Manifesto Seniman Indonesia, Mencerahkan!

June 1, 2008 at 6:08 am | Posted in kebudayaan, sekedar | Leave a comment

Hidup itu puitis.

Cinta itu puitis.

Sakit itu puitis.

Seks itu puitis.

Trinitas itu puitis.

Islam itu puitis.

al-Qur’an itu puitis.

Tuhan itu puitis.

KEBENARAN ITU PUITIS.

Beberapa bulan belakangan ini saya menyusuri pusat-pusat kebudayaan di Jakarta, mulai dari Taman Ismail Marzuki, Gedung Kesenian Jakarta, Galeri Nasional, Erasmus Huis, Goethe, Balai Sarbini (Kalau ada konser NSO) sampai galeri-galeri kecil tempat berbagai lukisan yang menyingkap sisi puitis kehidupan itu dipajang.

Saya mengakui bahwa manusia, termasuk saya dan Anda, saat ini hidup di dalam teknologi; rumah, jalan, busway, baju, AC, kamar mandi, sanitasi, ventilasi, flyover, handphone, sepeda motor, warnet, Internet, dll. Alam kita, sayangnya, bukan lagi pepohonan, padang rumput, pegunungan atau sungai. Alam kita adalah alam yang sudah dimodifikasi; “diteknologikan.” Yah tidak apa-apa sih. Tapi meski begitu, tak perlulah kita memuja sains dari mana teknologi berasal dengan menyingkirkan sisi puitis kehidupan.

Saat ini ada pameran seni rupa Indonesia di Galeri Nasional. Kali aja ada yang berkenan mengintip kehidupan lewat puisi gambar/gambar puitik. Yang sudah kadung tergila-gila seni populer anime bisa mencoba menikmati instalasi seni anak negeri; yang tentunya tidak banal dan komersil. Pameran berakhir 15 Juni.

Ah, untung ada seniman!

*foto diambil dari situs TJP

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: