Adakah Kebudayaan Islam/Kristen?

January 10, 2008 at 10:14 am | Posted in kebudayaan | 10 Comments

Satu hal yang bikin saya jengkel dari perilaku sejumlah Muslim Indonesia yang mengaku ‘fanatik’ adalah kegemaran mereka mengungkit-ungkit masa Kejayaan Islam (dahulu!) dan apologi-apologi aneh mereka tiap kali ditanya mengenai kemajuan Barat/Kristen saat ini. Sudah sering aku mendengar khutbah ini: “Tahun Baru Masehi itukan kebudayaan Barat/Kristen, seharusnya kita merayakan Tahun Baru Islam.”

Bagi saya merayakan Tahun Baru Masehi boleh saja [meski saya tidak suka] karena Tahun Baru bukan urusan agama. Merayakan Tahun Baru Islam juga tidak harus [meski saya ingin sekali menghayatinya], karena, sekali lagi, itu bukan bagian dari agama. Saya kira Nabi tidak pernah memerintahkan kita untuk “merayakan” yang disebut “Tahun Baru Islam”, karena kalender “Islam” baru disistematisasikan pada masa Umar bin Khatab. Kalender Islam menjadi urusan agama ketika menentukan bulan-bulan suci (haram/forbidden) — dalam mana peperangan tidak diperkenankan — atau bulan Ramadhan.

Islam hanya menyempurnakan sistem penanggalan luni-solar yang dianut bangsa Arab pra-Islam dengan menjadikannya 100 persen kalender lunar. Secara umum, Muhammad/Islam hanya melanjutkan tradisi atau mengadopsi penanggalan dari peradaban pra-Islam, termasuk penamaan bulan Muharram dan Ramadhan itu sendiri. Muslim Indonesia selalu menganggap Ramadhan sebagai produk Islam, padahal bulan tersebut sudah dinamakan demikian oleh bangsa Arab pada masa Jahiliyah dulu. Ramadhan artinya “panas” atau “scorching”. So, bila perayaan Tahun Baru Islam dianggap agama, maka statusnya bid’ah. 😀

Kalender adalah produk budaya, bukan agama. Memang, sebagian orang Barat masih menggunakan istilah Anno Domini/AD [artinya pada waktu tuhan yang merefer setelah kelahiran Yesus] dalam penyebutan penanggalan Masehi/Gregorian. Tetapi, makna Anno Domini sudah tidak lagi kentara saat ini. Banyak sejarahwan sekarang menggunakan istilah Common Era/CE [zaman yang disepakati] untuk mengganti istilah AD.

Sedikit sekali kebudayaan di dunia ini yang memang orisinil. Sebagian besar dipengaruhi oleh kebudayaan sebelumnya atau kebudayaan tetangga atau kebudayaan penjajah yang dianggap lebih maju. Kubah masjid, contohnya. Islam jelas terinspirasi arsitektur kebudayaan Bizantium. Saya kira umat Islam masih banyak yang bangga melihat Masjid Hagia Sophia [sic!] di Instanbul yang sebenarnya adalah sebuah gereja.

Zaman Keemasan Abbasiyah adalah zaman keemasan bangsa Persia, yang sudah haus akan peradaban sejak mereka masih menganut agama Zoroastrianisme atau Majusi [lihat foto Persepolis di atas]. Orang-orang Islam pernah memberi kontribusi besar pada peradaban dunia dan begitu pula orang-orang non-Islam, seperti orang-orang Kristen, Hindu dan Cina. Penerjemah Kristen pada masa kekhalifahan Abasiyah terlibat dalam membangun peradaban Islam Persia, dan kaum terpelajar Kristen berbahasa latin pun bisa mempelajari khasanah Yunani di bawah kehalifahan Ummayah di Andalusia.

Saat ini bloggers Muslim banyak “bernafas” di dunia maya atas bantuan Google, Blogspot, WordPress, Multiply dan bahkan Youtube [are they part of Muslim, Christian, Jewish or Hindu civilizations?). Menurut saya, sebenarnya tidak ada kebudayaan Islam atau Kristen. Yang ada adalah kebudayaan Melayu, Jawa, Persia, Yunani, Eropa Barat, Amerika, Timur Tengah, Cina, Rusia, dan seterusnya. Oh ya, saat ini yang dikembangkan adalah Kebudayaan Global!

