Bloggers Sinis, Sok Pintar, Sombong

April 3, 2008 at 4:18 pm | Posted in ngoceh | 20 Comments

Ada satu penyakit yang hampir pasti menjangkiti wartawan; merasa hebat, merasa pintar, merasa paling tahu tentang “persoalan bangsa”, merasa punya banyak koneksi orang penting dll. Mentang-mentang bisa menulis, wartawan suka mengkritik dan belagak pintar. Penyakit ini tampaknya sudah menjangkiti para bloggers! Semakin hari semakin terasa bahwa banyak bloggers yang terlalu sinis, terlalu sok pintar dan kepalang sombong. Ada yang suka mengkritik agama secara dangkal, ada yang sok tahu seni dan nyela Ahmad Dhani plagiator, ada yang anti-fundamentalisme tapi gagap ilmu logika, politik dan agama, ada yang sok ateis dan merasa hebat, ada yang sok rasional tapi miskin data dan sering sekali menggunakan logika yang buruk, ada yang sok suci, ngoceh tentang bobroknya moralitas pejabat. Atas nama kebebasan berpendapat, semua orang bisa jadi sampah dan nyampah. Saya memang bukan pengecualian, tapi kondisi ini menyebalkan and “discouraging” banget.

20 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. nah…. itu dia. Ada kecenderungan bagi para blogger jadi merasa punya hak untuk memvonis seseorang seakan-akan dia yang paling tau, yang paling bener, bal bla aba

  2. Haloo.. Mas Gntole

    wah, saya jadi agak tersindir walo rasanya belum pernah bikin tulisan yang ngritik orang.πŸ˜›

    PS. Kok di itemin seh…
    susah bacanya…
    pake harus di “highlight” dulu:mrgreen:

  3. @bejozz
    yah karena ini penyakit. orang sering gak sadar. hal ini juga bisa menjangkiti kita mungkin degan kadar yang berbeda.

    @snowie
    diitemin biar gampang bacanya? malah susah yah?πŸ˜€

  4. Saat saya kirim komen ini udah terang:mrgreen:

  5. Kayak gue banget ya:mrgreen:

  6. @second
    merasa yah? hehe, gaklah, kamukan data dan logikannya menantang.

  7. *Tertohok*

    Mas, bisa minta contoh blogger sinis, sok pintar dan sombong yang nyela Ahmad Dhani ndak? Hehehe….

    Anyway, saya tertarik dengan kalimat-kalimat awalnya, yang mencoba melihat dari sisi “wartawan” dulu. Ada alasan khusus ndak Mas Gentole membahasnya dari sudut pandang wartawan, dan bukan profesi/title lainnya?

  8. @amed
    Wah kalo disebut contohnya namanya fitnah, nanti bisa dijerat pasal karet UU ITE. Mengapa wartawan? Well, itu yang saya tahu. Saya punya teman wartawan dan saya juga membaca koran. Lagipula, bukankah bloggers pada awalnya berpretensi untuk menggantikan peran wartawan, karena bloggers bisa bikin laporan berita, kolom opini dan editorial mereka sendiri?

  9. wah wah disini seru juga ternyata disisi lain sipembuat tema mengkritik wartawan karena mengkritik tokoh publick pigur n para pejabat, jadi semua sama. disini akur deh kalo saya.
    Gak ada bedanya semua dan gak ada pengecualian jadi syah syah saja. Kalo wartawan kesinggung gak etis hahaha…karena satu perilaku sama mas gentole. wartawan keritik pejabat n artis, mas gentole kritik wartawan yg mengkritik pejabat, sayang pejabat gi beresin kasus Al Amin Nasution, ada juga yg deg – degan gi sembunyiin hasil korupsi memang wacana…
    Tapi kalo disini bingung mau ikutan lebih dalam lagi…

  10. wartawan ya? hehehe…

    *mengakui sambil garuk-garuk kepala yang gak gatel*

  11. Hmmm masa’ sih bukan saya
    *pura-pura gak percaya sambil ikutan garuk kepala*

  12. *deg!
    *berkeringat dingin..

  13. postingan ini termasuk kritik bukan sih…???

  14. @wahdani
    iyah jadi sirkular atau regresif tak berujung.πŸ˜€

    @hilda
    hmmm….mbak wartawan?

    @second
    kayaknya pengen banget jadi target entri saya yang ini

    @bagindo, celo
    sebenarnya ini instropeksi diri kalo kata ulama mah. tentu tidak semua wartawan sombong, begitu juga dengan bloggers. seperti yang saya tulis di atas, saya juga suka ngritik dan karena itu saya pada saat tertentu terkena kritikan saya sendiri.

    kritik itu penting, membangun atau tidak membangun. yang penting argumentasinya kuat. buat apa kritik “membangun” kalo gak nalar.

  15. he he he gitu dehπŸ™‚

  16. hm… kalo saya boleh tau, kenapa harus dibandingkan dengan wrtawan?πŸ˜›

  17. @second
    ya udah, itu buat anda.

    @chiw
    karena blogger kerjanya mirip wartawan.

  18. waduh…saya wartawan merangkap blogger..:mrgreen:

    tapi saya jarang mengkritik. biasanya saya me-review aja kerjaannya..πŸ˜›

  19. @cK
    hmmm…mereview apa nih? buku, kaset atau film? kalo review bukannya ‘mesti ada’ kritikannya yah dikit. buat syarat ajah, karena kalo gak dikritik, ngiklan dong?πŸ˜€

  20. ya bagus………………..dah……………….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: