Kritik Terhadap Kritikus Ahmad Dhani

April 12, 2008 at 2:15 am | Posted in sekedar | 16 Comments
Tags: ,

Seni itu soal selera. Seorang musikus avant-garde bisa saja mencerca semua musik yang ada di dunia sebagai “dangkal” dan “tidak original”. Pada saat yang sama, orang kebanyakan juga bisa mencerca orang itu – katakanlah lulusan IKJ, ISI, atau sekolah musik bergengsi di Eropa sana — sebagai megalomaniak kesepian yang kerjanya beronani dalam berkesenian. Hidup Kangen Band!😀

Seniman juga tidak pernah lepas dari kontroversi. Beethoven, misalnya, adalah seorang komposer yang sangat emosional dan tidak setia pada perkawinannya. Wagner, komposer gila ini juga punya kontroversi; cinta segitiga antara dirinya, istrinya Cosima dan Nietzsche! Bapak gitar dunia, Andre Segovia, tidak pernah mau mengakui virtuositas komposer asal Paraguay, Agustin Barrios Mangore, itu melebihi Franceso Tarrega, meskipun murid terbaik Segovia, John William, berpendapat sebaliknya.

Kata Jubing Kristianto, gitaris lokal kita, Segovia [asli Spanyol, asli Kaukasian] mungkin sombong karena Barrios dari negara pos-kolonial. Tidak semua orang suka Segovia. Meskipun ia disebut sebagai bapak gitar karena telah memberi instrumen kelas dua itu tempat layak dalam ranah musik klasik, banyak gitaris sekarang yang mengatakan bahwa permainan gitarnya “buruk”, apalagi kalo dibandingkan murid-muridnya. Tentu gitaris ortodoks yang memuja Segovia akan protes, “anda tidak punya otoritas untuk mengkritik sang maestro!” Musik memang bukan sepak bola, tapi siapapun berhak mengkritik.

Kalo mengkritik Ahmad Dhani? Apalagi cuma Ahmad Dhani, Segovia aja dikritik. Tapi sayang, kritik terhadap karya Ahmad Dhani tidak lebih dari komentar sinis dari mereka yang merasa terganggu dengan tabiatnya. Prihatin, karena pada akhirnya yang muncul adalah arogansi kritikus Dhani [yang lebih kronik dari Dhani!!] dan, yang paling menyedihkan, keengganan untuk menghargai musisi lokal. Dhani biasa disebut plagiator. Ada beberapa hal yang perlu dicatat [gak pede untuk menggunakan kata ‘diluruskan’] tentang tuduhan ini.

Tentang Plagiat

Kata kamus Encarta, “plagiarism” adalah, “copy something from other person’s work: to copy another person’s idea or written work and CLAIM IT AS ORIGINAL.” Kalo kata Webster, “plagiarism” adalah “to steal and pass off (the ideas or words of another) as one’s own : use (another’s production) WITHOUT CREDITING THE SOURCE. (Kapitalisasi dari saya.)

Apakah Dhani plagiat? Untuk membuktikan seseorang plagiat tidak mudah karena anda harus mengkonfirmasi si seniman apakah dia mengaku-ngaku bahwa karyanya 100 persen original atau tidak, atau apakah ia menyebut sumber dari lirik atau nada yang anda tuduh diplagiat oleh si seniman itu.

Orijinalitas itu barang langka apalagi dalam budaya pop. Eklektikisme yang berlaku. Saya pernah berbincang dengan Paul Van Dyke, musikus elektronik yang suka “memberi nyawa baru pada musik-musik orang lain”. Dia sangat “humble”, tetapi percaya diri bahwa ngeDJ itu juga seni dan tentunya merasa bahwa ada orijinalitas di situ.

Kritikus Dhani biasanya berangkat dari asumsi bahwa Dhani mengakui karyanya 100 persen original, asli dari “inner imagination” dia. Ini kesalahan mereka. Dari awal, Dhani sudah menunjukkan kecenderungan dia pada Queen, U2, Toto atau The Beatles – yang semuanya juga tidak suci dari inspirasi band-band/musik/musisi pendahulu mereka.

Ketika mendengar lagu “Sembilan Hari” dari album Format Masa depan, saya tahu itu pasti terinspirasi dari lagu “Long Away” dari album A Day at the Races. Kalo saya tanya langsung ke Dhani apakah benar begitu, lalu dia bilang “gak kok, itu asli 100 persen original”. Dia seorang plagiat. Tapi kan Dhani sering banget bikin tribute untuk Queen dan albumnya terpampang foto Queen. Bisa dibilang dia sudah mengakui inspirasi itu, meski tidak harus secara verbal. Kasusnya beda ama Melly yang mengaku belum pernah mendengar “Liebesleid” (‘The Sadness of Love’) karya Kreisler yang melodinya sama banget sama reff lagu “Ada Apa Dengan Cinta”.

Meminjam dan Mencuri

Harus dibedakan antara “borrowing” dan “stealing” seperti kita membedakan “breaking” dan “entering”.

Anda bertanya, adakah orijinalitas dalam karya-karya Dhani? Nah pertanyaan ini sebenarnya sulit dijawab, karena sangat tergantung pada wawasan musik seseorang. Seperti kata Ananda Sukarlan, yang mengutip Stravinsky, “good composers don’t borrow, they steal.” Ananda bilang bahwa Rapsodia Nusantara No. 1 (dia klaim sebagai karya dia) itu merupakan lagu yang terinspirasi dari lagu Kicir-kicir dan Si Jali-Jali. Pada beberapa bagian, melodinya sama persis. Franz Liszt juga bikin Hungarian Rhapsody yang terpengaruh lagu Rakyat Polandia.

Dalam hal ini, Dhani, Ananda atau Franz Liszt itu “meminjam”, karena memang ketahuan jelas banget. Tetapi bukan berarti karya mereka tidak original sama sekali atau mereka plagiat! Mungkin ada yang mereka curi, tetapi kita tidak tahu. Itu rahasia komposer dan penulis lagu.

Ada beberapa lagu Dhani yang terdengar sangat original [misalnya Kuldesak atau Kasidah Cinta], tapi saya menduga pasti ada inspirasinya. Tapi wawasan musik saya tidak seluas Dhani. As a pop-rock song writer, Dhani is quite erudite. I sense ingenuity in his music, in the way he mystically and aesthetically mixed Led Zeppelin and the Great Sufis of Islam. Tapi ini soal selera, anda tentu boleh bilang musik Dhani basi, katrok atau kacangan. You have the civil and aesthetical rights to express your judgment.

Eh, kalo mencela Dhani? Yah, terserah. Mau bilang dia berengsek, arogan, megalomaniak, bengal, gila, imbecile, it’s none of my business. Itu semua bersifat slanderous dan, seperti yang suka dikatakan ahli debat di blogosphere, ad hominem. Bukan untuk diperdebatkan. Tapi bisa dibawa ke pengadilan [oleh Dhani dan Front Pembela Ahmad Dhani yang fanatik. Hehe…].

16 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Sayangnya, tidak semua musisi kita, jujur terhadap dirinya sendiri, apalagi kepada publik. Ya kalau mau publik menghargai (include para kritikus yang sok sekalipun) karya mereka, seharusnya diawali dengan kejujuran. Akan tetapi, siapa peduli akan kejujuran karena toh, itu urusan dapur mereka. Contohnya, hingga saat ini tidak ada konfirmasi dan klarifikasi dari Piyu Padi atas lagu (melodi) Harmoni yang mirip banget sama Ebony and Ivory-nya Stevie Wonder…. serupa halnya ketika Trio Libel’s yang dengan bangganya mengklaim Gadisku sebagai karya orisinil mereka padahal melodinya identik dengan She Drives Me Crazy….

  2. Mbak Hilda,

    Saya belum reply komentar yang ini yah?

    Setuju Mbak, musisi kita mungkin tidak mau terlihat “gak kreatif”. Padahal, ya udah, ngaku aja emang nyontek atau terinspirasi. Gak apa-apa, kok. Selama belum parah-parah amat.

    Btw, kok contohnya lagu 1980-an semua?

  3. soale ada blog yang bikin listing plagiasi lagu-lagu tahun 1980 hehehe….

  4. saya lupa nama blognya, akan tetapi banyak yang membenarkan kalo lagunya Padi yang berjudul Harmony itu mirip banget melodinya sama lagu Ebony and Ivory…. ini kuotasi orang-orang label rekaman lho….

    Dua, maaf saya link blog Mas Gentole lebih dulu sebelum minta ijin🙂

  5. Oh, tidak apa Mbak, link aja. Saya malah senang.😀

    Tapi sebenarnya masalah plagiarisme itu terlalu dilebih-lebihkan. Lagu Eros yang Anugrah Terindah itu juga mirip banget lagu Cat Steven’s Father and Son. Tapi menurutku enakkan lagu Eros, meskipun jadi cengeng, menye2 or whatever. Entahlah, saya sih gak mau nyela-nyela musisi, toh saya juga gak bisa bikin lagu kayak Eros.

  6. hatrixx neh
    kalo dipikir-pikir, lagu 1980-an itu memang memorable dan long lasting banget. Contohnya lagu2-nya Queen. Sampe saat ini yang judulnya We Are The Champion itu masih diperdengarkan di event-event olahraga aktual. Sewaktu Itali lolos ke perempat final, theme song Starsports-nya lagu Queen ini….

    bener gak seh? secara ada radio yang memang khusus memutar lagu-lagu lawas setiap jam 10 malam. Saya terbiasa mendengarkan lagu-lagu jaman baheula itu dan bisa menilai lagu terkini apakah mirip, menyadur atau justru berbeda dengan yang sudah ada

  7. Wah, gak tau saya gak ngitung. Tapi saya kira tiap zaman/dekade ada lagu yang bisa long-lasting. Makanya ada istilah musik evergreen itu kan.

    Masalah mirip yah sebenarnya begini. Nada-nada yang enak didenger itu dikit banget. Lagu pop itu kan rata-rata bentaran. Orang gak suka denger lagu panjang2, misalnya lagu band-band progresive rock, atau lagu klasik, yang kalo Mbak nonton NSO, rasanya kayak solat tarawih model NU yang 23 rokaat itu, ada bagian-bagiannya segala.

    Karena dikit, kebetulan mirip itu bisa terjadi. Misalnya lagu Jika Kau mengerti Power Slaves dan 25 Minutes0nya MLCR. Dua band itu berada di dua genre musik yang beda. Saya yakin, kebetulan aja mirip nanda awalnya. Perhatiin deh nada pada lirik: “selamat tinggal…” dan “after some time…”

  8. hehehe maaf saya gak punya CD Power Slave…
    iya ya inspirasi bisa datang dari mana saja. Namun, kalau sampe kentara seperti itu jadinya publik dibohongi dunk, apalagi kalo sampai mengklaim masalah originalitas itu

  9. […] Dhani –- yang katanya arogan bin norak — menyontek lirik dan lagu orang lain. Melihat post saya soal Dhani yang dikutip di detikforum, dan melihat reaksi para netter di sana; saya mengelus dada, betapa […]

  10. Klo ahmad Dhani kan mengakui bahwa Dewa itu terisnpirasi oleh banyak band2 legendaris, seperti Queen , the beatles, u2, Toto, dan masih banyak lagi
    itu kita bisa lihat dari Dewa19 thanx to : ..
    di situ terlihat jelas band2 yang jadi inspirasi nya Dhani sebagai pentolan band Dewa,,klo kita lihat di album cintailah cinta pada lagu Bukan Rahasia di bawah text lagu tersebut ada kalimat **Jhon Lennon
    dan ada satu lagi tapi saya lupa
    itu membuktikan klo Dhani itu tidak menjiplak, melainkan terinspirasi oleh Band2 yang sudah melegenda..
    misalnya lagi di album republik Cinta kita tahu ada lagu I Want To Break free, yang juga lagunya Queen,,meski aransemen nya di ubah tapi Dhani tidak mau menulis namanya di Lagu tersebut,
    berbeda dengan /rif yang membuat lagu We Are The Champion yang terdapat tulisan cipt.: Queen (on modification with /rif)
    itu kan sudah jelas bahwa /rif mengakui bahwa lagu itu milik Queen tapi dengan Aransemen baru tyang di ciptakan oleh /rif

  11. yah, sebelum mencipta suata karya seni, pasti semua orang terispirasi dari karya sebelumnya. justru terinspirasi itu proses awal yg sulit.

    Kaya aku dulu thn 99, berusaha bebaskan diri dari pengaruh cara bertutur kata Gibran yg menyanyat hati di “sayap-sayap patah”, dan gahar di “dewa-dewa bumi” (ni Dhani mlh jiplak abis gaya bahasanya gibran di sayap2 patah),dan juga C.Anwar kalo aku lg bikin puisi-puisi kacangan :p

    sampai2 waktu itu aku pikir lebih baik berhenti dulu ajah nulis puisi kacangn, nunggu “menep” dulu.Biarpun kacangan, ga terkenal, yg penting orisinil man!

    Dhani harusnya jujur ma diri sendiri tuh, nunggu, berhenti aja dulu bikin lagu. Ga kaya sekarang, tiap hari kayanya dia bikin lagu kaya orang boker ajah, trus jadi duit.

    nah itu tuh, duit!dia kejar tayang buat cari duit doang,

    hmmm mungkin lebih baik di beralih profesi kali yah?
    jadi tukang fotokopi ajah, tetep bisa copy, dan dapet duit jug😀

  12. klo menurut saya yang mejadi permasalahannya bukan plagiat atau meminjam,kira kira ada tdk musisi sekarang ini yang sesempurna musisi dulu..? ,saya lebih mempermasalahkan label label diindonesia ,label sekarang lebih mementingkan royalti bukan kualitas,tampang ok skill musik pas-passan,gosip lebih dibesarkan untuk meningkatkan pamor padahal album ke 1 dan sterusnya gitu gitu aja ga ada perubahan ga ada masalah yang penting tenar dan lagunya enak didengar laris dipasaran dapat untung,coba deh simak benar lagu lagu band sekarang ini mulai dari permainnan gitar,bas,drum,efek dan soundnya pasti lu…lu jadi paham klo mereka hanya berkutat di nada itu itu aja bagaimana tdk demikian jika band sekarang ini manggut2 saja saat disodori kontrak dlm durasi min setahun harus menelurkan album 3 sampai 5 bagaimana….? kebayang ga kualitas musisi sekarang ini kualitasnya yang penting tenar dan banyak uang,seperti om AHMAD DHANI BILANG KLO BIKIN LAGU YANG ENAK ITU GAMPANG DALAM SEHARI,TAPI GA USAH RIBUTKAN MASALAH KUALITAS MUSIKNYA

  13. di dalam musik tidak ada yg orisinil bro … jd gak perlu di perdebatkan ,
    dhani salah satu musisi hebat indonesia , di saat yg lain tenggelam dia tetep eksis itu artinya karya-karya dia di akui oleh masyarakat , jd omongan miring dari segelintir orang yg iri apalagi yg kurang paham tentang musik tidak akan berpengaruh terhadap seorang Ahmad Dhani.
    Sekarang coba musisi lain disuruh njiplak atau niru lagu atau musik luar , apakah hasilnya akan bagus? dan bisa diterima masyarakat?
    belum tentu !
    nah disitulah kelebihan dhani , orang teriak2 karena tidak bisa seperti dia .
    Orang bisa karena meniru ,Orang sukses karena meniru, Tapi tidak semua orang yg meniru itu sukses . Anak kecil seperti saya bisa bicara juga karena meniru🙂

  14. selengkapnya bisa di baca disini :
    http://djiesaka.wordpress.com/tentang-plagiat-dalam-musik-indonesia/

  15. Di kasih contekan aja gak bisa.
    apalagi bikin sendirg x ye..

  16. GADISKU TRIO LIBELS itu cuma sound lagunya mirip dng FINE YOUNG CANNIBALS tapi secara struktur lagunya beda bangetz…jadi mohon jangan komentar kalo gak ngerti2 amat🙂

    kalo PADI HARMONI – itu jelas banget jiplak !🙂
    dari struktur melody plekkkk sama persis….gak usah mungkir pake di bilang ada kaidah 8 bar sama baru jiplak or apalah..or inspirasi lahh…
    yg jelas SAMA IDEM !!!

    bahkan kalo mau jujur EBONY & IVORY itu mempunyai arti HARMONI

    Jadi mikir ndiri dehh yaaaa

    apa salahnya juga kalo penulis lagu menulis lagu saduran dari lagu #########
    or menuliskan sampling sound lagu diambil dari lagu ########


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: