Untuk Chairil
February 12, 2013 at 9:00 pm | Posted in apresiasi, katarsis | 1 CommentTags: Chairil Anwar, doa, tuhan
Tuhanku/dalam termangu/aku masih menyebut namaMu/biar susah sungguh/mengingat Kau penuh seluruh/cayaMu panas suci/tinggal kerdip lilin di kelam sunyi/Tuhanku/aku hilang bentuk/remuk/Tuhanku/aku mengembara di negeri asing/Tuhanku/di pintuMu aku mengetuk/aku tidak bisa berpaling
sama sepertimu bung, di kala sedih tuhan jua yang aku sebut namanya; entah kenapa, mungkin karena sudah tabiat kita manusia begitu, selamanya bergantung pada figur bapak, selamanya butuh patron. setiap orang mungkin dilahirkan sebagai anak yatim, setidaknya secara spiritual; menjadi dewasa mencari Bapaknya. dan kuakui, bung, tuhan ternyata tidak pernah mati, selalu hidup di dalam benak, seperti virus komputer yang tidak bisa dihapus, hanya bisa dilupakan bila tidak mengganggu. dan kau juga benar, bung, kian hari tuhan kian mengabur, wujudnya dan kehadirannya. entah kenapa begitu juga. aku kira kita berada pada stasi yang sama; setelah lama ‘mengembara di negeri asing’, tidak mudah untuk mengingatnya, bukan sekedar menyebut namanya, tapi mengingatnya secara penuh, dalam keseluruhannya. karena bila iman adalah cahaya, yang dulunya ‘panas suci’, maka yang kita miliki saat ini hanya ‘kerdip lilin di kelam sunyi’. kau gila bung, bisa sampai pada imaji itu. mungkin kita sudah dikutuk, kau dan banyak orang lain di luar sana yang tidak tahu dirinya siapa; kita memang sudah hilang bentuk, kita memang sudah remuk, tidak lagi bisa menatap hidup dengan rasa percaya diri yang cukup tebal, sudah lembek kita diterpa nasib, diterpa ketakutan kita sendiri pada masa depan yang kita sama sekali tidak punya kendali atasnya, pada hidup yang kian susah dicari artinya. dan kita tidak tahu tuhan ada di mana; di atas langit? di masjid? di dalam hati? sementara kita tidak bisa berpaling; kita hanya bisa mengetuk pintu, selebihnya hanya ada ‘kelam sunyi’.
1 Comment »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a Reply
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.

Tak ada yang lain selain diriMu yang selalu ku pujaaaa…
Mari kita nyanyikan bareng – bareng !
Kusebut namaMU….
Comment by iwan tidung— February 13, 2013 #