Mengapa Saya Bukan Ateis

January 17, 2008 at 7:24 am | Posted in tuhan | 6 Comments

Saya berpandangan bahwa kebajikan tiada bernilai tanpa Tuhan dan tiada derita yang bisa dikompensasi tanpa-Nya. Tuhan adalah keniscayaan ontologis yang mendasari bukan hanya eksistensi Alam Semesta, tetapi juga pilihan-pilihan moral manusia. Segala keputusan etis kita — yang hilang ditelan waktu dan sering tersesat dalam ingatan itu – akan mendapatkan ganjaran dari-Nya. Aku menyadari, pilihan tak selamanya hitam-putih, tak selamanya bebas dari ambiguitas. Albert Camus mementahkan segala presuposisi, semua asumsi metafisika agama-agama. Tapi lihat, yang dihasilkan Camus adalah konsep pemberontakan terhadap yang Absurd sebagai pondasi etika, dan malah menganjurkan kita mencari simpati pada diri Don Juan. Karakter-karakter psikosis dalam novel-novel Dostoyevsky hampir semuanya jatuh pada nihilisme. “Bila Tuhan tidak ada, maka segala sesuatu diperbolehkan.” Ini mungkin romantisme masa kecil. Bagiku, tiada moralitas tanpa Tuhan. Menolak eksistensi Tuhan sama saja menolak asumsi dasar kebajikan. Siapakah yang ingin hidup di luar kebajikan? Saya memilih kebajikan, saya memilih Tuhan. There is no such thing as being good without God.

 

Advertisements

6 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. “There is no such thing as being good without God.”

    I absoultely agree with you bro…

    Whenever i hear this name GOD whenever i say GOD in my solitude, something so amazingly romantic and so happy fill up my soul. And sometimes i can not hold the teardrop in my eyes for GOD is the most beautiful Thing ever happened to me. 🙂

    I love this little post 🙂

  2. @rayon
    we surely are God-lovers…

  3. Hmm…is it always about d good n evil?
    apakah konsep Tuhan selalu menempel pada kebajikan dan kejahatan?
    lebih manis lagi kalo kita merasa dekat dengan Tuhan-Nya Spinoza dan Ibnu Rusyd
    alam semesta adalah pengejewantahanNya,,,
    oh, I used to have that sense of wonder,,,

  4. Tanpa Tuhan?. wah apa jadinya alam ini, mungkin hanya titik saja atau kosong atau apa….hehehe, bahkan tak ada kekosongan….kekekek

  5. bahkan orang sekelas Immanuel Kant juga mengambil jalan ini. Tanpa Tuhan katanya, moralitas menjadi sesuatu yang absurd. kita tentunya bisa setuju atau tidak setuju dengan dia, tapi itu persoalan lain

  6. kita tentunya bisa setuju atau tidak setuju dengan dia, tapi itu persoalan lain

    Yah, itu soal lain. Mendiskusikan masalah memang tidak pernah selesai, exciting tapi meletihkan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: