangan. banyak kepentingan di luar mereka yg turut bikin makin ruwet. saya waktu ABG pernah berharap misi manusa ke planet lain cepat terlaksana. mungkin di sana bisa dibikin negara Israel di satu sisi planet, sedangkan Palestina di sisi sebaliknya.

    Obama kayaknya melihat awalnya dari serangan roket Hamas aja, ya?

  8. @Gentole

    Ini yang menyebabkan anak-anak Palestina tidak bisa sekolah bukan?

    Mungkin, enggak baca kasus lengkapnya. Panjang banget.

    Sama. Salah satu mungkin harus pergi. Masalahnya, siapa juga yang mau nerima Israel? Siapa juga yang mau nerima Palestina? Katanya bangsa Palestina tidak disukai oleh bangsa Arab lainnya. Aneh memang.

    Dapet sumber dari mana?

    Soal nulis Palestina-Israelnya, mungkin setelah aplikasi dan skripsi saya beres kali ya. Needs some research in law journals.

  9. Saya pernah datang ke seminar soal Israel-Palestina. Waktu itu saya mau wawancara Art Gish, aktifis perdamaian Kristen di sana. Ada pejabat Deplu yang mengatakan itu. Kata teman saya di film Munich juga ada, maksudnya komentar tentang bangsa Arab membenci bangsa Palestina tetapi lebih membenci Yahudi. Yang saya dengar katanya bangsa Palestina itu “lebih pintar” dan sering menduduki post penting pemerintahan. Jadi, ada kecemburuan sosial, ekonomi atau politik gituh. Ironis, memang. Agak mirip kasus orang Cina dan Yahudi di Indoensia dan Jerman.

  10. Hoo begitu. Yang pernah saya baca di milis2 sih orang Palestina banyak yang lulusan PhD, prosentase PhD-nya katanya tertinggi di dunia. Mungkin karena mereka cenderung berpendidikan tinggi jadinya lebih mudah menduduki posisi tinggi di pemerintahan.

  11. Kenapa tanah Palestina cuma seiprit gitu? Sebenarnya tahun 1947 mereka sudah diplot oleh PBB untuk dapet bagian yang lumayan gede (42 persen, yang diterima oleh delegasi Israel tapi ditolak delegasi Arab karena dianggap masih tidak adil) dalam solusi dua negara, tapi gara-gara perang Arab-Israel (yang, CMIIW, dimulai oleh Arab) tahun 1948, semuanya jadi berantakan sampe sekarang…😕

  12. Saya bersyukur bahwa serangan udara ke Gaza kali ini (so far) akurasinya dah jauh lebih tinggi daripada waktu ke Lebanon 2 tahun lalu.

    @ Catshade

    IMO andai liga arab nerima solusi dua negara, tetep saja Israel akan menentukan sendiri perbatasannya kelak (perang 1967). Sebuah kebetulan bahwa Arab menyerang (menduduki bagian Palestina berdasar resolusi 181) tak lama sesudah Israel proklamasi, yang menyebabkan Palestina kehilangan wilayah lebih cepat.

  13. @nenda

    Yang pernah saya baca di milis2 sih orang Palestina banyak yang lulusan PhD, prosentase PhD-nya katanya tertinggi di dunia.

    Bukannya Israel yang paling tinggi?
    .
    @catshade

    semuanya jadi berantakan sampe sekarang…

    Semua upaya sudah dicoba, dan semuanya gagal. Two-state solution itu sama gak mungkinnya dengan one-state solution. Konflik tetap tak terhindarkan. Pelik.
    .
    @jensen

    Saya bersyukur bahwa serangan udara ke Gaza kali ini (so far) akurasinya dah jauh lebih tinggi daripada waktu ke Lebanon 2 tahun lalu

    The death toll’s still climbing.

  14. .. atau masalah hubungan internasional, atau apalah, asal jangan belajar menjadi macan ompong di jalan-jalan Jakarta.

    beware mas bro, somebody (some organization) could be get offended🙂

    Btw, saya dulu pernah berpikir kalo solusi israel – palestine ini dengan cara bikin satu negara bersama aja. mungkin ga seeh?

  15. @agiek

    Ah, betul itu. Saya edit sajalah. Kedengarannya memang terlalu sinis.
    .
    Negara bersama? Yah udah ada beberapa yang mengusulkan, tetapi masalahnya apakah Israel dan Palestina bisa menjamin bahwa semua akan mendapatkan hak yang sama?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: