Idul Milad

December 24, 2008 at 10:43 am | Posted in agama | 26 Comments
Tags: ,
juletrc3a6et

Dari Wikipedia, Bagus Yah?

Beberapa waktu lalu di Lippo Karawaci saya melihat pohon Natal yang harganya 17 juta! Haduh. Tadinya saya mau mengelus dada, tetapi setelah dipikir-pikir lagi; Wajarlah, toh Natal sudah menjadi perayaan universal sekarang, tidak melulu terkait dengan Kristus. Dalam pandangan saya, Natal menjadi universal bukan karena Yesus memerintahkan murid-muridnya untuk menyebarkan “Kabar Baik” ke “segala bangsa”, tetapi karena Natal adalah produk budaya Eropa, yakni tempat lahir gagasan universal lainnya, seperti HAM, rasionalisme dan kapitalisme modern.

Dengan televisi, Natal adalah bagian dari dunia. Waktu kecil saya suka sekali melihat film-film Natal; selalu terpesona dengan salju, bintang yang bersinar menyerupai salib, dan terang pohon cemara di sebuah ruang tamu yang hangat. Natal dalam benak saya adalah Eropa yang serba bagus, serba indah: Yang mengingatkan saya pada dunianya Charles Dickens. Salju. Santa Klaus. Legenda. Tentu, tidak semua orang suka Natal disekulerkan. Dua kawan saya, yang satu ateis dan yang lainnya agnostik, mengadakan pesta Natal Sabtu lalu. Natal kultural, tentunya. Atau, katakanlah, Natal sekuler. Dan mereka dikecam seorang kawan Kristen: “Mengapa bawa-bawa Natal!!?” Apakah seorang ateis boleh merayakan Natal? Kata Ustad Geddoe sih boleh, karena dia percaya ateisme hanya menyentuh persoalan aqidah. Tentu, saya menghormati dan menghargai siapapun yang mengkhidmati Natal secara teologis [seperti Mas Rudi, Lambrtz, Catshade dan Dnial], tetapi tidak ada salahnya  juga kan menikmati hari libur dengan merayakan sesuatu, meskipun tanpa alasan khusus? So, mari kita biarkan mesin-mesin kapitalisme itu bekerja;  pasanglah harga pohon Natal semahal-mahalnya; tidak perlu kita anggap seriuslah kapitalisme itu. Asal kita sadar saja, bahwa agama manapun, kecuali Yahudi mungkin,  mencerca gaya hidup yang bermewah-mewahan.

Selamat Idul Milad Semuanya

Ps: Idul Milad itu bahasa Arabnya Hari Raya  Natal

26 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Tuhan itu kan Maha Kaya. jadi, sepertinya wajar saja walaupun memang belum tentu benar. mungkin sebuah upaya mencari si penyebab itu supaya ada dampak atau akibat… *kejawen mode*:mrgreen:

  2. tetapi tidak ada salahnya juga kan menikmati hari libur dengan merayakan sesuatu, meskipun tanpa alasan khusus?

    Sayangnya saya tidak bisa menikmati libur, he he he libur yang lembur full 24 jam, betapa bahagianya😦
    Idul Milad deh buat saudara-saudara yang merayakan
    Salam damai

  3. eh iya… Selamat Idul Milad juga.😎

  4. Waktu kecil saya suka sekali melihat film-film Natal; selalu terpesona dengan salju, bintang yang bersinar menyerupai salib, dan terang pohon cemara di sebuah ruang tamu yang hangat. Natal dalam benak saya adalah Eropa yang serba bagus, serba indah: Yang mengingatkan saya pada dunianya Charles Dickens.

    Idem.
    .
    Saya dihibur dengan film-film yang sama. Bagus-bagus benarnya. Tapi… imaji saya selalu mengantarkan pada nama lain: H.C. Andersen.🙂
    .
    Kalau Charles Dickens sih… uhmmm… sepertinya yang lengket cuma Oliver Twist😕
    .
    .
    *barupahammestipaketitikdithemeini*:mrgreen:

  5. Lewatin Debenheims ya? *Masih sakit hati dengan sepatu seharga 500ribu*

  6. Aw…sial, yang Bahasa Arab sudah dipake…
    .
    Anyway, makasih ucapannya, dan selamat berprokrastinasi akut berlibur😀
    .
    Mengenai Natal yang menjadi budaya universal (westernisasi?) saya jadi ingat kebingungan kakak kelas saya yang lagi kuliah di Jepang. Katanya, jalan-jalan di sana lagi banyak hiasan Natal, padahal orang Jepang yang menganut Kristen sedikit:mrgreen:
    .
    BTW, kok Yahudinya dicoret? Apa mereka mengajarkan demikian?😕

  7. Yah, ibaratnya Lebaran di Indonesia sini ya umat non-Islam juga ikut ‘merayakan’ dengan caranya sendiri (misalnya ikut2an mudik atau bikin opor/ketupat). Ada nggak orang Islam yang marah klo kami merayakan Lebaran secara kultural juga?😕

    Dan mereka dikecam seorang kawan Kristen: “Mengapa bawa-bawa Natal!!?”

    Sebuah ironi yang sedap sekali kalau ada seorang pagan yang nyamperin orang itu dan ngomel: “Mengapa bawa-bawa Sol Invictus kami!!?”😆

  8. Bagus sekali pohon natalnya:mrgreen:
    Selamat Natal ya bagi yang merayakan…😆
    Oya met Tahun Baru juga buat semua yang merasa masih menjadi manusia di dunia blogspere ini:mrgreen:

  9. Idul Milad???!😯
    bung gentole, itu arabisme! 8)

  10. Milad itu milik kami, umat muslim, gak boleh dipake buat umat lain, tauk!

    Enak aja, setelah mencoba mencuri Allah kami, terus istilah Milad yg identik dengan Milad Nabi mau kalian ambil juga?! hah? Hah? HAH?

    *kerasukan arwah bigoter*:mrgreen:

  11. @sitijenang
    .
    Errr….
    .
    @secondprince
    .
    Sudah menjadi dokter kah?
    .
    @sitijenang
    .
    Selamat Juga.😀
    .
    @alex
    .
    yah, Andersen juga sih. Tapi saya sangat terpesona dengan dunianya Oliver Twist. Lagipula, Dickens memang menulis buku cerita khusus Natal, bukan? Jadi yang ingat pertama yah Dickens.
    .
    @nenda
    .
    Haha…iya. Debenhams-nya emang yang bikin mahal kali yah. OOT, Lippo memang berubah sekali sekarang. Padahal itu dulu tempat saya main nyari jagung dan tebu. Hehe…
    .
    @lambrtz

    Aw…sial, yang Bahasa Arab sudah dipake…

    Kenapa?

    BTW, kok Yahudinya dicoret?

    Tidak. Itu joke saja. Islam dan Kristen bukan apa-apa tanpa nabi-nabi Yahudi.😀
    .
    @catshade

    Ada nggak orang Islam yang marah klo kami merayakan Lebaran secara kultural juga?

    Kalo nanynya ada apa enggak yah pasti ada. Kalo banyak apa enggak gak tau deh.😀

    “Mengapa bawa-bawa Sol Invictus kami!!?”

    Haha…sayang susah nyari pagan purba sekarang. Pagan modern sih kayaknya banyak.😀
    .
    @rukia
    .
    Lampunya bagus!
    .
    @lumiere
    .
    Harus dibedakan antara Arabisasi dengan Arabisme, modernisasi dengan modernisme, Islamisasi dengan Islamisme, sains dengan saintisme. Sampai pada level tertentu, menurut saya, yang “sasi”2 itu boleh saja menurut saya. Hehe…maap ditanggepin panjang.
    .
    agiek
    .
    Kristen Koptik udah lama pake istilah Idul Milad soale. Itu tuh si Maria di film AAC.:mrgreen:
    .
    Btw, ini agak lucu memang. Kristen Indonesia memilih kata Allah dan Alkitab (keduanya Arab) untuk menggantikan kata Yahweh dan Bibel, terus menggunakan kata Natal dan Gereja (keduanya Portugis) untuk menggantikan kata Christmass [bahasa Katolik Romanya apa sih?] dan “ecclesia”.

  12. @Agiek
    Di Amerika Latin Bahasa Portugis dan Bahasa Spanyol berbeda secara kontras. Tp kedua bahasa-bahasa itu di eropa selatan sami mawon. Beti, beda tipis. Ada sekian dialek2 yang beda tipis. Begitu pula dgn rumpun bahasa timur tengah. Bhs jawa. Bhs nusantara. Bhs slavia dll. Semuanya berdialek yg beda2 tipis. .
    Selain itu, kata Allah pun diadopsi oleh Islam dari bahasa setempat. Lha sebelum Nabi, kata Allah sudah ada yg menggunakan.

  13. @agiek
    orang jawa menyapa Tuhan dengan sebutan Gusti Allah. Toh para Ulama tidak menganggap mereka sesat krn nambah2-in.
    Toh itu semata2 krn mereka merasa gak sopan kalau menyebut nama Allah saja. Masih bagus kan, mereka tidak menerjemahkan kata AL- Ilah menjadi Sang Tuhan. Atau malah Si Tuhan. Atau Mat Tuhan.
    .

  14. “dari pulau dan benua, terdengar suara merdu…
    muliakan tuhanmu…”

    itu lagu natal yang paling berkesan…

    merry christmas..

  15. saya tidak merayakan natal tapi dapat hadiah natal.. sipp..!! sepasang giwang berbentuk salib yang cantik. semula saya agak ragu mau pake, karena tanda salib seperti sudah menjadi hak milik orang cristen, tapi saya suka.. gmn ya??!!

  16. oya, saya suka juga bila di dalam gereja, banyak patung-patung dan suasana yang hening. kesannya seperti berada pada masa yang lain dan entahlah, pokoknya lain, kenapa ya?

  17. 😯 ser..rriii…uusss..
    iya bang m(_ _)m terima kasih

  18. @rudi
    .
    Cuma becanda Mas Rudi, Mas Agiek itu.😀
    .
    @adiisa
    .
    Lagu yang mana tuh?
    .
    @mbak winar
    .
    Jawaban yang pertama: pakai saja.
    Jawaban yang kedua: karena gereja tempat ibadah.
    .
    @lumiere
    .
    Sama-sama neng.

  19. lagu itu paling berkesan dimasa kanak-kanak
    aku sudah nggak hapal lagi, selain hanya sebait itu

  20. @gentole
    saya juga becanda😀
    tp lucu juga kalo ada sapaan Mat Tuhan

  21. Hahaha… lihat komentarnya Mas Agiek, kok saya jadi kerasukan arwah bigoter juga ya ?😉 Atau malah kerasukan roh positivisme-logis ?:mrgreen:
    .
    .

    Ah, bagi saya Natal di kota-kota besar itu aslinya “natal eropa”, atau lebih tepatnya lagi “natal pasar bebas” atau “natal kapitalisme”. Saya malah tidak membayangkan seperti apa “natal komunisme” itu.😆

    Lihat saja arti dari bahasa Inggrisnya yang sering disebutkan : “Merry Christmas”. Padahal yang cocok menurut saya itu “Happy Christmas”. “Merry” itu kesannya lebih bermewah-mewah keluar, sementara “Happy” lebih ke dalam diri.

    Yup, Happy Christmas and Merry New Year 09.

  22. Saya mau ikut komen…
    .
    …tapi sudah keburu dicap wahabist christian.:mrgreen:
    .
    Ah, berapapun harga pohonnya, Natal adalah saat dimana makanan lezat gratis bertebaran, dan minuman kaleng tersedia sampai sebulan setelahnya.😀
    .
    *ikut menikmati. Nyem*

  23. @fertob
    .
    Natal komunis? Santa membawa palu arit? Merahnya sudah ada kan, cocok dengan warna Rusia dan Cina. Nah, bagaimana kalo Natal Islam. Santanya pakai baju warna hijau?
    .
    @jensen99
    .
    Haha…Kristen Wahabi. Kemarin saya sengaja beli bukunya pak Bambang Noorsena, dari KOS, dan menemukan istilah Ahlul Kanisah wal Jami’ah, yang pandangannya terhadap skriptur dan tradisi sangat identik dengan Ahlu Sunnah wal Jama’ah.😀

  24. @ Gentole

    Natal komunis? Santa membawa palu arit?

    .
    *ngakak*
    .
    Belum pernah liat Santa begitu. Tanya ke Mbah Gugel, yang ada malah “Top Ten Indications
    That Santa Is A Communist”
    .
    .
    Kocak juga alasan2nya itu😆
    .

    Nah, bagaimana kalo Natal Islam. Santanya pakai baju warna hijau?

    Hijau? Itu memang ciri warna Islam ya?:mrgreen:
    .
    Kalo dari segi jenggot sih sudah kaffah memenuhi sunnah. Tinggal ganti topi khasnya itu sama sorban. Errr… jangan lupa kafiyeh dililitkan di leher utk ganti syal😆

  25. Selamat Natal bagi yang merayakan.

  26. apakah keotentikan benar benar ajaran kristus? menurut saya itu sebuah penyelewengan ajaran, harusnya ajaran kristus diikuti sesuai perintahnya. bukan mencampur adukkan. dan isi isi cerita dalam alkitab hanyalah cerita cerita fiktif yang sama seperti cerita cerita legenda kaum lain di berbagai belahan dunia.

    Matius 28: 19-20 adalah ayat yang paling kerap dijadikan pegangan sebagai landasan pengabaran itu. Yesus berkata, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

    amun, tak bisa disangkal, bahwa di dalam kitab-kitab itu tercantum pula partikular-partikular ajaran yang sekiranya diimplementasikan secara harafiah akan potensial menimbulkan petaka dan ketegangan antar-umat beragama. Dengan ayat-ayat partikular itu, tak sedikit orang berpendirian perihal pentingnya melakukan islamisasi dan kristenisasi. Banyak orang bangga dan merasa puas ketika berhasil mengkristenkan orang lain. Seakan pahala Tuhan ada dalam genggaman begitu seseorang berhasil membaptis, tak peduli walau itu dilakukan dengan paksaan dan intimidasi. Untuk mengukuhkan agendanya itu, Matius 28 pun disitir lepas dari konteksnya. dengan alasan mereka domba domba tersesat.

    Mengabarkan dan mendakwahkan ayat-ayat yang eksklusif-radikal seperti itu jelas kontra-produktif bagi terciptanya kerukunan umat beragama di Indonesia. Hemat saya, yang perlu dikabarkan buat bangsa Indonesia yang lagi mengalami multi-krisis bukan Matius 28, melainkan Matius 19: 16-20 yang memuat ajaran kasih dan etika sosial.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: