Loving the Unknown?

September 26, 2008 at 2:45 am | Posted in teologi | 15 Comments
Tags: , ,

I believe the Lord, al-Illah, YHWH, Adonai, the First and Supreme Being, the Person or Non-Person, who spoke to the prophets of Israel as recorded in the books compiled in the Bible and who spoke through Archangel Gabriel to Muhammad in Mecca as recorded in the Koran, is the center of everything, the Sum of all, the Unity of all that Is. He is ineffable and could not be rendered into finite human languages.

Thus, I believe it is impossible to know Him rationally as the world itself, upon which rationality was built and developed, has never been rational. And, yes, of course, it is equally impossible to know him irrationally for being irrational makes you gullible. Are you sure you don’t mistake God for a stone?

How then, can we love the Unknown?

We are nothing but His servants under threat of the Hell Fire, agonizingly trying to seek Salvation, to enter His Paradise. Unable to comprehend His Words in the Scriptures, we humans are left in silence, frustrated by the absurdity of this purposeless life. In the end, we all suffer, hopelessly reading some existentialist novels.

How then, can we love Him? I don’t know. To me, faith is about humility. Faith is about admitting our finitudes. Faith is about surrendering…for we have been defeated.

15 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Mungkin memang tidak berlaku pepatah:

    Tidak kenal maka tak sayang di sini.

    Tapi entahlah… rasanya kok tidak masuk akal (duh akal lagiπŸ˜† )

  2. i love the taste of durians simply because i have tasted them.

  3. So…our entire spiritual faith is pretty much a Stockholm Syndrome?πŸ˜€

  4. ten thousands times more rational to loving nothingness than loving unkwown. fiuuuhh…. ;?

    *nihilistic mode on*

  5. @dana
    Entah mengapa saya tidak begitu sreg dengan pepatah itu. Saya kok masih berpikir bahwa saya bisa mencintai seseorang yang tidak pernah saya kenal.

    @sitijenang
    Too bad. I never like Durians.πŸ˜€

    @catshade
    *baca wikipedia*
    Sort of.πŸ˜€

    @c4ndra
    What’s the difference between nothingness and the unknown?

  6. Sepertinya jika tidak kenal tapi kita mengaku mencintai maka itu lebih kepada mencintai imajinasi kita tentang sesuatu yang kita cintai itu.

  7. Saya mencintai para pahlawan bangsa ini bukan karena saya mengenal/melihat/bertemu mereka tapi karena karya dan jasa mereka.
    Saya mencintai Guru2 Besar yang telah meletakkan pondasi2 ilmu dan cara berfikir, bahkan tanpa saya mengenal mereka. Bahkan saya sama sekali mengenal pencipta bahasa dan penemu bilangan, tapi saya pastikan saya mencintai/mengagumi siapapun mereka itu. Saya tidak pernah bertemu yang menciptakan saya, yang memberi kehidupan, yang menciptakan makanan, minuman udara dan segala yang ada ini, saya belum pernah bertemu Dia, tapi saya tertangis2 membayangkan kemurahan-Nya, kasih sayang dan ketelitian-Nya.

    Bagaimana kita bisa bicara cinta kalau kita ternyata sesombong ini, sejahil ini? Bagaimana kita bisa bicara cinta jika kita hanya bisa mencintai sesuatu yang pernah kita jumpai tanpa peduli apa2 dan tidak bisa menghargai yang telah si DIA lakukan kepada kita, hanya karena si DIA tidak tampil di depan mata kita ?
    Bukankah mereka2 yang berjasa pada kita tanpa tampil di depan kita lebih agung drpd mereka yang tampil?

  8. ah, absurd… absurd…
    cinta dari Hongkong?
    lebih baik situ mbahas dulu apa itu Loving, secara lengkap dan detail
    lalu jelaskan, apa yg dicintai pada sesuatu yg tak diketahui itu; kebaikan-Nya? padahal pada kenyataan-Nya itu hanya ke-GR-an kita, personifikasi-Nya? toh Dia laisa kamitslihi. apa dong?

  9. surrender in search Boss?

  10. @isnese and gentole

    cinta dari Hongkong?

    boleh dikenalkan, pak..? agar saya dapat tambah teman lagi? mumpung masih di HK nih..πŸ™‚

    mencintai? benarkah pernah (bisa) mencintai NYA? setahuku kita hanya membutuhkanNya, perlu DIA.. itu saja..!

    MencintaiNya, mencariNYa, kata-kata semacam ini kok kurang pas menurut saya..

  11. @ gentole

    What’s the difference between nothingness and the unknown?

    as we know love tend to blind and also irational. It’s meant both unknown.
    to know what’s nothingness we need to much know.

  12. @dana
    Okelah, Mas Dana.

    @truthseeker
    Nah, itu mas Truthseeker. Saya kira kita searah. Mungkin tidak persis sama, tapi searah.πŸ˜€

    @esensi
    cinta dari Hongkong?

    Ditanyain Mbak Peristiwa tuh. Yang beneran tinggal di Hong Kong.

    apa dong?

    Saya tidak tahu, Nak. Selama ini saya sepertinya lebih banyak berdialog dengan diri sendiri.

    @manusia super
    You can say so. But this is not a passive surrender. This is an active surrender.

    *meaning gak sih? :mrgreen:*

    @c4ndra
    Rrrr…?

    @peristiwa

    mencintai? benarkah pernah (bisa) mencintai NYA? setahuku kita hanya membutuhkanNya, perlu DIA.. itu saja..!

    Saya kira begitu. Saya kira wajar bagi saja yang sudah merasakan adanya kekosongan dalam hidup untuk mengisinya dengan berbagai konsep apapun, termasuk Tuhan.

  13. Ada referensi tambahan, pak gentole… Acintya.

  14. kebetulan, kebetulan, sungguh saat yang pas.

    gentole, saya lagi baca bukunya Abu sungkan yang berjudul berguru kepada Allah. Pernah dengar nggak? atau Abu sungkan nya, tau?
    _
    Kayaknya cocok deh buat bacaan tambahan buat anda. Sekalian buat dana juga. Dana, anda kan yang minta saya untuk menunjukkan untuk bisa merasakan “bertemu” Tuhan… Coba aja pahami buku itu.
    _
    Sedikit gambaran, bukunya sedikit mencoba membahas tentang Tuhan versi Budha, kristen dan Islam. Kayaknya, sedikit banyak bisa memberi sedikit perspektif dehπŸ˜‰
    _
    Banyak bahasan filsafatnya. Pusing saya. nggak faman filsafat soale. Tapi berencana untuk bisa memahami dengan baik. Semaoga nggak tinggal rencana ya….:mrgreen:
    _
    BTW, MET LEBBARAN dalam berbagai artian ya…..
    Maaf lahir bathin……
    *serius minta maaf ini*

  15. Oh, iya
    *numpang disini aja boleh ya?*
    _
    Diskusi di “Ekaristi…” itu sepertinya di pending aja ya yang dari saya. Abis saya mulai ngarasa nggak tahu apa-apa dan harus belajar lebih banyak lagi. Semoga di masa yang akan datang saya bisa lebih mengerti lagi… dan semoga bukan hanya tinggal harapan saja lho…
    _
    Untuk Geddoe
    _
    Thanks ya atas responnya. Semoga lain kali kita bisa diskusi lagi πŸ˜›


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: