Islam itu Katolik, Protestan dan tidak Muhammad-sentris

July 28, 2008 at 11:59 am | In agama | 90 Comments
Tags: , , , , , , ,

Dari kecil saya sudah meyakini bahwa Islam itu katolik, yang dalam bahasa percakapan diartikan sebagai “universal”. Saya kira cukup banyak ayat al-Qur’an yang menyebutkan bahwa Islam itu universal. Semuanya, termasuk matahari dan rerumputan, berserah diri (ber-islam) kepada Tuhan. Islam itu universal, rahamatun lil alamin, katolik!

Islam itu protestan, karena ia memberi kebebasan kepada setiap individu untuk “melihat Tuhan” dalam definisi ihsan: “Engkau menyembah Allah seakan engkau melihat-Nya, dan bila engkau tidak melihat-Nya maka (resapkanlah bahwa) Ia melihat engkau.” Dalam hal ini tidak hirarki kerahiban. Tidak ada Paus dalam Islam. Bahkan Muhammad sekalipun tidak akan bisa membuat seseorang diampuni bila ia berdosa. Apakah ia bisa menyelamatkan ayah, ibu, paman dan kakeknya yang jahil?

Mereka yang disebut pewaris Nabi pun tidak punya otoritas kefatwaan yang mengikat. Karena, tidak ada Imam atau Paus pilihan Tuhan yang maksum dalam Islam yang saya anut; saya menolak pandangan Syi’ah/Kristen Katolik bahwa rasul/paus terpilih dan keturunan Fatimah-Ali adalah sumber kebenaran Ilahiah yang tunggal seperti kuldesak. Al-Qur’an adalah kitab bagi umat manusia, bagi individu; ia bukan kitab yang hanya bisa dibicarakan oleh orang-orang pilihan Tuhan, atau orang-orang yang memilih dirinya sendiri sebagai pilihan Tuhan.

Muhammad adalah seorang Protestan yang menyadarkan penyembah berhala di Mekkah bahwa tidak perlu mengabdi pada patung orang-orang suci terdahulu untuk bisa menyembah kepada Tuhan. Muhammad tidak punya otoritas apa-apa selain menyampaikan apa yang perlu disampaikan kepada masyarakat Arab pada abad ke-7. Ia datang untuk membebaskan individu dari belenggu berhala dan hirarki keagamaan. Di mata kaum Yahudi dan Kekristenan waktu itu, Muhammad bisa jadi dianggap sebagai penipu, orang gila, atau biang keonaran, tapi bagi saya Muhammad adalah seorang spiritualis yang membawa nilai-nilai Protestan; kebebasan individu untuk mengakses Tuhan.

Islam itu bukan Muhammadanisme. Islam tidak Muhammad-sentris. Muhammad tidak seperti Yesus yang dilaporkan Yohannes pernah mengatakan “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Islam melampaui Muhammad. Muhammad hanyalah salah satu dari berbagai bentuk Islam yang ada, karena bagaimanapun klaim Anda — bahwa Islam adalah berbahasa Arab dan tercetak dalam bentuk sejarah Muhammad 15 abad yang lalu dan untuk menjadi Muslim yang kita perlukan hanyalah memfotokopi sejarah itu — tidak dapat dipungkiri bahwa ribuan tahun sebelumnya, Islam sudah dicontohkan oleh Ibrahim dan orang-orang yang hanif di belahan bumi yang lain; Cina, misalnya.

Syari’ah Islam itu melampaui sejarah. Syari’ah bukan fikih dan tidak bisa dikaitkan semuanya secara plek-plek pada tradisi Muhammad. Saya hanya mengambil yang subtansial dari Muhammad, bukan apa yang tampak pada Muhammad di permukaan. Dia hanya manusia biasa, bukan Tuhan, bisa salah, bisa curiga sama Aisyah yang mungkin benar digaulinya pada usia sembilan tahun dan bisa jadi benar punya istri lebih dari sembilan, meskipun Tuhan bilang bagusnya satu saja. Dia produk masyarakatnya, sama seperti Ibrahim dan Daud yang punya istri lebih dari satu. Pilihan-pilihan hidupnya yang kayak begitu jangan dicontoh! Karena bukan itu yang namanya syari’ah. Saya pikir tidak mungkin semua yang dilakukan nabi adalah kenyataan ilahiah. Ia hanya manusia biasa. Islam jauh melampaui Muhammad. Apakah Al-Qur’an menyebut Muhammad sebagai Insan Kamil, Manusia Sempurna? Saya tidak ingin menganggap Muhammad itu sempurna, karena itu menegasikan kemanusiaan Muhammad, meninggikan Muhammad terlalu jauh.

Islam itu Katolik, Protestan dan tidak Muhammad-sentris.

Ini hanya pandangan pribadi. Kalo mau protes, proteslah dengan santun. Saya bersedia berdiskusi. Untuk melihat sisi Katolik Islam dalam perspektif yang agak condong ke Syi’ah, meski tidak harus disebut syi’ah, bisa dilihat di blog yang dikelola secara trinitarian ini, Analisa Pencari Kebenaran. Saya tidak bermaksud memperolok agama manapun.

90 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. keknya bakal rame

    *nunggu keramaian sambil nyiapin bahan debat*

  2. Ehem ehem saya kasih tanggapan ya Mas Bro

    Bahkan Muhammad sekalipun tidak akan bisa membuat seseorang diampuni bila ia berdosa.

    Ah ya, tetapi ada istilah Syafaat dalam Islam, dalam hal ini memang cukup unik

    Apakah ia bisa menyelamatkan ayah, ibu, paman dan kakeknya yang jahil?

    Tergantung sudut pandangnya sih, dalam tradisi Sunni bisa jadi but secara Syiah mah Mereka semua muslim :)

    Mereka yang disebut pewaris Nabi pun tidak punya otoritas kefatwaan yang mengikat. Karena, tidak ada Imam atau Paus pilihan Tuhan yang maksum dalam Islam yang saya anut; saya menolak pandangan Syi’ah/Kristen Katolik bahwa rasul/paus terpilih dan keturunan Fatimah-Ali adalah sumber kebenaran Ilahiah yang tunggal seperti kuldesak

    Dalam tradisi Sunni, kemaksuman Sang Rasul itu juga menjadi doktrin. Kalau masalah penolakan sih terserah Mas. Itu kan tergantung dengan dasar apa anda menolak karena begitu juga yang lain dengan dasar tertentu mereka malah menerima

    Al-Qur’an adalah kitab bagi umat manusia, bagi individu; ia bukan kitab yang hanya bisa dibicarakan oleh orang-orang pilihan Tuhan, atau orang-orang yang memilih dirinya sendiri sebagai pilihan Tuhan.

    Alasannya kurang mengena Mas. Adanya orang pilihan tidak mematikan kebebasan manusia untuk mengkaji Kitab Tuhan. Itu semacam panduan yang justru akan menyelamatkan manusia dari kebebasan yang mutlak. Setiap orang bebas menafsirkan Al Quran tetapi adalah tidak benar menyatakan bahwa semua penafsiran itu benar

    Muhammad tidak punya otoritas apa-apa selain menyampaikan apa yang perlu disampaikan kepada masyarakat Arab pada abad ke-7.

    Selain itu Muhammad punya peran sebagai sang Pedoman Kebenaran Mas, itu sangat rasional malah

    Dia hanya manusia biasa, bukan Tuhan, bisa salah, bisa curiga sama Aisyah yang mungkin benar digaulinya pada usia sembilan tahun dan bisa jadi benar punya istri lebih dari sembilan, meskipun Tuhan bilang bagusnya satu saja.

    Memang manusia biasa tetapi itu tidak menafikan kalau Tuhan menjadikan adanya seseorang yang selalu benar sebagai Utusannya. Menyatakan seorang Utusan Tuhan bisa salah adalah dasar yang rapuh dari kemurnian agama.
    Soal umur Aisyah itu juga masih kontroversi Mas, hasil telaah saya terdapat keraguan seputar sanad hadis tersebut :) (ah dikau bosan kayaknya kalau membahas ini)

    Saya pikir tidak mungkin semua yang dilakukan nabi adalah kenyataan ilahiah. Ia hanya manusia biasa.

    Benar sekali Mas, oleh karena itu Beliau makan, minum punya istri seperti manusia lainnya tapi terkait tugas Beliau sebagai Utusan Tuhan maka Beliau adalah Sang Pedoman Kebenaran.
    Hmm ini aja dulu deh sebagai pembuka :)

    btw

    Untuk melihat sisi Katolik Islam dalam perspektif yang agak condong ke Syi’ah, meski tidak harus disebut syi’ah, bisa dilihat di blog yang dikelola secara trinitarian ini, Analisa Pencari Kebenaran.

    Saya cuma bisa senyum lihat ini, he he he secara Trinitarian (jadi teringat Gencar Ahlul Bait Nusantara) :mrgreen:

  3. tulisan manusia “liar” seperti pak gentole memang kadang akan menyasarkan saya yang belum begitu mengerti rambu-rambu ini.

    Dari kecil saya sudah meyakini bahwa Islam itu katolik, yang dalam bahasa percakapan diartikan sebagai “universal”.

    pertanyaan saya ‘katolik’, samakah dengan ‘kristen katolik’?
    mungkin hampir setiap manusia berkeyakinan tentang suatu hal, seperti anda misalnya, juga orang-orang kristen yang percaya (berkeyakinan) bahwa Yesus adalah anak Tuhan (atau bahkan dia adalah tuhan itu sendiri). menurut saya berkeyakinan tidak bisa disalahkan, tapi kadang juga sulit dibenarkkan. toh antara benar dan salah bukan hak kita, manusia kan cuma mampu mengira-kira dan mencari-cari saja!

    Muhammad adalah seorang Protestan

    saya sudah lama mempertanyakan, Muhammad dahulu beragama apa sebelum dia islam? ataukah tulisan itu hanya karena anda yakin bahwa islam adalah protestan? saya masih binggung juga apakah protestan = kristen protestan?

    bisa jadi benar punya istri lebih dari sembilan, meskipun Tuhan bilang bagusnya satu saja. Dia produk masyarakatnya, sama seperti Ibrahim dan Daud yang punya istri lebih dari satu. Pilihan-pilihan hidupnya yang kayak begitu jangan dicontoh!

    saya suka kalimat anda yang itu (bukan karena keperempuan saya, tapi entahlah!!) poligami, hal itu selalu manarik saja untuk saya ketahui, benarkah muhammad menganjurkan umatnya untuk beristeri lebih dari satu, tapi jelas-jelas itu memang dibolehkan, haruskah saya berteriak Tuhan tidak adil???? *semoga Tuhan mengampuni saya* bukankah makhluk yang bernama laki-laki itu yang tidak akan mampu adil, tapi masih saja nekad..

    oya, surat an-nisa ayat 3 itu turun setelah mohammad berpoligamikah, atau sebelumnya? *mohon pemberitahuan!!*

    salamualaikum, pak gentole

  4. dana
    Keknya gak bakal rame. Kan libur Isra Mikraj. :D

    @secondprince
    Ah, saya akan dengan senang hati mendengar penjelasan mas SP. Katakanlah ini kelanjutan diskusi soal “kemaksuman” yang dulu itu. Awalnya saya memang mau pingback post Mas SP. Tapi saya rujuk blognya saja.

    tetapi ada istilah Syafaat dalam Islam

    Bisa dijelaskan apa yang dimaksud dengan syafa’at di sini? Bukankah al-Qur’an menjelaskan:

    “Katakanlah: Hanya kepunyaan Alloh lah syafa’at itu semuannya. Milik-Nya lah kerajaan langit dan bumi. Kemudiaan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” (Az Zumar: 44)

    Terlepas dari sahih tidaknya periwayatan hadist tentang syafa’at yang diberikan kepada para sahabat, saya menganggap kemutlakan/kemanunggalan otoritas Tuhan tak terbantahkan.

    Syiah mah Mereka semua muslim

    Mohon pencerahannya. :D

    Dalam tradisi Sunni, kemaksuman Sang Rasul itu juga menjadi doktrin. Kalau masalah penolakan sih terserah Mas. Itu kan tergantung dengan dasar apa anda menolak karena begitu juga yang lain dengan dasar tertentu mereka malah menerima

    Dalam tradisi sunni seingat saya masih ada perdebatan terkait kabar al-Qur’an bahwa Rasul bermuka masam. Jadi, dalam tradisi sunni pun, tidak semuanya sepakat doktrin bahwa rasul itu “innerant”. Dasarnya? Dasarnya konfirmasi al-Qur’an bahwa Muhammad hanya manusia biasa. Logikanya, seandainya ia memang harus dijadikan contoh maka ai berdosa karea itu sifat dasar manusia. Apabila ia tidak pernah melakukan dosa, bagaimana mungkin kita bisa mencontoh beliau.

    Seingat saya, sebelum dinobatkan menjadi nabi, saya tidak pernah menemukan kabar bahwa Muhammad seorang monoteis. Sepanjang hidupnya pun Muhammad beristighfar untuk dosa-dosa yang ia lakukan.

    Saya percaya bila ia berbuat salah, maka Jibril atau Tuhan menegurnya. Ada berbagai riwayat, termasuk kabar ketika ia mencurigai Aishah selingkuh, yang mengisyaratkan bahwa Muhammad bisa berbuat salah.

    Adanya orang pilihan tidak mematikan kebebasan manusia untuk mengkaji Kitab Tuhan.

    Ini perbedaan telak Katolik dan Protestan, Syiah dan Sunny, terutama yang liberal. Pertanyaan saya, apakah bila saya mengkaji al-Qur’an dan kemudian berbeda pendapat dengan “orang pilihan” itu, katakanlah ahlul bait, saya dipastikan salah?

    Menyatakan seorang Utusan Tuhan bisa salah adalah dasar yang rapuh dari kemurnian agama.

    Tidak juga. Gagasan tentang kemurnian agama ini sebenarnya harus diartikan sebagai sebuah upaya, karena distorsi sejarah terhadap Kitab Suci sudah tak terelakkan, SP. Upaya, bukan Imam/Paus. Sekalipun nabi maksum, dia sudah tidak bisa diakses lagi secara “maksum”. Get it? Yang diperlukan adalah upaya penafsiran ulang terhadap Kitab Suci dengan cara yang pernah saya paparkan sebelumnya; hermeneutika, yakni mengaitkan al-Qur’an bukan hanya dengan haidst, tetapi Alkitab, filsafat, sains (kalo dipandang perlu) dan Kebebasan Individu.

    Muhammad punya peran sebagai sang Pedoman Kebenaran Mas

    Dia suri tauladan. Inipun bukan plek-plek yang saya sebut di atas. Pedoman Kebenaran itu semua teks yang ada di bumi menurutku, termasuk al-Qur’an dan Muhammad. Ingat al-Qur’an tidak berdiri sendiri, al-Qur’an adalah wahyu yang dibingkai oleh budaya Arab dan mengadopsi wacana kenabian dan teologis ahli kitab, Judaisme dan Kekristenan.

    Soal umur Aisyah itu juga masih kontroversi Mas, hasil telaah saya terdapat keraguan seputar sanad hadis tersebut

    Iya saya tau. Sekalipun benar pun itu tidak mengurangi iman saya pada Muhammad sebagai rasul. al-Qur’an yang dibawanya terlalu sublim.

    Saya cuma bisa senyum lihat ini, he he he secara Trinitarian (jadi teringat Gencar Ahlul Bait Nusantara)

    Haha…iya saya memang nyontek dia. Gak salah kan? Atau salah?

    Soal hadist saya akan upayakan untuk mengikuti aturan Anda, tapi tetap saya skeptik dan akan bersikap kritis terhadap semua hadist. Sekalipun hadist itu valid bin mutawatir bin faktual, saya pun akan kritis dengan bagaimana kita memahami matan hadist tersebut. :D

    Salam.

  5. @mengejaperistiwa

    pertanyaan saya ‘katolik’, samakah dengan ‘kristen katolik’?

    Tidak. Katolik itu kata sifat. “Kata”, artinya “according to” dan “holos”, yang artinya semua. Secara “colloquial”, atau dalam bahasa percakapan artinya universal atau am.

    toh antara benar dan salah bukan hak kita, manusia kan cuma mampu mengira-kira dan mencari-cari saja!

    Saya sepakat Mbak.

    saya masih binggung juga apakah protestan = kristen protestan?

    Tidak. Saya hanya meminjam istilah protestanisme yang merupakan produk dari gerakan reformasi/pemberontakan terhadap otoritas Kepausan, yakni Gereja Katolik yang berpusat di Roma. Inti pandangan protestanisme adalah kitab suci dan “God’s grace” — atau dalam bahasa kita rahmat dan hidayah — adalah sumber kebenaran yang sejati, bukan penafsiran kepausan atau orang-orang suci. Bukankah kita dianjurkan untuk tidak bertaklid buta? Kitab Suci, hikmah Muhammad dan rahmat Allah; itulah sumber kebenaran. Caranya bagaimana? Yah dengan belajar tentunya. Kata protestan di sini hanya untuk menegaskan kebebasan Anda untuk memahami Tuhan tanpa lembaga keulamaan atau semacamnya.

    bukankah makhluk yang bernama laki-laki itu yang tidak akan mampu adil, tapi masih saja nekad..

    Dalam banyak riwayat sepertinya Muhammad sepertinya lebih mencintai Khadijah dari istri-istrinya yang lain. Dan ia tentu lebih menyukai Aishah ketimbang yang lain. Dari sini kita tahu, Muhammad tidak bersikap adil. Tapi saya tidak terlalu percaya hadist. Bisa dimaklumi bila Muhammad tidak berlaku adil. Cintanya gak dibagi rata pada semua istrinya.

    oya, surat an-nisa ayat 3 itu turun setelah mohammad berpoligamikah, atau sebelumnya?

    Sepertinya sesudah. Jadi memang agak lambat. Sama kayak larangan mabuk. Yah, di sinilah letak pentingnya pendekatan agama yang baik. Kalo enggak bisa kacau.

  6. Wahhh.. karena laranganya adalah := Kalo mau protes, proteslah dengan santun
    Jadi mau minta penjelasan kalau @Mas Gantole bersedia, … Trim’s sebelumnya dan Salam kenal.

    Bisa lebih rinci apa yang dimaksud dengan “tidak Muhammad-sentris” ?!

    Wassalam, Haniifa.

  7. matur suwun, pak.. atas penerangan sampeyan..

    Cintanya gak dibagi rata pada semua istrinya.

    yang masalah beginian manusia memang sulit mengendalikan, bisanya cuma menahan, solanya yang itu berhubungan langsung dengan Tuhan, Dia yang membolak-balikkan hati manusia (saya percaya akan hal ini, dan karena pernah terjadi dalam diri saya..ceritanya ya rahasia..:-) ). Tetapi entahlah, mungkin juga bisa saja karena pengaruh selera..

    Sepertinya sesudah. Jadi memang agak lambat. Sama kayak larangan mabuk.

    Ooo..makanya Mohammad punya isteri lebih dari empat setelah Khadhijah meninggal, mungkin karena belum ada aturan yang membatasi. Tetapi sepertinya banyak hadist yang menyatakan bahwa Muhammad hanya beristeri tak lebih dari empat, kira-kira apa yang meriwayatkan hadist itu tidak tau ya kalau Muhammad beristeri lebih dari empat, atau mereka memilki tujuan tertentu..????
    *saya bukan berprasangka, tetapi hanya ingin tau*

    mengingat pengertian ‘riwayat’ adalah menuturkan secara lisan secara turun menurun kejadian dan peristiwa masa silam, karena bangsa Arab dahulu tidak mengenal penulisan sejarah.(saya kutip dari pak H.M.H Al-Hamid Al-Husaini,dr bukunya yang berjudul Riwayat Kehidupan Nabi Besar Mohammad SAW). Mungkinkah riwayat-riwayat itu masih murni hingga sekarang, mungkinkah gusti Allah menjaga kemurniannya, seperti Dia menjaga kemurnian Al-Quran??..*alah boh..*

  8. @haniifa

    Bisa lebih rinci apa yang dimaksud dengan “tidak Muhammad-sentris” ?!

    Maksudnya: Tidak terbatas pada Muhammad, tidak melulu terkait Muhammad, tidak harus selaras dengan syari’at Muhammad, tidak harus selalu tentang Muhammad. Pendeknya, Muhammad bukanlah satu-satunya jalan. Ini terkait dengan pandangan saya bahwa Islam itu universal, selaras dengan pemahaman saya tentang kata tersebut: islam. Bisa dilihat di post saya yang ini.

    Salam juga.

    @peristiwa

    Mungkinkah riwayat-riwayat itu masih murni hingga sekarang

    Saya juga ragu. Tapi saya baca-baca dulu. Sepertinya bagus kalo dibahas lebih jauh lagi soal hadist ini. Mas Secondprince itu salah ahlinya di blogosphere.

  9. ok, saya tunggu bahasannaya, pak..

    dan tentang poligami juga, kalau boleh..

  10. *prolog*
    Maaf, apakah Muhammad adalah nabi Anda?
    .

    *langsung menuju klimaks*
    Jika “Islam” yang Anda maksud disini bukan sebagai sederetan aturan yang dibakukan menjadi sebuah bangunan formal-eksklusif, benarlah pendapat sampeyan. Hanya, output pemahaman (universal) seperti ini menelurkan anggapan yang kurang lazim didengar mayoritas penganut Islam, dimana seorang penyembah berhala, pelacur, pemerkosa, pembunuh, pencuri, atau koruptor, adalah Islam >> sebab mereka pun masih terikat “ketundukan” (aslaama) hukum kausalitas Prima Causa. Jika isme Anda ini dipupuk terus, bukan mustahil di masa depan batasan definisi Islam akan kabur dari makna aslinya yang eksklusif.

    Saya ingin tahu nih, apa yang mendorong Anda menggunakan term-term khusus untuk pelabelan Islam di atas? Kenapa tidak memakai istilah2 dalam bhagavad gita, tripitaka, veda, tanakh Yahudi, dst? Saya jadi curiga Anda hanya ingin memantik api kontroversi dan perdebatan yang diskenariokan tak akan berujung-pangkal.

    Dus, janganlah menyorot kehidupan personal seorang utusan Tuhan, siapapun itu. Lha bukankah jika sampeyan menganggap bahwa Muhammad manusia biasa, tentu ia memiliki masalah tipikal dalam rumah tangga. Masalah poligami pun tidak Anda kaitkan dengan konteks sejarah dan misi dibalik itu.
    .

    *epilog*
    jangan pernah bosan untuk menuliskan seluruh pemikiran2 apalagi dibiarkan mengendap, lumayan, buat dibikin sebuah bundel untuk nostalgia bersama anak-cucu kelak :-D

    *jabat tangan erat*
    senang terpeleset di gubuk Anda.

    Salam,

  11. @peristiwa
    Itu agak berat. Tapi akan saya usahakan.

    @esensi

    Maaf, apakah Muhammad adalah nabi Anda?

    Yup. He’s my prophet. Karena dia yang membawa al-Qur’an; Kitab Suci yang luar biasa. Dan, tentu, dia bukan nabi saya satu-satunya.

    Hanya, output pemahaman (universal) seperti ini menelurkan anggapan yang kurang lazim didengar mayoritas penganut Islam, dimana seorang penyembah berhala, pelacur, pemerkosa, pembunuh, pencuri, atau koruptor, adalah Islam >> sebab mereka pun masih terikat “ketundukan” (aslaama) hukum kausalitas Prima Causa.

    Saya sempat berpikir begitu. Tetapi, Tuhan mengajarkan kita untuk tidak memperkosa, membunuh, mencuri, korupsi dll. Kata Islam universal yang saya maksud tentu terkait dengan syari’ah; tetapi syari’ah atau “jalan” yang saya maksud itu tidak beku, tidak terpaku pada Muhammad. Kata prima causa ini terlalu “deterministik”, dan saya memang menghindari diskusi tersebut di sini, karena akan sangat panjang. Kata “Islam” yang saya maksud tidak sejauh itu. Kitab suci, nalar dan nurani tentu membedakan manusia dari makhluk Tuhan lainnya. Kekhawatiran itu wajar saja, tentu.

    Saya ingin tahu nih, apa yang mendorong Anda menggunakan term-term khusus untuk pelabelan Islam di atas? Kenapa tidak memakai istilah2 dalam bhagavad gita, tripitaka, veda, tanakh Yahudi, dst?

    Oh, itu masalah diksi saja. Menarik untuk sebuah heading tulisan. Saya tidak akan berbohong pada Anda, saya memang ingin menarik perhatian orang agar membaca tulisan saya. Perkara mereka tertarik, karena tersinggung atau benar-benar tertarik, itu soal lain. Yang jelas saya terbuka untuk berdiskusi. Mengapa Kristen? Karena cocok dengan topik bahasan dan familiar dengan blogger Indonesia, menurutku. Untuk topik yang lain, bisa saja saya mengaitkan Islam dengan istilah-istilah/gagasan dalam tradisi Vedic dan Judaisme.

    Saya jadi curiga Anda hanya ingin memantik api kontroversi dan perdebatan yang diskenariokan tak akan berujung-pangkal.

    Kecurigaan Anda beralasan. Diskusi memang tidak harus berujung pangkal, Mas. :D Yang jelas, siapapun dia bila mempunyai argumetasi yang kuat, tinggal kasih komen saja toh, dan saya akan tampak sebagai orang yang sangat bodoh.

    Dus, janganlah menyorot kehidupan personal seorang utusan Tuhan, siapapun itu. Lha bukankah jika sampeyan menganggap bahwa Muhammad manusia biasa, tentu ia memiliki masalah tipikal dalam rumah tangga. Masalah poligami pun tidak Anda kaitkan dengan konteks sejarah dan misi dibalik itu.

    Anda mengenal Ali Sina atau Ibn Warraq? Saya tidak ingin berapologi untuk masalah rumah tangga Nabi, tetapi saya tidak menutup mata dan mengakui bahwa memang ada masalah. Namun demikian, menurut saya masalah itu tidak mengurangi atau membatalkan misi kenabian yang dia emban. Toh, al-Qur’an dalam bentuk Mushaf Usmani sudah ada di tangan saya, meskipun di dalamnya ada beberapa ayat yang perlu dipertanyakan atau dipikir dengan sangat seksama dengan memperhatikan seluruh wacana teologis dan eskatologis al-Qur’an.

    senang terpeleset di gubuk Anda.

    Mudah-mudahan Anda tidak terluka karena post saya yang satu ini. :mrgreen:

  12. Ohh… jadi Pendeknya, Muhammad bukanlah satu-satunya jalan.

    Betul juga yach….
    Kemarin saya beli bakso sama Muhammad…
    Dan postingan orang saya berdialog sama Muhammad
    …juga.
    Selanjutnya tukang cukur dipinggir jalan biasa saya panggil Ahamd
    Bahkan Ibrahim temen teka… sekarang katanya jadi pengusaha…
    Si Daud… letnan AURI sekarang sudah pengsiun…

    Wahhh… memang Muhammad bukan satu-satunya jalan… walaupun tahun lalu dia naik haji. :D

    Kalau Muhammad s.a.w ?! duhh… ini kayaknya khusus yach.

    Sekali lagi mohon maaf saya agak kurang, mudeng dengan : Islam itu Katolik

    Jadi ingat pelajaran teka, neeh :D

    Kuda itu Binatang
    Kucing itu Binatang
    Cacing itu Binatang
    Kadal itu Binatang

    Bisa nggak dibalik, Binatang itu Kuda ?!

    (duhh… rasanya binatang itu ada kuda, kucing, cacing… dll)

    Trim’s saya sudah baca link yang dimaksud.
    Wassalam, Haniifa.

  13. Bisa nggak dibalik, Binatang itu Kuda ?!

    Yah enggaklah. Saya bilang Islam itu universal (katolik), bukan universal itu Islam.

    Maaf bikin pusing.

    Wassalam juga.

  14. Lha binatang juga Universal sebagai mahlug bernyawa tetapi tidak mempunyaiaqal & fikiran

  15. Islam itu Islam

    Katolik itu Katolik :P

    Pusing saya juga,

    Tuhan itu Yesus

    Yesus itu Tuhan

    Hantu itu Kamu
    Kamu itu Hantu :D

  16. Mas Gentole,
    Pertanyaannya simple saja.
    Siapakah yang memberi nama agama “Kristen” itu Kristen dan siapa pula yang menamakan “Katholik” itu Katholik dan “Protestant” itu Protestant?.
    Tuhankah, Yesuskah, Pauluskah atau Pauskah?.
    Kalau anda bisa katakan itu, maka mari kita bahas Kristen, Katholik, Prorestant berdasarkan prespektif Bible maupun pandangan sarjana Kristen sendiri.
    Kalau Islam, jelas yang menamakannya adalah Allah sendiri, bukan Muhammad. Tercantum dalam Al-Quraan.
    Sementara Kristen, Katholik, Protestan, Mormon, Menoit, Quaker, Advent tidak ada satupun yang tercantum di Bible sebagai nama agama. Yesus sendiri juga tidak pernah menyebut bahkan menyentil sekalipun tidak. Bahkan Tuhan sendiri didalam Bible tidak punya nama. Hanya dikenal sebagai Bapa atau Bapa kami disorga.
    Kata ganti Tuhan “Allah” baru belakangan ini saja dipergunakan. Bahkan dalam sebuah Injil edisi terjemahan lama yang pernah saya baca tertulis “Alah” dengan satu “L” bukan “Allah” dengan double L.
    Salam,

  17. @haniifa
    Kalo mau menyanggah silahkan berargumentasi.

    @abudaniel

    Siapakah yang memberi nama agama “Kristen” itu Kristen dan siapa pula yang menamakan “Katholik” itu Katholik dan “Protestant” itu Protestant?.
    Tuhankah, Yesuskah, Pauluskah atau Pauskah?.

    Secara teologis, Tuhan. Tapi secara teknis-historis nama tersebut tidak lebih dari produk budaya. Bangsa Eropa mengenal Tanakh Ibrani dan Injil-injil dari bahasa Latin dan Yunani. Gampangnya, nama itu diberikan oleh masyarakat pada masa awal ajaran Kristus disebarkan ke bangsa non-Ibrani.

    Kalau Islam, jelas yang menamakannya adalah Allah sendiri, bukan Muhammad.

    Iya betul. Tapi jangan lupa. Kata aslama itu produk budaya juga, yakni bahasa Arab yang serumpun dnegan bahsa Ibrani. Islam hanya kata benda dari kata kerja. Lagipula, seperti Muhammad, baik Musa dan Isa/Yesus tidak pernah menamai agama mereka apa. Karena dalam pandangan Tuhan, mereka beragama Islam, sekalipun mereka tidak berbicara dalam bahasa Arab.

    Sementara Kristen, Katholik, Protestan, Mormon, Menoit, Quaker, Advent tidak ada satupun yang tercantum di Bible sebagai nama agama.

    Apalah artinya sebuah nama. Saya mengenal seorang Kristen Quaker yang menurut saya mempraktikkan Islam, meskipun tidak harus mengenal kata Islam. Kata Katolik dan Protestan yang saya maksud di tulisan saya berfungsi sebagai kata sifat. Anda tentu harus membacanya secara seksama.

    Bahkan Tuhan sendiri didalam Bible tidak punya nama.

    Oh, ya? Masa sih. Yahweh?

    Kata ganti Tuhan “Allah” baru belakangan ini saja dipergunakan. Bahkan dalam sebuah Injil edisi terjemahan lama yang pernah saya baca tertulis “Alah” dengan satu “L” bukan “Allah” dengan double L.

    Iya, memang fenomena baru. Bahkan ada di kalangan Kristiani yang menolak penggunaan istilah Allah, yang katanya identik dengan “dewa bulan”. Sampe pengadilan malah. Anda bisa kunjungin situs Sarapanpagi untuk memahami kesalahpahaman itu. Kata Allah merupakan Arabisasi dari kata El, elah atau ellohim dalam bahasa Ibrani. Bukan hal baru, kok itu.

  18. Berargumen ?!
    ————-
    Kuda, Kucing := himpunan binatang berkaki empat dan berdarah panas
    ————
    Kadal := himpunan binatang berdarah dingin
    ———
    Cacing := himpunan binatang tak bertulang belakang
    —————————–

    BINATANG := himpunan Universalnya
    ————————————–
    Sehingga:
    Kuda itu binatang.
    tapi kalau anda menulis…
    ——————————————
    binatang itu KUDA ?! hua.ha.ha. :D

  19. Yahudi := himpunan orang yang beragama dan rumah ibadahnya “sinagog”
    ————————
    Nashrani := himpunan orang yang beragama dan rumah ibadahnya “gereja”
    ————————
    Islam := himpunan orang yang beragama dan rumah ibadahnya “Masjid”
    ==================================

    ISLAM itu Nashrani ….. hi.hi.hi
    apalagi yang ini….
    ———————————
    ISLAM itu Katolik ….. hua.ha.ha :D

  20. @haniifa
    Kan saya sudah bilang. Katolik itu saya jadikan kata sifat, bukan agama. Coba baca postnya pelan-pelan. Jangan pake prasangka.

  21. Sifat ?!

    Air beku sifat nya DINGIN.
    ————————–
    Air Mendidih sifatnya PANAS.
    —————————–
    Air itu ES … hua.ha.ha. :D

  22. Nah, mulai deh, muter muter nggak jelas.

    @Haniifa

    Dah tahu artinya katolik secara bahasa?

  23. Nggak tahu artinya katolik secara bahasa ?! :D
    ——————
    Pertanyaan dari @mengejaperistiwa
    oya, surat an-nisa ayat 3 itu turun setelah mohammad berpoligamikah, atau sebelumnya?
    ————-
    Jawaban dari @Gantole
    Sepertinya sesudah. Jadi memang agak lambat. Sama kayak larangan mabuk. Yah, di sinilah letak pentingnya pendekatan agama yang baik. Kalo enggak bisa kacau.

    ————————
    Secara bahasa katolik :
    “JADI MEMANG AGAK LAMBAT”
    1. Artinya katolik menyalahkan tuhannya katolik, kenan kenapa tuhan kok lambat menurunkan ayat.
    2. Artinya katolik menyalahkan tuhannya katolik, kenapa kok diturunkan bukan kepada yesus
    ———-
    Mau tambah lagi…., “dengkul” muter… :D

  24. dasar haniifa.

    Cape deh. :P

  25. hi.hi.hi
    @Dana.. oh.. dengkulmu ter muter yac cape dunk :D

  26. @Gantole
    Coba baca postnya pelan-pelan. Jangan pake prasangka.

    Komentar diatas artinya sayah bacanya bukan hanya postingan saja bahkan komentar plush rekomen nya, OK !

    Air itu “ES”, baca termometernya pelan-pelan jangan pakai presengke, Ok :D
    ——————-
    ISLAM itu ISLAM
    Rasul dan Nabi terakhir itu Muhammad s.s.w , OKE DOGE ?!
    (Sallahu alaihi wa salam, salam=salim=shaolin= shalon== ISLAM)
    ——————————————
    (bukan “muhamad” tukang BAKSO TAHU, Oke)
    ———————————————–
    Oh..yach buat juga @Oom Dana biar dengkulmu lurus… :D

  27. hua.ha.ha. nulisnya yang kecepetan :D

    ISLAM itu ISLAM
    Rasul dan Nabi terakhir itu Muhammad s.a.w, OKE DOGE ?!
    (Sallahu alaihi wa salam, salam=salim=shaolin= shalon== ISLAM)
    ==================
    Ibrahim a.s sebaiknya Nabi Ibrahim a.s
    Daud a.s sebainya Nabi Daud a.s
    Musa a.s sebaiknya Nabi Musa a.s
    Isa a.s sebaiknya Nabi Isa a.a
    Muhammad s.a.w sebaiknya Nabi Muhammad s.a.w

    ———————————————–
    don furget.. s.a.w… := Muhammad s.a.w

  28. Dahh.. capek dech…
    Kesi fulan :D
    ——————-
    Nabi Muhammad s.a.w as SETRIS LIL ALAMIN… Clear :D
    sebab…
    Sallahu alaihi wa salam,
    Salam = Salim = Shaolin = Shalon = ISLAM… Clear :D
    artinya….
    Yahudi, Nashrani itu bagian dari ISLAM… Clear :D
    ——————-
    Analogi
    Uap itu Air
    Es itu Air
    (Uap, Es, Air Mendidih ) itu bagian dari AIR… Clear.. :D

    Wassalam, Haniifa.

  29. Assalamu’alaikum, @Mas Abudaniel
    ——————————
    Salam buat pembaca semuanya…
    asslama := as salam := Al Islam
    ——————————
    Wassalam, Haniifa.

  30. bermetafora lagi ah:
    orang beli kerbau pasti dapat tali tambang pengikatnya
    orang beli tali tambang belum tentu dapat kerbaunya
    ternyata masih juga rebutan tali tambang…duh

  31. Ber poto sin tesis… ahhh..
    Masak ada lomba tarik kebo
    Yang ada khan lomba tarik tali tambang… :D

  32. *** Lomba tarik tambang ****
    Islam itu Katolik, Protestan dan tidak Muhammad-sentris

    Yang benar-benar betul….
    Katolik, Protestan itu Islam dan Nabi Muhammad s.a.w rahmatan LIL ALAMIN / sentris.
    Wassalam, Haniifa.

  33. @haniifa
    Maaf Mbak/Mas, saya enggak ngerti maksud komentarnya yang banyak itu. Terimakasih sudah memberi komentar. Saya sudah memberi tanggapan yang saya anggap perlu. Anda pun saya kira sudah mengatakan semua yang perlu Anda katakan.

    Wassalam

  34. Wahh.. belum perlu mas.. eh.. mbak yach ?!
    ———————————-
    Yahudi, Nashrani, Islam itu Islam dan Nabi Muhammad s.a.w rahmatan lil ‘alamin.
    ———————————-
    Islam itu Muslim jika menjalankan syariat Nabi Muhammad s.a. w
    (tuhh kan belum selesai.. :D )
    ———————————-
    Sekarang ke postingan 0,5mas + 0,5mbak := :D
    yang saya baca…
    Apakah ia bisa menyelamatkan ayah, ibu, paman dan kakeknya yang jahil?
    Sekali lagi mohon beri penjelasan apa itu Jahil / Jahiliyah ?!
    ————————-
    Kembali kasih.

  35. @ haniifa

    agaknya anda belum memahami maksud tulisan pak gentole, kalau saya tidak salah pak gentole mensifati islam dengan kata protestan dan katolik. bukankah di atas sudah dijelaskan bahwa protestan dan katolik adalah kata sifat. Saya kira bila anda mencontohkan dengan:

    Kuda itu Binatang
    Kucing itu Binatang
    Cacing itu Binatang
    Kadal itu Binatang

    Bisa nggak dibalik, Binatang itu Kuda ?!

    yang saya tanyakan apakah binatang itu kata sifat?
    karena anda mencontohkan itu sebagai pembanding dari tulisan pak gentole yang menyatakan (mensifati) islam itu katolik, protestan dan tidak Mohammad sentris.

    kata nasrani dan kata yahudi juga sering disebut dalam Al-Quran, tetapi bukan menyatakan nama agama melainkan nama suatu kelompok atau kaum.

    Yahudi := himpunan orang yang beragama dan rumah ibadahnya “sinagog”
    ————————
    Nashrani := himpunan orang yang beragama dan rumah ibadahnya “gereja”
    ————————
    Islam := himpunan orang yang beragama dan rumah ibadahnya “Masjid”

    bukankah islam adalah nama dari agama itu sendiri, jadi mungkin anda sebaiknya menuliskanya dengan nama ‘muslim’ sebagai himpunan…..

    dan kenapa tidak menuliskan ‘beragama’ apa (agar jelas), atau maksud anda nasrani dan yahudi itu adalah nama agama, kalau begitu maka tulisan anda akan lebih membuat binggung..

    Analogi
    Uap itu Air
    Es itu Air
    (Uap, Es, Air Mendidih ) itu bagian dari AIR… Clear..

    Nah, uap adalah kata benda, air juga kata benda, es pun demikian juga (kata benda), sebenarnya mereka adalah sama, yaitu air, namun berbeda wujud saja. Uap, es, air mendidih itu adalah bagian dari air, tentu saja benar.

    Sedangkan kata Islam itu katolik, protestan dan tidak Mohammad Sentris, penjelasannya kira-kira begini,

    islam adalah kata benda, katolik adalah kata sifat, protestan juga kata sifat, tidak Mohammad sentris adalah kata keterangan (untuk yang ‘tidak Mohammad sentris’ ini sebenarnya saya masih menduga-duga saja). Jadi pak gentole mensifati kata islam ini dengan kata katolik, protestan dan tidak Mohammad sentris. Kira-kira begitu maksud pak gentole..
    Jadi kayaknya maksudnya bukan katolik, protestan itu adalah bagian dari Islam.

    Misalkan:
    *indonesia itu luas, kaya, dan tidak jawa sentris, lalu apa bisa dikatakan luas, kaya itu adalah bagian dari Indonesia?? bukankah itu adalah sifat dari Indonesia.

    *haniifa itu cantik, ganteng, dan tidak blog sentris, lalu apakah cantik, ganteng itu adalah bagian dari haniifa? bukankah itu adalah sifat dari haniifa.

    …. ??? ….

    *@gentole, kalau saya salah menafsirkan, silahkan dijelaskan, pak!*

    salam tuk haniifa

  36. @gentole

    islam tidak Mohammad sentris

    Saya sependapat dengan Anda, tetapi bukankah kita berislam dengan mengucapkan sahadat sebagai “proklamasinya”, yang berati ‘tidak ada tuhan selain Allah, dan Mohammad adalah utusan Allah’.

    Nah, sepertinya semua nabi dan Rasul mengucapkan ‘Tidak ada Tuhan selain Allah’, anda bisa menemukan banyak ayatnya dalam Al-Qur’an, suatu pernyataan bahwa dari dahulunya eksistensi Allah tidaklah berganti, dan penyembahan terhadap-Nya juga tidak berubah. Namun untuk setiap umat, Allah menetapkan SYARI’AT yang berbeda-beda, syari’at disini bisa diartikan : tata-cara penyembahan, aturan-aturan menjalani kehidupan, mana yang boleh mana yang tidak, dll

    Bagi tiap-tiap umat telah Kami tetapkan syari’at tertentu yang mereka lakukan, maka janganlah sekali-kali mereka membantah kamu dalam urusan (syari’at) ini dan serulah kepada (agama) Tuhanmu. Sesungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus. (Al Hajj, 67)

    Itulah makanya untuk kaum Yahudi dan Nasrani, disyari’atkan mengkuduskan hari Sabbath, untuk umat Islam tidak, atau sebaliknya untuk umat Islam disyari’atkan shalat 5 waktu, puasa Ramadhan, dll, untuk umat sebelumnya tidak. Ada juga syari’at umat Muhammad yang terkait dengan syari’at nabi terdahulu:

    Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan ‘Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). (Asy Syuura)

    Maka kata-kata ‘Wa ashadu anna Muhammad Rasulullah’, artinya sipengucap sumpah ini menyatakan dirinya adalah penganut agama Islam dan menjalankan syari’at yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW, sedangkan nabi dan rasul sebelumnya, beserta pengikut-pengikutnya adalah penganut Islam yang menjalankan syari’at sesuai ajaran masing-masing. Namun semuanya dinyatakan sebagai penganut agama Islam, satu-satunya agama yang diakui Allah, dan disebut sebagai Muslim.

    *hal ini menyangkal sebagian tulisan anda pada alenia 5 dan 6*

    jadi kalau kita sudah menyatakna sebagai umat Mohammad dan mengakui Mohammad sebagai rasulNya, maka sebaiknya memang mengikuti syariatnya..

    tetapi entahlah…

  37. @peristiwa
    Terima kasih mau membantu merespon Mbak Haniifa.

    jadi kalau kita sudah menyatakna sebagai umat Mohammad dan mengakui Mohammad sebagai rasulNya, maka sebaiknya memang mengikuti syariatnya..

    Anda benar sekali. Kalo mengaku umat Muhammad, mesti mengikuti syari’atnya. Saya memang membedakan antara Islam dan umat beserta syari’at Muhammad. Islam itu universal, Muhammad itu partikular. Demikian kira-kira.

  38. Salam dan terima @Mas Peristiwa.
    Justru itu janga bermain dikotomi… dunk.
    ———————–
    Islam itu Islam.
    Katolik itu Katolik.
    ———————–
    Air := benda
    sifat fisik := bisa cair, uap atau padat
    sifat termal := bisa panas, dingin atau standar.
    Mudah-mudahan mas menyadari… trim’s.
    —————————————

    Soal syahadat:
    Laa ilaha ila Allah
    Wa ashadu anna Muhammadar Rasulullah

    ———————————————
    Tiada tuhan selain Allah
    Dan aku bersaksi Muhammad itu utusan/pesuruh Allah
    *** Jelas yang dimaksud adalah satu-satunya Muhammad bin Abdullah atau Muhammad s.a.w ***
    ——————————————–
    Artinya jika @mas Gentol-e menulis Muhammad jadi bias “bisa muhammad tukang bakso, atau mohammad tukar cukur“…. Clear :D
    ———————————————

    Wassalam, Haniifa.

  39. Hei… Gentol-e pacul:D
    ———————————
    Mana penjelasan Jahil / Jahiliyah ?!

  40. Apakah Al-Qur’an menyebut Muhammad sebagai Insan Kamil, Manusia Sempurna? Saya tidak ingin menganggap Muhammad itu sempurna, karena itu menegasikan kemanusiaan Muhammad, meninggikan Muhammad terlalu jauh.
    Islam itu Katolik, Protestan dan tidak Muhammad-sentris.
    Ini hanya pandangan pribadi. Kalo mau protes, proteslah dengan santun.
    ——————————-
    Si Muhamad tukang bakso… telinganya 2, kaki 2, mata 2, hidung 1, kepala 1 “Belajar ilmu… il… ilm apa yach :D
    jangan ngomong “Insan Kamil” jawab dulu yang atas… OK, DOGE.
    ———————————————

    Apakah tukang bakso itu tidak sempurna ?!
    Siapa yang tidak santun ?!

  41. @ haniifa

    (duhh… rasanya binatang itu ada kuda, kucing, cacing… dll)

    sepertinya anda berdiskusi lebih menggunakan ‘rasa’ (perasaan).

    mungkin sebetulnya anda tau bahwa yang dimaksud pak gentole Muhammad adalah Nabi besar junjungan kita Muhammad s.a.w, tetapi ada melulu menuliskan Muhammad tukang bakso, tukang cukur ataua apa lah….

    Mana penjelasan Jahil / Jahiliyah ?!

    sepertinya pak gentole menuliskan kata ‘jahil’ dengan huruf miring, jd hal itu sudah cukup menjelaskan antara jahil dan jahiiyah.
    kalau anda belum tau definisinya silahkan mencari di situs wikipedia..

    anda terlalu mempermasalahkan bungkus, jangan-jangan karena anda kosong..

    Islam itu Islam.
    Katolik itu Katolik.

    persamaannya:
    air itu air
    cair itu cair
    es itu es
    padat itu padat

    kalau demikian kenapa harus berpikir, meneliti, mencari?
    Bukankah pelajaran SD pun sudah membahasnya..

    lalu bagaimana bila anda membaca tulisan ini
    *tuhan telah mati, atau
    *manusia itu binatang

    ?????????
    jangan dimamah mentah-mentah, anda bisa tidak suka ‘rasanya’,atau bahkan mungkin akan keracunan..

    *maap bila saya lancang menanggapi komentar anda duluan yang anda tujukan pada pak gentole*

    *maap juga untuk pak gentole*

    salam

  42. haniifa:= (duhh… rasanya binatang itu ada kuda, kucing, cacing… dll)

    mengejaperistiwa:= sepertinya anda berdiskusi lebih menggunakan ‘rasa’ (perasaan).
    ————————————————–
    Ha.ha.ha. :D

    Makanya jangan pakai perasaan kalau membaca, menimbang, memikirkan dan menulis, Ok

    Itu buat saya sendiri yang pakai rasanya…. :D

  43. Saya paham maksud penulisnya sih. Tapi ngapain juga harus memakai istilah yang mengundang perdebatan yang tidak perlu.

    Kalau mau nulis Islam itu Universal ya ditulis Universal kan bisa. Mengapa harus pake istilah kalo Islam itu Katholik ? Memang maksudnya mau ngomong universal kan karena arti kata sifat dari katholik adalah Universal.

    Memakai istilah yang aneh-aneh memang menarik tetapi ketertarikannya sayangnya tidak substansial, karena malah jadi perdebatan yang kurang mutu soal istilah.

    Secara prinsip Islam = Islam, Kristen = Kristen, Katholik = Katholik. Ketiganya memiliki perbedaan – dan juga tentu memiliki sisi yang sama. Tetapi ketiganya tentu saja memiliki identitas masing-masing.

    Mengatakan Islam adalah Katholik atau sebaliknya – meskipun asalnya hanya otak-atik gathuk dari kata sifatnya – saya rasa tidak mengenakkan semua pihak.
    Meskipun dari otak-atik gathuk kesamaan kata, postingan ini benar, kalo dilihat dari persamaan istilahnya. Tetapi jelas postingan seperti ini sangat berpotensi memancing kesalahpahaman.

    Hmmmm……Saya rasa memang postingan ini sifatnya ingin memancing perdebatan, kalo dilihat dari pemilihan kata-kata yang digunakan.

    Salut untuk penulisnya. Yang jelas tulisan ini “berhasil” memancing tanggapan yang cukup panas seperti yang dikehendaki penulisnya.

    SALAM Semuanya.

    Salam untuk RM Haniifa PG:

    0,5 Mas + 0,5 Mbak = ??? Makanya Gelar Raden Mas mu jangan sampe ketinggalan. hi hi hi…- Kacian deh lo. Kacian deh lo….- Hi Hi Hi….

  44. @lovepassword

    Meskipun dari otak-atik gathuk kesamaan kata, postingan ini benar, kalo dilihat dari persamaan istilahnya. Tetapi jelas postingan seperti ini sangat berpotensi memancing kesalahpahaman.

    Bukannya manusia itu ounya potensi untuk memikirkan sesuatu dengan baik. Seperti itu pula ketika membaca tulisan, tidak hanya terikat dengan judul atau skilas membaca judul kemudian langsung mencak-mencak. Kalau dibaca keseluruhan tidak ada masalah dengan salah paham atau apapun. Yang jelas penulis hanya menyampaikan pandangannya dengan gaya bahasanya yang unik. Cukup menarik kalau menurut saya.Yang tidak setuju mah nyantai aja dan sampaikan tanggapan dengan santun :)
    Salam :)

  45. @Gentole

    Bisa dijelaskan apa yang dimaksud dengan syafa’at di sini? Bukankah al-Qur’an menjelaskan:

    Ayat yang anda maksud tidak membatasi kemutlakan Tuhan. Adalah kuasa Tuhan untuk memberikan hak memberikan syafaat pada salah satu Utusannya. Dan tetap saja Syafaat itu milik Tuhan :)
    Soal kemusliman Orang tua dan paman Nabi dalam sudut pandang Syiah, rasanya agak tidak sopan kalau saya bersikap sok tahu dan berbicara atas nama Syiah dalam hal ini. Sejauh yang saya tahu hal itu terkait dengan riwayat-riwayat Ahlul bait yang ada di dalam kitab hadis Mereka :)
    Maaf kalau tidak bisa banyak membantu

    Dalam tradisi sunni seingat saya masih ada perdebatan terkait kabar al-Qur’an bahwa Rasul bermuka masam. Jadi, dalam tradisi sunni pun, tidak semuanya sepakat doktrin bahwa rasul itu “innerant”

    Rasanya kita beda persepsi soal kemaksuman. Saya memahami kemaksuman dalam terminologi selalu benar. hal ini terkait dengan kedudukan Rasul SAW sebagai utusan Allah SWT. Sebagai sang Utusan yang menyampaikan ajaran Tuhan maka Tuhan menghendaki agar apa yang disampaikan Sang Utusan itu benar dariNya. Oleh karena itu Tuhan memberikan predikat selalu benar kepada UtusanNya.

    Dasarnya? Dasarnya konfirmasi al-Qur’an bahwa Muhammad hanya manusia biasa.

    manusia biasa yang dijaga Tuhan

    Seingat saya, sebelum dinobatkan menjadi nabi, saya tidak pernah menemukan kabar bahwa Muhammad seorang monoteis.

    Tidak adanya kabar tersebut tidak menafikan bahwa Muhammad adalah seorang monoteis sebelum diangkat menjadi Nabi SAW. Dan harap diingat ada kemungkinan orang lain bisa saja pernah mendengar riwayat tersebut :)

    Sepanjang hidupnya pun Muhammad beristighfar untuk dosa-dosa yang ia lakukan.

    Saya menafsirkan pernyataan ini dengan membedakan antara berdosa dan perasaan berdosa

    Saya percaya bila ia berbuat salah, maka Jibril atau Tuhan menegurnya

    Ya bisa, dan sama bisanya dengan Tuhan dari awal menjaga agar Sang UtusanNya tidak berbuat salah :)

    Ada berbagai riwayat, termasuk kabar ketika ia mencurigai Aishah selingkuh, yang mengisyaratkan bahwa Muhammad bisa berbuat salah.

    Berbicara soal riwayat terkait dengan Validitas riwayat dan Interpretasi Riwayat. Hal ini akan membuat pembahasan ini meluas kemana-mana

    Pertanyaan saya, apakah bila saya mengkaji al-Qur’an dan kemudian berbeda pendapat dengan “orang pilihan” itu, katakanlah ahlul bait, saya dipastikan salah?

    Apakah kajian anda itu bisa dijamin pasti benar?. Bukan itu masalahnya Mas, siapapun berhak untuk menafsirkan dan jika bertentangan dengan otoritas dalam hal ini Sumber Kebenaran maka tidak ragu lagi bahwa itu salah. Tetapi juga perlu diingat maksud berbeda dan salah itu sendiri tidak selalu jelas. Dalam arti ada sesuatu yang kelihatannya berbeda tapi esensinya bisa sama saja dan ada sesuatu yang kelihatannya salah dalam situasi tertentu tetapi benar dalam sudut pandang lain.

    Gagasan tentang kemurnian agama ini sebenarnya harus diartikan sebagai sebuah upaya, karena distorsi sejarah terhadap Kitab Suci sudah tak terelakkan, SP.

    Wah kita beda lagi disini. Terlepas dari pernyataan kontroversial anda distorsi Kitab Suci, kemurnian agama pada awalnya tergantung pada kebenaran sang Utusan. Jika dari awal saja Sang Utusan punya kemungkinan salah dalam menyampaikan risalah Tuhan maka kemurnian agama sudah layak untuk diragukan :)
    Upaya kalau menurut saya adalah berusaha untuk mencapai atau mendekati sumber Kebenaran bukan sebagai usaha pemurnian.

    Sekalipun nabi maksum, dia sudah tidak bisa diakses lagi secara “maksum”. Get it?

    Benar sekali Mas, dan pernyataan itu tidak menafikan bahwa sang Nabi memang maksum

    Yang diperlukan adalah upaya penafsiran ulang terhadap Kitab Suci dengan cara yang pernah saya paparkan sebelumnya; hermeneutika, yakni mengaitkan al-Qur’an bukan hanya dengan haidst, tetapi Alkitab, filsafat, sains (kalo dipandang perlu) dan Kebebasan Individu.

    Setuju, setiap upaya layak dinilai. Tetapi saya memahami upaya itu bukan sebagai suatu pemurnian tetapi sebagai suatu pendekatan dalam mencapai sumber kebenaran. kalau dengan bahasa Mas maka itu berarti Upaya mencapai yang maksum :)

    Pedoman Kebenaran itu semua teks yang ada di bumi menurutku, termasuk al-Qur’an dan Muhammad

    Adalah keliru jika anda beranggapan bahwa adanya Manusia yang selalu benar maka itu akan menafikan semua kebenaran dari sumber lain.

    Ingat al-Qur’an tidak berdiri sendiri, al-Qur’an adalah wahyu yang dibingkai oleh budaya Arab dan mengadopsi wacana kenabian dan teologis ahli kitab, Judaisme dan Kekristenan.

    Tergantung maksudnya sih. Jika yang anda maksud bingkai itu adalah olah kerja manusia maka saya sangat tidak sependapat. Tetapi jika bingkai itu adalah hasil olah Tuhan maka ini bisa diterima :)

    Soal hadist saya akan upayakan untuk mengikuti aturan Anda, tapi tetap saya skeptik dan akan bersikap kritis terhadap semua hadist. Sekalipun hadist itu valid bin mutawatir bin faktual, saya pun akan kritis dengan bagaimana kita memahami matan hadist tersebut.

    Menyenangkan sekali bisa bicara dengan orang yang kritis. Silakan, silakan.
    Btw, ramainya disini ya tetapi sayangnya komen-komennya tidak terlalu menggembirakan
    Salam Mas

  46. Maaf mas Gentole komen saya ada blockquote yang berantakan tuh, kalau anda nggak keberatan bisa tolong dibetulin
    terimakasih
    Salam

  47. hi.hi.hi Salam kembali cah teka… eh “teke” :D
    Tuhh.. yang mpunya postingan piye ?! 0,5 Mas + 0,5 Mbak = ??? –::hi.hi.hi::

  48. @haniifa
    Saya masih tidak mengerti komentar Anda. Anda terlalu pintar untuk saya.

    @lovepassword

    Tapi ngapain juga harus memakai istilah yang mengundang perdebatan yang tidak perlu.

    Perdebatannya bukan pada istilah, melainkan pada gagasan utama saya bahwa Islam tidak Muhammad-sentris.

    Memakai istilah yang aneh-aneh memang menarik tetapi ketertarikannya sayangnya tidak substansial, karena malah jadi perdebatan yang kurang mutu soal istilah.

    Secara prinsip Islam = Islam, Kristen = Kristen, Katholik = Katholik. Ketiganya memiliki perbedaan – dan juga tentu memiliki sisi yang sama. Tetapi ketiganya tentu saja memiliki identitas masing-masing.

    Semua tergantung bagaimana Anda memahami kata Islam. Buat saya Islam itu universal, tidak terpaku pada syari’at Muhammad, dan seorang Katolik dan Protestan yang ke gereja bisa disebut sebagai Muslim. Masalah identitas, itu tidak substansial. Mutu atau tidaknya perdebatan itu sih tergantung si pemberi komentar. Kalo cuma mau ngelucu dan OOT yah pasti gak mutu.

    Hmmmm……Saya rasa memang postingan ini sifatnya ingin memancing perdebatan, kalo dilihat dari pemilihan kata-kata yang digunakan.

    Coba baca perdebatan saya dengan SP. Kita berbeda pendapat dan kita berdiskusi layaknya orang berdiskusi. Masalahnya juga jelas, kok.

    @peristiwa
    Tidak apa-apa. Semua bebas menafsirkan. Asal selaras dengan rambu-rambu kepantasan. :D

    @SP

    Sebagai sang Utusan yang menyampaikan ajaran Tuhan maka Tuhan menghendaki agar apa yang disampaikan Sang Utusan itu benar dariNya.

    Saya sepakat dengan ini. Ketidakmaksuman yang saya maksud adalah dari sisi lain, misalnya sikap dan dugaan yang salah.

    Apakah kajian anda itu bisa dijamin pasti benar?. Bukan itu masalahnya Mas, siapapun berhak untuk menafsirkan dan jika bertentangan dengan otoritas dalam hal ini Sumber Kebenaran maka tidak ragu lagi bahwa itu salah.

    Di sini kita berbeda. Bagi saya kematian Nabi dan fakta bahwa tak ada Nabi sesudah Muhammad adalah fakta bahwa setiap individu adalah pencari kebenaran yang independen.

    Adalah keliru jika anda beranggapan bahwa adanya Manusia yang selalu benar maka itu akan menafikan semua kebenaran dari sumber lain.

    Pertanyaannya kan apabila ada seorang Imam saat ini, dan saya berseberangan pendapat dengannya, maka saya akan salah, bukan?

    Tergantung maksudnya sih. Jika yang anda maksud bingkai itu adalah olah kerja manusia maka saya sangat tidak sependapat. Tetapi jika bingkai itu adalah hasil olah Tuhan maka ini bisa diterima

    Mengaitkannya dnegan Tuhan memang menjadi sulit, tetapi sejarah yah sejarah. Bahasa Arab adalah produk budaya. Itu fakta.

    Btw, ramainya disini ya tetapi sayangnya komen-komennya tidak terlalu menggembirakan

    Iya, sayangnya begitu. Saya belum pernah kedatangan tamu yang keras kepala. Tapi tidak apalah, sekali-sekali. :D

  49. Waahh… bagaimana neeh @Mas Gantole
    Saya masih tidak mengerti komentar Anda. Anda terlalu pintar untuk saya.
    sementara banyak orang bilang saya super bodoh… :D
    ———————–
    @Abu Syahzanan berkicau di rumahnya @Mas Second

    @bagir, aburahat, oky, sp, armand, madopolo, arif dll

    udah mas, akhirnya ngaku sendiri tuuh —::Click me::

    Wassalam, Haniifa.

  50. @Secondprice : Seperti itu pula ketika membaca tulisan, tidak hanya terikat dengan judul atau skilas membaca judul kemudian langsung mencak-mencak.

    Ha…Ha…Ha….

    Ada pepatah mengatakan : Jangan menghakimi buku dari covernya saja.

    Tetapi tentu juga perlu kita lihat pepatah penyeimbangnya : Kalau duren itu busuk kenapa juga harus dibuka ?

    Yang ngomong terakhir itu Aa Gym saat membahas filem “buruan cium gue.”

    Saya tentu tidak mengatakan isi postingan ini busuk. Tetapi yang ingin saya katakan adalah kulit yang salah bisa berpotensi mengundang salah interprestasi terhadap isinya.

    Jadi kalau ada yang mencak-mancak ya harap maklum.
    Karena kulit duren memang bisa bikin orang mencak-mencak kalo kesandung kulit duren.

    Anda paham kan maksud saya ???

    Kalau maksudnya ingin menyampaikan ide ya Ok lah. Tetapi pemilihan kata tentu juga penting.

  51. hua.ha.ha. :D
    Iya, sayangnya begitu. Saya belum pernah kedatangan tamu yang keras kepala. Tapi tidak apalah, sekali-sekali.
    —————————
    hi.hi.hi. 7x
    Tamu lembek kepala, he.he.he. “CACI”NG ETA MAH ATUH :D

  52. @Mas Lovepassword
    Ojo ngguyu…. harom… :D

  53. Who’s tamu keras kepala ?!… :D

    Who’s tamu lembek kapala ?!… kulit duren :D

  54. Rak iso ngguyu. Bar ketiban kulit duren.

    Sekeras-kerasnya kepala mungkin lebih keras kulit duren.

    Halah….Malah marahi kabeh tambah bingung.
    Kalo bingung nggak usah ditanggepin ya? Itu perumpamaan bagi yang tahu saja.

  55. menarik juga pemaparan dari penulis,
    sangat terkesan,

    - ngapain ngikutin muhammad / Muhammad.SAW ?,

    - Al Amin bisa saja pembohong,

    - jangan percaya sang pembawa.SAW, maka yang dibawanya pun (Al Qur’an) nggak perlu dipercaya,

    - semua agama sama, nggak perlu ada Syahadat ( ngapain syahadat bawa2 Muhammad.SAW ),

    - keluar aja dari islam, sebab gerbang islam itu Syahadat,

    gitu lho kesannya,

  56. Assalamu’alaikum,
    @All
    Nabi Muhammad s.a.w sebelum di angkat jadi Rasulullah bergelar Al Amin atau yang dapat dipercaya (baca: kejujurannya teruji/ter puji).

    Sehingga Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan surah Al Israa’ ayat 74, agar umat Islam terjaga hatinya bahwa Nabi Muhammad s.a.w itu memang sudah ditakdirkan sebagai orang yang Al Amin.

    [QS 17:74] Dan kalau Kami tidak memperkuat (hati) mu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka,
    [QS 17:75] kalau terjadi demikian, benar-benarlah Kami akan rasakan kepadamu (siksaan) berlipat ganda di dunia ini dan begitu (pula siksaan) berlipat ganda sesudah mati, dan kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun terhadap Kami.

    Wassalam, Haniifa.

  57. islam itu bukan katolik bukan protestan dan bukan yang lainnya
    tapi islam itu salam
    yang selamat,
    islam itu hidup dan kehidupan
    semua yang ada dalam kehidupan itulah islam
    islam itu bukan agama tapi
    keyakinan dan pemahaman.

    islam tak minta dikenal
    tapi kita ada karena islam

    islam itu bukan muhammad
    tapi muhammad itu islam

    muhammad itu bukan nabi tapi
    islam yang ada tanpa permulaan
    dan akhir.
    islam itu cara, tapi bukan
    sebatas aturan.

    jadi islam itu bukan saya
    tapi saya itu islam, tanpa diminta…

    heheheheh….
    lama juga, baru main disini

  58. Saya sepakat dengan ini. Ketidakmaksuman yang saya maksud adalah dari sisi lain, misalnya sikap dan dugaan yang salah.

    Wah akhirnya kita bisa juga sepakat ya :)
    Ini akan memudahkan penjelasan berikutnya
    Sekarang kita perjelas apa maksud sikap dan dugaan yang salah? tolong dijelaskan

    Di sini kita berbeda. Bagi saya kematian Nabi dan fakta bahwa tak ada Nabi sesudah Muhammad adalah fakta bahwa setiap individu adalah pencari kebenaran yang independen.

    Lho kalau begitu kita sama kok, yang saya maksud jika kita atau siapapun sebagai pencari akhirnya memiliki suatu pendapat yang benar-benar berbeda/kontradiktif dengan Sang Pedoman Kebenaran maka sudah pasti salah. Hal ini adalah konsekuensi logis dari adanya Sang Pedoman Kebenaran. Siapapun berhak mencari kebenaran dan apa yang ia dapat bukanlah suatu kepastian bahwa itu adalah benar. Ada dua kemungkinan yaitu apa yang ia dapat bisa benar atau apa yang ia dapat bisa salah.
    Benar dan salah dalam sebuah premis adalah suatu hal yang logis dan tentu ada sebuah standar sendiri dalam aturan benar dan salah itu. Seandainya nih Mas anda tidak keberatan menerima adanya standar aturan benar dan salah maka menurut saya akan mudah sekali untuk tidak keberatan akan adanya manusia sebagai Sang Pedoman Kebenaran. Itu tidak akan mematikan apa yang anda sebut sebagai independen

    Pertanyaannya kan apabila ada seorang Imam saat ini, dan saya berseberangan pendapat dengannya, maka saya akan salah, bukan?

    Hmm yang salah adalah jika pendapat itu benar-benar kontradiktif atau Sang Imam itu bilang langsung kalau anda salah
    Selebihnya saya rasa Sang Imam juga pakar dalam Hermeneutik :mrgreen:

    Mengaitkannya dnegan Tuhan memang menjadi sulit, tetapi sejarah yah sejarah. Bahasa Arab adalah produk budaya. Itu fakta.

    Ok saya kira ini masalah lain yang mungkin perlu waktu khusus untuk diskusinya :)

    Iya, sayangnya begitu. Saya belum pernah kedatangan tamu yang keras kepala. Tapi tidak apalah, sekali-sekali. :D

    Saya salut dengan cara Mas menyikapinya
    Salam

  59. Makanya jika mengalisis Testing Religious Truth Claims berikut analisis juga Testing Religious False Claims

    Tapi jangan diartikan “Zero Mind Process” melainkan “Zero feeling Process”

    Wassalam, Haniifa.

  60. @SP

    sikap dan dugaan yang salah?

    Iya itu, bermuka masam dan menduga bahwa Aisyah selingkuh. Hal semacam ini tidak ada kaitannya dengan misi penyampaian kebenaran, gagasan tentang Tuhan dan Hari Akhir. Tapi saya meragukan hadist. Jadi landasan saya bukan pada nash, tapi logika bahwa seorang Nabi yang bisa dicontoh haruslah manusia biasa, yang bisa salah, bukan pada misinya, tapi pada kapasitas kemanusiaannya.

    Hal ini adalah konsekuensi logis dari adanya Sang Pedoman Kebenaran.

    Bagi saya pedoman kebenaran berwujud daging bernama Muhammad itu sudah tidak ada. Yang ada sekarang adalah al-Qur’an dan kumpulan perkataan (hadist) yang sebagiannya dusta, sebagiannya lagi hanya mungkin benar, tidak bisa dipastikan benar. Saya akan buat post sendiri soal bagaimana saya melihat al-Qur’an, hadist dan Sunnah, dan bagaimana saya mencari hikmah. Intinya, Pedoman Kebenaran dalam arti Nabi tidak bisa disamakan dengan yang namanya “hadist sahih”. Maaf, ya, saya di sini terkesan inkaru sunah. Tapi, enggak begitu sebenarnya. Nanti dijelaskanlah.

    Selebihnya saya rasa Sang Imam juga pakar dalam Hermeneutik

    Sebaiknya sih begitu. :mrgreen:

  61. Pantasan gundul-mu bau apek… kayak gambarnya :D

  62. hua.ha.ha. :D
    Pale gundul-mu yang lembek kalau ketiban durian… Bentuk gimana yach —::Plug n Play::

  63. @Al Amin bisa saja pembohong.

    Yang dimaksud Al Amin itu yang ditangkap KPK itu ya ? Aku malah dadi rodo bingung. Jangan-jangan yang dimaksud lain lagi. APa Al Amin bakul duren ? Banyak metafora ya ? Apa mau nyindir Al Amin Nasution ? Aku perlu banyak belajar bahasa nih.

  64. ;)

  65. kalau saya melihat sejarah alquran terbentuk pada abad 8 dan 9 Setelah Masehi, ini artinya orang2 arab sendiri yang membentuk terjadinya alquran setelah muhammad meninggal 150 tahun. bagaimana logikanya ini orang2 arab membentuk alquran setelah muhammad meninggal begitu jauh jaraknya dan apakah ini bisa akurat dan apakah ini suatu cerita sejarah yang sesungguhnya?… banyak cerita dalam alquran diambil dari cerita taurat dan kitab2 judaisme dan nasrani judaisme. kalau begini mana keaslian dari alquran itu sendiri yang selalu dikatakan berasal dari Allah. alquran sendiri banyak memberikan statement2 diakhir jaman yang berkaitan pada nabi isa almasih sebagai hakim bagi manusia. saya kira umat islam harus banyak memberikan renungan yang benar dari yang tidak benar.

  66. kalau saya melihat sejarah alquran terbentuk pada abad 8 dan 9 Setelah Masehi…

    Sama kalau beigitu… saya juga bacanya dari “AH Koran Sinar Gelap”, malah terbentuk kemarin pagi… :D

    Coba mba Reni baca dari Ah Ini —::Read Me:: :D

  67. maksudku mas itukan buatan orang2 arab ajakan?… bukan asli dari surga gituloh… dan apa pasti perkataan nabi muhammad gituloh…. kalau cuma tulis2 gitu … akal manusia sangat banyak mas. memang Alloh membuat manusia bisa berpikir dan menulis… dan apa betul muhammad mempunyai perkataan seperti itu. masa kalau itu berasal dari Alloh kalau laki2 saleh diakhir jaman akan ditemani oleh bidadari2 bermata biru… artinya masih ada perzinahan disorga di rempat Alloh. apa iki mas.

  68. jaman sekarang ini umat islam harus lebih menganalisa isi alquran sebaik2nya. jangan dengar ustad atau kiayi. mereka itu manusia yang punya akal kaya sampean gituloh…. yang penting intelejensi analisis itu penting. harus dianalisis secara teologi semua materi alquran dan bukti2 manusripnya… gituloh mas.

  69. Reni
    Alkitab dan al-Qur’an, keduanya kalo dianalisa secara ilmiah semata, dan hanya sekali baca, pastilah terdapat kejanggalan-kejanggalan yang cukup serius. Perlu saya ingatkan bahwa blog ini bukan untuk debat kusir untuk menjelek-jelekkan atau membuktikan mana agama yang paling benar, Islam, Kristen atau apapun itu. Organized religions tidak terlalu penting bagi saya. Kalo sudah berlebihan dan benar-benar mengganggu, komentar bisa saya hapus.

  70. sampean mo hapus itu urusan sampean… sampean lihat diatas dari tulisan ini… kenapa mesti menulis islam itu katolik… lalu Muhammad itu protestan…. apa kamu pikir tidak menghina umat Islam???… kamu bikin blog ini hanya untuk menghina nabi Muhammad?… kamu pikir umat islam tidak membaca situs ini… kenapa kamu samakan Muhammad dengan menjadi Protestan…???? kalian itu pikir siapa???… saya itu hanya memancing reaksi sampean aja… saya ini seorang muslimah tau…. tulisam2 diatas itu apa maksud kalian… Muhammad itu protestan…???

  71. *gelar tiker*

  72. @reni
    Makanya dibaca artikelnya. Sebenarnya tidak semua Muslim memprotes tulisan di atas. Sekalipun ada yang protes, isunya bukan pada istilah yang tampak campur-aduk itu, tetapi pada gagasan Nabi yang maksum.

    Saya ragu Anda dibesarkan sebagai muslimah kalo melihat bagaimana Anda menulis kata Allah, atau komentar Anda tentang perzinahan di surga yang sangat kental nuansa apolog Kristennya. Tetapi saya bisa saja salah. Saya mohon maaf bila terkesan kasar. Sekali lagi tulisan ini bila dibaca secara seksama, sama sekali tidak bermaksud mencela agama manapun. Saya hanya ingin menegaskan bahwa agama-agama itu pada dasarnya baik.

    Afwan.

  73. *GULUNG tiker*

    Oa..oa..oa —-::DaZal::

    :D

  74. Sampean membiarkan tulisan2 diatas Muhammad itu Protestan (atau sama dgn agama protestan). saudara afwan, mengerti arti dari protestan?… saya sudah sering melihat tulisan2 seperti apa yang saya tuliskan diatas.. dan ini pasti situs yang bukan situs Islam. Saudara samakan Muhammad protestan… kalau sdr tau arti dari protestan bagi agama kristen, adalah mereka yg memprotes aturan2 pada agama katolik. sementara protestan terbentuk pada abad ke 15 sesudah masehi. saudara ini bukan seorang muslim.

  75. saudara membiarkan tulisan2 diatas Muhammad itu Protestan (atau sama dgn agama protestan). saudara afwan, mengerti arti dari protestan?… saya sudah sering melihat tulisan2 seperti apa yang saya lihat diatas.. dan ini pasti situs yang bukan situs Islam. Saudara samakan Muhammad protestan… kalau sdr tau arti dari protestan bagi agama kristen, adalah mereka yg memprotes aturan2 pada agama katolik. sementara protestan terbentuk pada abad ke 15 sesudah masehi. saudara ini bukan seorang muslim.

  76. @Reni & @andy
    bisa tolong dibaca lagi postingnya, setidaknya biar sampeyan-sampeyan tahu dulu isi/esensi/inti dari tulisan tersebut, baru diskusi bisa nyambung.

  77. btw, mas andy ini apakah seorang muslimah juga ??

  78. @reni, andy?

    Mas atau Mbak, “afwan” itu artinya “maaf” dalam bahasa Arab. Itu bukan nama saya. Kalo Anda muslim/ah, Anda setidaknya pernah mendengar istilah itu. Kalo mau tau soal medan semantik kata protestan, banyak kok buku-buku sejarah Eropa yang membahas itu. Kalo gak mau capek ke perpus ke Wikipedia aja gak ngerepotin. Dalam tulisan di atas saya menggunakan kata protestan, mengutip Wikipedia, dalam arti ini: “It typically holds that Scripture (rather than tradition or ecclesiastic interpretation of Scripture)[1] is the only source of revealed truth, and also that salvation is the result of God’s grace alone.”

  79. @gentole

    Mungkin perlu dibuat di bawah tulisan arti dari katolik dan protestan itu. Biar nggak muter muter hanya di istilah saja.

  80. @ dana
    sepertinya pak gentole sudah memberikan
    penjelasanya tentang arti dari kedua kata tersebut.

    coba lihat (red:baca) pada jawaban pak gentole dari koment saya di atas..

    mungkin bila masih ada yang kurang jelas atau tak sepakat dengan tulisan pak gentole, kan bisa didiskusikan..

    terimakasih

  81. Hallo… @Lovepassword
    Suaramu kemana neeh… :D

  82. @dana
    Kalo dirasa perlu banget aja deh Mas Dana. Tapi itu emang ide bagus untuk menyudahi persoalan yang tidak perlu. Kayak tambahan disclaimer aja.

  83. Waduh, baru nemu tulisan ini.

    kayaknya seru banget deh, saya baca postingan ini beserta commentnya sampe 8 jam baru bisa “merasa” paham. sebatas merasa, entah sama atau enggak dengan yang ingin disampaikan penulis.

    kalo boleh sekedar memberikan keterangan menurut yang saya pahami, maksud dari judul diatas ada 3 frase kalimat
    1. Islam itu Katolik, maksudnya tidak sama dengan Agama Islam itu Agama Katolik (kt.benda), tapi lebih cenderung ke kata sifat..
    2. Islam itu Protestan. idem
    3. Islam itu tidak Muhammad sentris, kalo yang ini saya gak berani kasih keterangan takut ntar kena fatwa bahwa saya sesat. hehehehe..

    Makasih Mas, postingan yang bener-bener menambah keyakinan atas agama yang sya anut saat ini.

  84. @onnosz
    Sama-sama.

  85. islam adalah islam, yahudi dan nasrani bukan bagian dari islam, karena islam adalah agama yang sempurna dan tidak ada bandingannya.

  86. anda hanya menerima substansi ajaran muhammad dan tidak mau menerima syari’ah yang terlihat mata. terus bagaimana anda melakukan pendataan terhadap subtstansi dan tidak substansi dari ajaran islam? anda egois (itu sih sah2 saja)karena yang menurut anda cocok dengan suasana dan kondisi saat ini itulah yang anda anggap sebagai substansi sementara yang tidak anda campakkan ke tong sampah. Melalui ajaran siapa anda akan bertemu Tuhan manusia dalam keadaan bahagia sementara anda egois karena hanya copy paste secara selektif ajaran muhammad. Atau anda merasa mendapat wahyu dari Tuhan? Silakan mencari ajaran yang benar! sampai matipun susah anda mendapatkannya kalau tidak yakin dengan cahaya muhammad yang melekat secara include.

  87. tahu apa anda tentang agama protestan kok menyamakan protestan = islam. Kaum protestan pasti akan menyangkal, kaum muslim juga akan menyangkal.Kalau anda membuat terminologi jangan memakai keyakinan yang sudah ada karena akan menyakiti hati orang lain. Tidak menyakiti hati orang lain adalah ajaran substansi muhammad, tapi mengapa anda gunakan? Berarti omongan dan tulisan anda hanyalah isapan jempol tanda makna dan tak berdasar samasekali.

  88. nimbrung neh,,,
    buat mas “?”,, apa bukti kongkretnyanya bahwa islam adalah agama yang sempurna dan tidak ada bandingannya. atau setidak2nya apa yg sudah anda lakukan untuk membuktikan bahwa islam adalah agama yang sempurna dan tidak ada bandingannya,tolong sebutkan secara lengkap(jujur saja)!????

  89. berbicara tentang agama dan keyakinan antara ISLAM, KRISTEN, MAJUSI, dan yang lainnya…

    maaf, menurut saya untuk mencari jawaban mana yang benar bergantung pada setiap sudut pandang anda semua…
    terkadang ada kala nya orang beragama yang mencintai agamanya berbicara
    terkadang ada kalanya orang yg beragama yang tidak mencintai agamanya berbicara
    ada juga orang yang tidak beragama berbicara tentang orang yang beragama

    menurut saya sebagai seorang muslim yang masih belajar.. dan memiliki kekurangan di sana dan sini…

    BUKAN KAH KITA SEMUA SEDANG MENUNGGU KEBENARAN ITU DAN SAYA ADALAH ORANG YANG JUGA MENUNGGU BERSAMA ANDA SEMUA….

    SEbaik nya di dalam masa menunggu kita berusaha sebaik mungkin dalam mengimani apa yang kita imani saat ini

    saya rasa semua ajaran yang datang nya dari Allah.. menghendaki perdamain bukan… keserasian….

    bukan kah kebenaran itu ada di depan mata kita…
    cukuplah alam beserta isinya dan diri kita ini yang menjadi jawaban
    kesempurnaan dari ajaran-Nya.

    ISLAM Adalah agama penyempurna dari agama terdahulu…. knpa? anda lah yang dapat menjawabnya…

    ZABUR lalu TAURAT dan INJIL setelah itu AL Qur’an
    pada Al Qur’an Ada INJIL, TAURAT dan ZABUR…

    bagaimana dengan kitab anda..

  90. anda mungkin seorang pemikr hebat tapi sayang anda dsesatkan oleh pikiran anda sendiri….


Leave a comment

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.