Islam dan Kristen adalah nilai-nilai yang Abadi dari yang Ilahi, yang memiliki wajah yang berbeda-beda dalam berbagai kebudayaan dunia. Jadi tidak perlulah dibentur-benturkan.

Wallahu a’lam bi ash-Shawwaab

10 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. “”Islam dan Kristen adalah nilai-nilai yang Abadi dari yang Ilahi, yang memiliki wajah yang berbeda-beda dalam berbagai kebudayaan dunia. Jadi tidak perlulah dibentur-benturkan.””

    DAMAI, DAN SALING TOLERANSI + TOLONG MENOLONG … OH ALANGKAH INDAHNYA !!!! :-d

  2. islam dan kristen?
    beda nya di tuhanya kali ya?

  3. @retorika
    yah memang indah. tapi utopis kali yah? tapi menurut gue, sebenarnya dunia tidak dipisah oleh SARA tetapi oleh perbuatan. jadi ada yang berbuat baik dan ada yang berbuat kerusakan. we are what we do, right?

    @fauzansigma
    tuhan Islam dan Kristen kayaknya sama deh, tapi cara mereka memahami hakikat Tuhan aja yang berbeda. 😀 untuk kasus ini wallahu a’lam bi ash-Shawwaab. serahkan pada Allah sajalah, sangat kompleks. saya pikir tidak mungkin manusia memahami hakikat Allah. Sang Pencipta tidak bisa dijelaskan sebagaimana ahli biologi menjelaskan DNA atau bakteri.

  4. kebudayaan memang bagian dari masing-masing bangsa, sedangkan syari’at milik Allah semata….hehehe

  5. pusing2 amat mikirin perbedaan budaya dan agama,yg penting kita di dunia hrs tau makna hidup dan menjalani dgn sebaik2nya.dari mana asal kita?diciptakan tuhan untuk apa?nanti pulang kita kemana?

  6. menurut gW sich…. kristen itu ga pernah memiliki kebudayaan juga pernah berbudaya… coz… ya apa kata gW aZZZa….

  7. Setuju, sebaiknya kita tidak saling mengklaim karena kebudayaan selalu terdiri dari banyak asimilasi dan berbagai macam penyesuaian. Capek klo mo selalu bertentangan membahas perbedaan antar agama. Adanya agama yang berbeda sampai sekarang juga kehendak Allah. Selalu ada tujuan dibaliknya, dan kita sebagai manusia tidak akan kuat mengalisa hal itu.

  8. @Zeinfadly

    Setuju.

    @muhammad faizin

    Ya sudah, terserah.

    @pinkparis

    Adanya agama yang berbeda sampai sekarang juga kehendak Allah.

    Ini memang gak bisa dimengerti.

  9. sejarah sangat sulit jika dikaitkan dengan masalah Aqidah…
    Islam dan Kristen….? saya kira “SAMA”.
    ^sama2 makhluk Tuhan, sama2 bertuhan, sama2 anakcucu dari Adam.
    SO…. jangan gontok2an lagi yuk..! cape….
    eratkan silaturahmi, tumbuhkan rasa saling menghargai. jadi Adem deh dunia….

  10. bener, saya setuju sekali dgn tulisan ini. Islam dan Kristen hanyalah label, yg penting adalah asalnya ajaran dari Tuhan lgsg, yang disabdakan atau diturunkan lewat perantara utusn-Nya yg dipilih. jadi Tuhan Islam dan Tuhan Kristen itu juga sama, cuma beda istilah dan pemahaman sejarah aja lewat guru/ustad masing2 yg blm begitu menguasai ilmunya. kadang gara2 beda istilah dan beda pemahaman malah jadi saling membenarkan dan menyalahkan yg bukan keyakinannya. padahal jelas Islam & Kristen sama aja, yg membuat beda hanya pemikiran manusianya yang menerjemahkan secara karet surat2 di kitab suci masing2.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: