Syahadat Cinta, Syahadat Saya
August 1, 2008 at 9:48 am | In teologi | 5 CommentsTags: Cinta, Ibrahim, islam, Modernitas, Syahadat, teologi, tuhan
Saksikanlah iman saya: Hanya ada satu Tuhan, Dialah Allah SWT, Tuhan yang diseru oleh Ibrahim, Ismail, Ishaq, Musa, Yesus dan Muhammad. Tiada sekutu bagiNya, karena Allah Raja Manusia adalah Kenyataan Terakhir. KepadaMu Tuhan aku Berserah Diri. Aku tahu aku tidak bisa patuh pada perintahMu. Tetapi apakah ada kehendak lain di luar KehendakMu yang Agung? Oh, Tuhanku Allah, Zat yang menciptakan jiwa dan darahku, ampunilah aku – hambaMu. Tiada kenyataan selain diriMu. Engkaulah Tuhan Sejati. KeagunganMu tiada bisa diutarakan oleh kata, apapun itu. Dalam sunyi, aku mencintai-Mu.
Tuhan aku tidak bisa menjamahMu. Aku bahkan tidak bisa memikirkanMu, karena Kamu tidak bisa diperangkap oleh kata, apalagi mata. Oh, Tuhan, Engkaulah inti ribuan tahun kesadaran manusia. Engkaulah simpul di balik sejarah. Engkaulah Keagungan yang memberi arti pada segala yang ada dibumi ini: monster laut, burung kecil, Hitler, pengemis brengsek, anak jalanan, koruptor, Ahmad Dhani, Artalyta, Ahmadinejad, kepala sekolah saya di SD Danau Batur; semua Tuhan, semua. Semua berada dalam genggamanMu.
Aku mengaku lemah di hadapanMu. Apakah aku mempunyai pilihan? Untuk menjadi kafir atau beriman? Bukankah tidak ada kehendak lain di luar KehendakMu yang Agung wahai Tuhanku yang Maha Adil, yang Maha Mengetahui. Oh, Tuhan, aku beriman kepadaMu. Seandainya semua ilmuwan memberikan sejuta bukti dan argumen bahwa Kamu Tidak Ada, saya akan tetap mengimaniMu. Karena hanya Engkau, Tuhan, hanya Engkau yang bisa menjelaskan semua ini. Engkaulah kenyataan terakhir. Semua, bahkan Ketiadaan sekalipun, berada dalam genggamanMu.
Engkau menganggap aku belum beriman? Adakah nifaq di hati hamba? Tuhan Allah yang Maha Mengetahui, sesungguhnya aku membutuhkan lebih dari al-Qur’an dan kitab-kitab suci yang diturunkan sebelumnya. Ah, apapun yang aku lakukan, bukankah Engkau Maha Menentukan Kata Akhir. Dalam ketidakpatuhanku, adakah diri-Mu berlepas diri? Tuhan, Engkaulah Tuhan, apapun yang saya lakukan, katakan dan pikirkan, tiada seorangpun yang bisa melepaskan ke-Tuhan-anMu, bagaimanapun bebalnya dan nakalnya nalar manusia.
Tuhan aku mencintaiMu. Karena sesungguhnya hanya Engkau yang layak dicintai sepenuhnya. Dalam sunyi, aku mencintaiMu. Ampuni aku Tuhan. Apalah artinya neraka dan surga, bila terpatri dalam hati ini bahwa Engkaulah Tuhan, Dalang Tunggal kehidupan. Tidak ada tuhan selain Allah. Tidak ada tuhan selain Allah. Ampuni aku. Aku tahu aku tidak punya pilihan: suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, aku pasti berserah diri kepadaMu.
Engkau mengetahui isi hatiku, Engkau melihat dosa-dosa terkeciku. Engkau bahkan tahu bahwa aku akan membangkang dari perintahMu. Adakah ruang bagiku selain berserah diri kepadaMu?
Aku mencintaiMu, Tuhan.
5 Comments »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a comment
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.

Ah saya juga mau Ikutan bersyahadat
Comment by secondprince — August 2, 2008 #
kalau syiah syahadat nya seperti apa?kira-kira mulai kapan ya muslim sunni mulai disuruh mengucapkan kalimat syahadat?
kalau saya pribadi menganggap kalimat syahadat sunni lebih dibuat untuk janji terhadap orang lain bukan buat tuhan, tuhan kan bisa membaca hati, tidak usah diproklamirkan juga sudah tahu.
kalau kita tidak membedakan rasul-rasul allah, kalimat syahadatnya jadi panjang sekali ya…..
Comment by anama — August 2, 2008 #
Mas Gentole, jika ini quote Anda yg murni dari dalam hati Anda, ehem…! Maka saya maklumatkan perang kepada Anda. Mari kita bertanding secara fair buat merebut cinta dan perhatian dari-Nya! Bersedia?! Saya tunggu jawaban Anda
Salam,
Comment by esensi — August 3, 2008 #
@SP
Silahkan bergabung.
@anama
Errr…sama kayaknya. Kapan? Sejak masa rasul?
Pendapat yang menarik.
@esensi
Ah, tidak, Mas. Tuhan milik semuanya. Saya bersedia kok dipoligami Tuhan.
Comment by gentole — August 4, 2008 #
*manggut-manggut takjub dengan syahadatnya sampeyan*
Comment by watonist — August 5, 2008 #