This is Madness, a Blogger Jailed for “Ridiculing Islam”!

September 24, 2008 at 2:36 am | Posted in agama, kebudayaan, sekedar | 20 Comments
Tags: , , , , ,

In Malaysia, our neighboring country, Muslims forbid the Catholics from using the word “Allah” in their Bible and any other publication as if they, the Malaysian Muslims, had copyrighted the word in heaven. In Malaysia, whose citizens speak Malay like we do, nobody has the right to leave Islam, its official religion. In Malaysia, whose youngsters love Peter Pan, Dewa and Slank so much like many young Indonesians do, a blogger is jailed for ridiculing that “official religion”! If they are really Muslims, they should have read the passage in the Qur’an that says: “there is no compulsion in religion”!? I acknowledge that Indonesia and Malaysia share many things and I respect the latter like I respect all countries in this world.  But I hope what happened to this guy Raja Petra only happened there, not here. As a liberal Muslim, I deplore the Malaysian government’s decision [not court’s as I mentioned earlier] to jail him for expressing his opinions about Islam, no matter how unpleasant and blasphemous his statements are to our ears. I believe that civil right is far holier than any organized religion in the world. It is the right of every man to become himself!

Individual Freedom is Holy!

*marah-marah dulu aja, mumpung di depan komputer*

Updated: OMG, this is all about politics! Poor you Islam, you are ridiculed in the West and now you are nothing but a ‘tool” for Machiavellian Muslims.

*udah agak tenang*

20 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Kayaknya laut china selatan bakal Tsunami, atau gempa? Beliau kan kalo negur nggak tanggung-tanggung 😦

  2. Individual Freedom maybe Holy. But, please Respect other’s religion!

    Kalo udah main “insulting” apalagi terhadap agama tertentu tambah lagi agama tersebut jadi dasar negara, siapa yang nggak marah coba.

    Misal, saya dengan kebebasan berpendapat saya, lalu terang-terangan menghina kelompok tertentu, apa kelompok tertentu yang saya hina itu bakal sabar and tinggal diam.

    Non sense lah!

  3. @rudi|snowie

    It has nothing to do with religion. It’s about the ruling party in Malaysia fighting against its opponents with some absurd allegations. I don’t wanna talk much about this. Indonesia is no better juga. Religion is nothing but a commodity in politics.

  4. Ups, here in Indonesia, religion is a commodity for politicians. In Malaysian politics, it’s more like a sword, I guess.

  5. Buat saya, apa yang dilakukan Malaysia dalam hal beragama adalah aneh dan mengkhawatirkan (dalam konteks larangan menggunakan kata ALLAH oleh non muslim). Bible arab kristen konon juga menggunakan kata ALLAH untuk menyebut Tuhan.

    Umat islam juga pantas untuk kesal bila ada pihak tertentu yg menhina islam…tapi bukan cara yang smart juga bila bereaksi dengan kekerasan atau memenjara orang2 tertentu tsb.

    True muslims realize that, in confronting criticism of their faith, they need to start acting like real Muslims.

    Peace

  6. Wah ada peluang ngajar linguistik di Malaysia nih. Sepertinya di sana belum ada mata Kuliah Linguistik Bandingan.

    Dalam hukum bunyi, nama-nama Tuhan itu sama saja. Pergeserannya antara lain R-D-L sehingga misalnya: idung(melayu) = irung (jawa) = ilung (bahasa madagaskar kalo ga salah).

    Lalu ada pergeseran R-G-H trus D itu T yang berbunnyi, G itu K yang berbunyi. (ini dipakai juga oleh Ayu Utami untuk mempermainkan FU dah HU, karena H adalah F yang berbunyi)

    Dalam hukum bunyi TuHan sama saja dengan God, karena T=D dan G=H, dari Tuhan T beubah jadi D lalu jadi H, sementara H nya tetap, maka hasilnya *l*h yang jadi Elohim di ibrani lalu jadi Allah di Arab . Maknanya tidak jauh-jauh: tuhan, god, dewa-dewi, devi, devine, dei, deo, teo, ell, elih, allah, elohim.

  7. @RS|rudi

    Pemerintah Malaysia memang agak absurd soal itu. Saya kira sudah fakta umum bahwa kata Allah, seperti banyak kata lainnya dalam bahasa Arab, itu tidak muncul begitu saja. Bahasa Arab, termasuk bahasa Arab al-Qur’an, tidak hanya meminjam berbagai istilah dari peradaban berbahasa Ibrani-Aramaik, tetapi juga dari Latin dan Yunani. Dalam kasus Malaysia, saya kira ada dua isu di sini; yang pertama, konservatisme; yang kedua, politisasi agama, yakni Islam sebagai “agama resmi”. Tapi, yah, saya tidak tahu juga, sih. Kayaknya pergolakan politik di sana sudah sangat panas.

    *teringat gelombang reformasi 1998*

  8. hehe… format tulisan kayak gini nih, yang bisa bikin blogger Indonesia tahu siapa sebenarnya Anda, atau yah paling enggak menebaknya sedikit;)
    .
    hoho… isi tulisan kayak gini nih, tipikal muslim-muslim liberal 😛
    .
    huahahaha…!! JIL!!! It’s your rebirth!!!
    .
    uhuk-uhuk… ngapain sih, mikirin tetangga, wong tetangga kita aja kagak pernah mikirin kita…

  9. Simbol-simbol keagamaan bisa dipelajari dan dimanfaatkan siapa saja. Politikus, pedagang, bahkan maling pun bisa menggunakan simbol-simbol agama. Kenapa ya kaum intelektual tidak mau pakai simbol-simbol agama? malahan simbol-simbol intelektual yang dipakai oleh politikus dan pedagang.

    Blog-blog yang membahas agama pun laku keras dikunjungi 😛 apalagi kalau pake bumbu-bumbu intelektual =))

    *jadi kepengen punya blog juga… tapi kenapa yah kalo pake WAP wordpress eror terus 😦

  10. Benar benar menggelikan. Perlu pendidikan tentang kebebasan, terutama kebebasan agama kali yak.

  11. kata Allah kalo gak salah dari Al Ilah, “The (One) God” atau “True God”. kayaknya sama juga seperti ‘Ana Al Haqq’.

    *bergaya linguist sekali-sekali* 😎

  12. @esensi

    uhuk-uhuk… ngapain sih, mikirin tetangga, wong tetangga kita aja kagak pernah mikirin kita…

    Iya juga sih. :mrgreen:

    @rudi

    Blog-blog yang membahas agama pun laku keras dikunjungi 😛 apalagi kalau pake bumbu-bumbu intelektual =))

    Hehehe…nyindir nih? Iya nih, saya sebenarnya mau bikin blog sastra atau filsafat saja, tapi sejak awal memang udah cenderung ke blog agama2 gitu deh. Gak tau kenapa. Di blognya Mas Dana aja, blog ini masuk kategori “spiritualitas teman-teman”. 😀

    *jadi kepengen punya blog juga… tapi kenapa yah kalo pake WAP wordpress eror terus 😦

    Bikin aja gih! *ngomporin*

    @dana

    Benar benar menggelikan.

    Hehe pemerintah Indonesia dan Malaysia memang sepertinya berlomba-lomba untuk membuktikan siapa yang paling “menggelikan” dalam urusan agama.

    *sebenarnya saya kuatir juga tuh*

    *terbayang saya dan Mas Dana dimejahijaukan*

    @sitijenang

    *bergaya linguist sekali-sekali*

    Halah. Bukannya udah sering yah bergaya linguist. Apalagi kalo udah menyangkut falsafah jawa. 😀

  13. Ah, kalo udah urusan politik, apa sih yang gak boleh dimanfaatin? 😆

  14. Individual Freedom maybe Holy. But, please Respect other’s religion!

    Kalo udah main “insulting” apalagi terhadap agama tertentu tambah lagi agama tersebut jadi dasar negara, siapa yang nggak marah coba.

    So…

    We have to respect your religion by erasing and forbidding any reference to “Allah” in our religion?

    We have to respect your religion by letting our new religious member be jailed because of her conversion from your religion?

    Ah yes, how respectful are we 🙄

    Dan saya tidak tahu persis apa yang dilakukan Raja Petra, tapi ia ditangkap dan langsung dipenjarakan 2 tahun di bawah ISA. Tanpa proses peradilan sama sekali, saya rasa terlalu prematur dan suudzon untuk mengatakan dia benar-benar telah menghina agama.

    Jangan salah paham, saya setuju bahwa kita harus menghargai agama lain dan penghinaan adalah sesuatu yang tidak etis. But things like these are just downright ridiculous 😕

  15. catshade

    Dan saya tidak tahu persis apa yang dilakukan Raja Petra, tapi ia ditangkap dan langsung dipenjarakan 2 tahun di bawah ISA. Tanpa proses peradilan sama sekali, saya rasa terlalu prematur dan suudzon untuk mengatakan dia benar-benar telah menghina agama.

    Iya tuh aneh. Emang politik ajalah. Di blognya Rajapetra dia ngasih link blog2 yang dianggap “lebih menghina” Islam. Tapi gak ditangkep. Saya juga belum tahu apa yang dia tulis, tetapi supporters dia bilang, pemerintah Malaysia yang “ridiculing Islam” dengan memenjarakan orang tanpa pengadilan.

  16. @amed
    Yup, betul. Politikus itu nihilis semuanya. :mrgreen:

  17. This is Madness, a Blogger Jailed for “Ridiculing Islam”!

    Madness!? This Is SPARTAAAA!!!!!!!
    *tendang gentole ke sumur*

    UU ISA itu memang berbahaya. Di Indonesia mungkin setara dengan UU Subversi. sekarang masih ada nggak ya?

  18. @dnial
    Udah gak ada untungnya tuh UU sekarang.

    Madness!? This Is SPARTAAAA!!!!!!

    Hehe…emang saya terinspirasi dari adegan itu. 😀

  19. Ah Malaysia, apa saja bisa di Penjara kalo dianggap membahayakan kelangsungan penguasa di sana. Mulai dari Anwar Ibrahim dengan isu sodomi yang dibuat, buat, para blogger ditahan dengan ISA. Sampai-sampai akibatnya menteri hukumnya saja prihatin dengan tingkah laku PMnya yang melakukan politisasi apa saja untuk kekuasaan bahkan memilih mengundurkan diri.

    UU Isa itu berbahaya, karena bisa disalahgunakan seenak udel. Masalah alasan kan bisa dicari : mau menghina Islam, sodomi, membahayakan negara, dsb.Namanya juga alasan kan, biar rakyat maklum atau terpaksa maklum. Hi hi hi, lha wong nggak ada pengadilan sampe tahunan kok. Ya yang enak pejabatnya.

  20. Such is Islam Malaysia. 😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: